RADARBANYUWANGI.ID - Ferrari menunjukkan kebangkitan berarti di F1 Grand Prix Austin setelah akhir pekan yang penuh tantangan.
Di bawah kepemimpinan Fred Vasseur, tim asal Maranello berhasil membawa dua mobil finis di posisi tiga dan empat, dengan Charles Leclerc kembali ke podium untuk pertama kalinya sejak GP Belgia.
Keputusan Ferrari untuk memulai balapan dengan ban soft menjadi sorotan utama.
Charles Leclerc menjadi satu-satunya pembalap di sepuluh besar yang mengambil risiko tersebut.
Namun, Vasseur menolak menyebutnya sebagai “pertaruhan”.
Menurutnya, langkah itu merupakan bagian dari strategi agresif Ferrari untuk mengejar kemenangan.
“Ini bukan perjudian, melainkan taruhan yang diperhitungkan,” ujar Vasseur.
“Kami ingin mencoba strategi terbaik agar bisa berada di depan sejak awal, dan hasilnya menunjukkan keputusan itu tepat,” imbuhnya.
Leclerc memanfaatkan grip awal dari ban soft untuk menyalip Lando Norris di tikungan pertama, sempat mengamankan posisi kedua sebelum akhirnya finis di urutan ketiga.
Ia memperlihatkan pertahanan luar biasa meskipun akhirnya harus menyerahkan posisi kepada Norris ketika ban mulai kehilangan performa.
Lewis Hamilton, yang finis di posisi keempat, turut berkontribusi besar dalam mengamankan poin penting bagi Ferrari.
Kedua pembalap tampil solid dan memaksimalkan performa mobil sepanjang balapan.
“Inilah pertama kalinya kami menjalani akhir pekan tanpa kesalahan berarti. Dari awal hingga akhir, semuanya berjalan baik,” tambah Vasseur.
Dengan hasil ini, Ferrari kini hanya terpaut tujuh poin dari Mercedes dalam perebutan posisi kedua di klasemen konstruktor.
Sementara Red Bull masih memimpin dengan keunggulan besar berkat performa konsisten Max Verstappen.
Bagi Vasseur, hasil di Austin menjadi bukti bahwa Ferrari masih memiliki daya saing kuat, bahkan setelah awal musim yang fluktuatif.
“Kami akan bertarung hingga menit terakhir,” tegasnya.
“Yang paling penting adalah memastikan kedua mobil mencetak poin maksimal di setiap balapan,” pungkasnya.
Ferrari juga memperlihatkan kemampuan adaptasi yang cepat setelah kesulitan di sesi Sprint Qualifying.
Dari performa kurang meyakinkan pada hari Jumat, tim berhasil melakukan perubahan signifikan hingga mampu menyaingi McLaren dan Mercedes di saat balapan.
Editor : Lugas Rumpakaadi