Laurent Mekies Dikontrak hingga 2031, Apa Sebenarnya Tugas Team Principal F1?

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:15 WIB
Laurent Mekies saat menghadiri Web Summit di Lisbon, Portugal, 11 November 2025. Red Bull Racing memperpanjang kontraknya sebagai CEO dan Team Principal hingga 2031. (Alex Broadway/Web Summit via Sportsfile/Wikimedia Commons)
Laurent Mekies saat menghadiri Web Summit di Lisbon, Portugal, 11 November 2025. Red Bull Racing memperpanjang kontraknya sebagai CEO dan Team Principal hingga 2031. (Alex Broadway/Web Summit via Sportsfile/Wikimedia Commons)

RADAR BANYUWANGI - Red Bull Racing mengambil langkah penting untuk masa depannya. Tim asal Inggris tersebut resmi memperpanjang kontrak Laurent Mekies sebagai CEO sekaligus Team Principal hingga 2031, Rabu (14/10).

Keputusan itu diumumkan setelah Red Bull bangkit melalui dua kemenangan beruntun Max Verstappen di Grand Prix Malaysia dan Singapura 2026.

Langkah Red Bull sekaligus memperlihatkan betapa pentingnya posisi Team Principal dalam Formula 1. Sosok tersebut tidak hanya mengawasi balapan, tetapi juga menentukan arah dan masa depan tim.

Lantas, apa itu Team Principal F1? Mengapa jabatan tersebut begitu berpengaruh terhadap keberhasilan sebuah tim?

Baca Juga: Apa Itu Power Rankings F1? Gasly Tanpa Poin Bisa Ungguli Norris

Apa Itu Team Principal F1?

Team Principal merupakan pemimpin utama yang bertanggung jawab atas pengelolaan dan performa tim Formula 1.

Menurut laman resmi Formula 1, seorang Team Principal memiliki kewenangan dalam pengambilan keputusan penting, pengelolaan personel, serta hubungan dengan pihak eksternal.

Tanggung jawabnya mencakup urusan teknis, strategi, pembalap, keuangan, hingga komunikasi dengan sponsor.

Sederhananya, Team Principal adalah sosok yang memastikan seluruh bagian tim bekerja menuju tujuan yang sama, yakni meraih hasil terbaik dalam kejuaraan dunia.

Jabatan ini berbeda dengan pemilik tim. Seorang Team Principal tidak harus memiliki saham perusahaan ataupun berlatar belakang sebagai pembalap.

Baca Juga: Sistem Poin F1 2026: Mengapa Antonelli Belum Juara meski Unggul 102 Poin?

Apa Saja Tugas dan Tanggung Jawab Team Principal?

1. Memimpin dan Mengelola Personel

Formula 1 bukan sekadar persaingan antarpembalap. Di balik satu mobil terdapat kerja sama ratusan hingga ribuan tenaga profesional.

Mereka terdiri atas insinyur, mekanik, ahli aerodinamika, analis strategi, hingga tenaga operasional.

Team Principal bertugas membangun struktur kerja, menentukan prioritas, dan menjaga komunikasi antardepartemen.

James Vowles, Team Principal Williams, pernah menjelaskan bahwa dirinya tidak harus menangani seluruh pekerjaan teknis secara langsung.

"Tugas saya memastikan kami berada di jalur yang benar dan memperhatikan hal-hal yang tepat," ujar Vowles dalam podcast resmi F1 Explains, 11 April 2025.

Pernyataan itu menegaskan bahwa kepemimpinan dalam F1 bukan berarti mengerjakan semuanya sendiri.

2. Mengelola Pembalap

Team Principal juga berperan dalam pengambilan keputusan terkait pembalap, termasuk perekrutan, evaluasi performa, serta pengelolaan hubungan internal.

Persoalan bisa muncul ketika dua pembalap satu tim bersaing memperebutkan posisi.

Dalam situasi tersebut, Team Principal harus menjaga keseimbangan antara ambisi individu dan kepentingan tim.

Kemampuan Andrea Stella memimpin McLaren menjadi salah satu contoh.

Lando Norris bahkan pernah memuji Stella sebagai salah satu sosok terpenting dalam menjaga kekompakan dan motivasi tim, sebagaimana diberitakan Formula 1 pada September 2024.

3. Mengawasi Strategi dan Pengembangan Mobil

Team Principal tidak harus menjadi perancang mobil. Namun, mereka tetap bertanggung jawab terhadap arah pengembangannya.

Mereka bekerja bersama direktur teknis dan para insinyur untuk menentukan prioritas perbaikan performa.

