RADAR BANYUWANGI – Final Bahlil Mini Soccer 2026 Zona 11 Situbondo-Banyuwangi dipastikan menjadi panggung milik Situbondo. Dua tim sekota, SMAN 1 Situbondo dan SMAN 2 Situbondo, sama-sama mengamankan tiket partai puncak setelah menyingkirkan lawan masing-masing dalam semifinal di Lapangan Situbondo Mini Soccer Dawuhan, Selasa (6/10).
Derby Situbondo itu menjadi klimaks menarik dari persaingan Zona 11. SMAN 1 Situbondo lebih dulu memastikan tempat di final setelah menang tipis 1-0 atas SMAN 1 Panji. Tak lama berselang, SMAN 2 Situbondo menyusul usai menundukkan satu-satunya wakil Banyuwangi, MAN 1 Banyuwangi, dengan skor 2-1.

Pertandingan semifinal pertama berlangsung sengit. Namun, SMAN 1 Situbondo mampu mencuri keunggulan sangat cepat.
Penyerang SMAN 1 Situbondo Ernanda Rava Liyanto menjadi pembeda. Gol yang dicetaknya pada menit ketiga langsung mengubah jalannya pertandingan sekaligus membuyarkan ambisi SMAN 1 Panji untuk tampil di partai puncak.
Keunggulan 1-0 tersebut mampu dipertahankan SMAN 1 Situbondo hingga laga berakhir. Tiket final pun berada di tangan mereka.
Pembina SMAN 1 Situbondo Aditya Pratama Arifinda memilih tidak berlebihan merayakan kemenangan tersebut. Menurut dia, hasil pertandingan bukan satu-satunya ukuran keberhasilan tim.
“Menang kalah sudah biasa dalam permainan. Yang penting semua pemain tetap kami instruksikan tampil semangat,” ujarnya.
SMAN 2 Menyusul
Jika SMAN 1 Situbondo menjadi tim pertama yang mengamankan tiket final, SMAN 2 Situbondo kemudian memastikan final benar-benar menjadi duel sesama tim Situbondo.
Pada semifinal kedua, SMAN 2 Situbondo menghadapi MAN 1 Banyuwangi. Laga yang berlangsung di venue yang sama itu berjalan ketat.
SMAN 2 Situbondo membuka keunggulan melalui Safaraz Akma Fadhil pada menit ke-16. Dua menit kemudian, SMADA—julukan SMAN 2 Situbondo—mendapat hadiah penalti.
Davin Arie Afriansyah yang maju sebagai eksekutor sukses menjalankan tugasnya. Skor berubah menjadi 2-0 pada menit ke-18.
MAN 1 Banyuwangi belum menyerah. Mamad memperkecil ketertinggalan pada menit ke-22. Gol tersebut membuat pertandingan semakin menarik karena kedua tim sama-sama meningkatkan intensitas serangan.
Namun, hingga peluit akhir berbunyi, tidak ada tambahan gol. SMAN 2 Situbondo menang 2-1 dan menyusul SMAN 1 Situbondo ke final.
Bagi MAN 1 Banyuwangi, kekalahan tersebut diterima dengan lapang dada. Pelatih Slamet S bersama pembina Fathor Rohman menekankan pentingnya menjaga sportivitas dalam kompetisi.
“Ini kompetisi. Ada menang ada kalah. Yang penting sportif,” kata Fathor.
Pembina SMAN 2 Situbondo Angger Gorka Tejamukti juga mengapresiasi dukungan suporter yang menjadi energi tambahan bagi para pemain.
“Terima kasih atas dukungan suporter yang tanpa henti-hentinya meneriakkan yel-yel. Dukungan itu membuat anak-anak semakin bersemangat,” katanya.
Final Milik Situbondo
Dengan hasil semifinal tersebut, Zona 11 kini memiliki final ideal: SMAN 1 Situbondo versus SMAN 2 Situbondo. Dua sekolah dari satu daerah akan berebut gelar juara sekaligus tiket menuju putaran final Bahlil Mini Soccer 2026 di Surabaya.
Ketua Panitia Bahlil Mini Soccer Zona 11 Situbondo-Banyuwangi Edy Supriyono mengatakan seluruh pertandingan hingga hari kedua berlangsung lancar. Dia juga mengapresiasi para peserta yang mampu menjaga sportivitas sepanjang turnamen.
“Alhamdulillah, pelaksanaan pertandingan di Situbondo Mini Soccer ini berlangsung lancar. Zona 11 ini merupakan penutup rangkaian turnamen yang digelar selama sebulan penuh di seluruh Jawa Timur,” kata Edy.
Setelah fase Zona 11 rampung, para juara dari masing-masing zona akan kembali bertanding di Surabaya dalam putaran final Bahlil Mini Soccer 2026.
Turnamen tersebut merupakan hasil kerja sama DPD Partai Golkar Jawa Timur dengan Radar-radar se-Jatim. Dan untuk Zona 11, perebutan supremasi kini menyisakan satu pertanyaan: siapa yang akan menjadi penguasa Situbondo? (*)
Editor : Ali Sodiqin