RADAR BANYUWANGI – Enam gol tanpa balas menjadi akhir pahit perjalanan SMKN 1 Kendit di Bahlil Mini Soccer Zona 11 Situbondo-Banyuwangi. Menghadapi SMAN 1 Panarukan pada babak penyisihan di Lapangan Situbondo Mini Soccer, Senin siang (5/10/2026), SMKN 1 Kendit takluk telak 0-6 dan harus mengakhiri perjuangan lebih cepat. Sebaliknya, SMAN 1 Panarukan melaju ke babak delapan besar.
Kemenangan besar tersebut membuat tim asuhan Siswanto semakin percaya diri menatap fase berikutnya. Sementara SMKN 1 Kendit yang dibina Hendra Cipta harus menerima kenyataan bahwa kualitas permainan menjadi pembeda dalam laga tersebut.

Enam Gol Jadi Pembeda
Pertandingan SMAN 1 Panarukan melawan SMKN 1 Kendit berlangsung di Lapangan Situbondo Mini Soccer, Senin siang.
SMAN 1 Panarukan langsung menunjukkan permainan yang lebih efektif. Serangan demi serangan mampu menghasilkan gol hingga akhirnya skor telak 6-0 tercipta.
SMKN 1 Kendit tidak mampu membalas satu pun gol. Hingga pertandingan berakhir, keunggulan enam gol SMAN 1 Panarukan tetap bertahan.
Hasil tersebut sekaligus memastikan langkah SMAN 1 Panarukan ke babak delapan besar Bahlil Mini Soccer Zona 11.
Hendra Akui Kalah Kualitas
Bagi SMKN 1 Kendit, kekalahan telak tersebut menutup perjalanan mereka di turnamen.
Hendra Cipta, pembina tim SMKN 1 Kendit, tidak banyak beralasan setelah anak asuhnya kalah dengan skor mencolok.
“Kami kalah kualitas,” katanya singkat.
Pengakuan tersebut menggambarkan ketatnya persaingan antartim sekolah dalam Zona 11. Setiap tim tidak hanya dituntut memiliki semangat bertanding, tetapi juga kualitas permainan untuk bisa bertahan hingga fase akhir.
SMAN 1 Panarukan Mulai Bidik Final
Di sisi lain, kemenangan 6-0 menjadi suntikan kepercayaan diri bagi SMAN 1 Panarukan.
Tim asuhan Siswanto kini mengalihkan perhatian ke babak delapan besar. Kemenangan di laga penyisihan sudah lewat, sementara tantangan berikutnya bakal semakin berat.
Siswanto berharap perjalanan anak asuhnya tidak berhenti di babak delapan besar. Target menuju partai final mulai menjadi perhatian.
“Doakan saja agar timnya lolos ke babak final,” jawabnya.
Keinginan tersebut menjadi tantangan bagi SMAN 1 Panarukan untuk menjaga konsistensi permainan setelah tampil produktif dengan mencetak enam gol tanpa kebobolan.
Persaingan Menuju Tiket Surabaya
Bahlil Mini Soccer Zona 11 Situbondo-Banyuwangi menjadi salah satu bagian penting dari rangkaian turnamen Bahlil Mini Soccer Asyik Menuju Puncak.
Sebanyak 16 tim SMA/sederajat dari Situbondo dan Banyuwangi bersaing untuk menjadi yang terbaik. Juara zona nantinya mendapatkan tiket menuju pertandingan final di Surabaya.
Bagi SMAN 1 Panarukan, kemenangan telak atas SMKN 1 Kendit membuka jalan menuju target tersebut. Enam gol sudah dicetak, tetapi perjalanan menuju puncak masih membutuhkan satu hal: konsistensi.
Kini, babak delapan besar menjadi panggung berikutnya bagi SMAN 1 Panarukan untuk membuktikan apakah kemenangan 6-0 tersebut merupakan awal dari perjalanan panjang menuju final. (*)
Editor : Ali Sodiqin