Saat balapan, Team Principal juga memantau keputusan strategis dari pit wall, termasuk perkembangan penggunaan ban, kondisi lintasan, dan posisi pembalap.

Meski begitu, keputusan pergantian ban atau waktu pit stop biasanya disiapkan oleh tim strategi dan insinyur balap.

Team Principal memastikan keputusan tersebut sejalan dengan kepentingan tim secara keseluruhan.

4. Mengawasi Anggaran Tim

Pengembangan mobil Formula 1 membutuhkan biaya besar. Karena itu, pemanfaatan anggaran menjadi bagian penting dalam pengelolaan tim.

Terlebih, FIA menerapkan aturan pembatasan biaya atau cost cap.

Regulasi tersebut membatasi kategori pengeluaran tertentu untuk menciptakan persaingan yang lebih seimbang dan menjaga keberlanjutan keuangan tim.

Team Principal harus berkoordinasi dengan departemen keuangan dan teknis agar investasi pengembangan mobil tetap efektif sekaligus mematuhi regulasi.

5. Menjadi Wakil Tim di Hadapan Publik

Tugas lainnya adalah mewakili tim dalam konferensi pers, menjalin komunikasi dengan sponsor, serta berhubungan dengan FIA dan penyelenggara Formula 1.

Ketika tim menang, Team Principal kerap tampil menjelaskan keberhasilannya.

Sebaliknya, saat terjadi kesalahan strategi, konflik pembalap, atau penurunan performa, mereka juga harus menghadapi tekanan media dan publik.

Karena itu, kemampuan komunikasi menjadi bagian penting dari jabatan tersebut.

Mengapa Team Principal Berpengaruh terhadap Kesuksesan Tim?

Kesuksesan Formula 1 tidak hanya ditentukan oleh kecepatan mobil. Stabilitas organisasi, kualitas sumber daya manusia, serta ketepatan pengambilan keputusan juga memegang peranan besar.

Contohnya terlihat pada Red Bull Racing.

Laurent Mekies mulai memimpin Red Bull pada Juli 2025 menggantikan Christian Horner. Setelah menghadapi awal musim 2026 yang sulit, Red Bull berhasil memperbaiki performanya hingga kembali meraih kemenangan.

Manajemen Red Bull kemudian memperpanjang kontrak Mekies hingga 2031 sebagai bentuk kepercayaan terhadap kepemimpinannya.

"Yang membuat tim ini istimewa adalah cara semua orang bersatu untuk mengejar tujuan yang sama," kata Mekies dalam pernyataan resmi Red Bull Racing, 14 Oktober 2026.

Pernyataan tersebut menggambarkan bahwa keberhasilan tim tidak bergantung pada satu individu.

Seorang Team Principal harus mampu menyatukan pembalap, insinyur, mekanik, dan jajaran manajemen.

Baca Juga: Rwanda Dapat Kontrak F1 10 Tahun, Ini 7 Syarat Negara Bisa Menjadi Tuan Rumah

Apa Perbedaan Team Principal dan CEO F1?

Team Principal dan CEO memiliki tanggung jawab yang berbeda, meskipun kedua posisi tersebut terkadang dijabat oleh satu orang.

Team Principal lebih berfokus pada kepemimpinan tim balap, performa, dan pengambilan keputusan olahraga.

Sementara itu, CEO bertanggung jawab terhadap pengelolaan perusahaan, strategi bisnis, dan kepentingan komersial secara keseluruhan.

Sebagai contoh, Andrea Stella menjabat Team Principal McLaren, sedangkan Zak Brown merupakan CEO McLaren Racing.

Di Mercedes, Toto Wolff menjalankan peran Team Principal sekaligus CEO. Laurent Mekies juga memegang kedua jabatan tersebut di Red Bull.

Pembagian tanggung jawab setiap tim bisa berbeda sesuai struktur organisasinya.

Baca Juga: F1 Kembali ke Afrika Lewat Rwanda, Ini Jejak Maroko dan Kyalami

Bagaimana Cara Menjadi Team Principal F1?

Tidak ada satu jalur karier khusus untuk menduduki jabatan Team Principal.

Andrea Stella memiliki latar belakang teknik, James Vowles berpengalaman dalam strategi balapan, sedangkan Toto Wolff dikenal memiliki pengalaman bisnis dan investasi.

Meski berbeda latar belakang, semuanya membutuhkan kemampuan kepemimpinan, komunikasi, manajemen, serta pemahaman mendalam mengenai persaingan Formula 1.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Team Principal F1 tugas Team Principal bos tim Formula 1 strategi tim F1 laurent mekies