Dua Laga Semifinal Bahlil Mini Soccer Zona 10 Berlangsung Sengit

Syaifuddin Mahmud • Dipublikasikan Jumat, 2 Oktober 2026 | 17:32 WIB
Pemain SMAN Rambipuji Yunus Fefanya Babingga (kiri) berebut bola dengan penjaga gawang SMKN 2 Jember pada semifinal Bahlil Mini Soccer Zona 10 Jember, Jumat (2/10). SMAN Rambipuji menang 2-1 dan melaju ke partai final. (SIDKIN ALI/RADAR JEMBER)
Pemain SMAN Rambipuji Yunus Fefanya Babingga (kiri) berebut bola dengan penjaga gawang SMKN 2 Jember pada semifinal Bahlil Mini Soccer Zona 10 Jember, Jumat (2/10). SMAN Rambipuji menang 2-1 dan melaju ke partai final. (SIDKIN ALI/RADAR JEMBER)

RADAR BANYUWANGI – Persaingan Turnamen Bahlil Mini Soccer Zona 10 Jember memasuki babak akhir, Jumat (2/10). Empat tim SMA/SMK asal Jember beradu di semifinal untuk membuka jalan menjadi wakil Zona 10 pada final regional di Surabaya.

Empat tim tersebut adalah SMAN Rambipuji (SMARA), SMKN 2 Jember, SMAN Balung (SMABA), dan SMKN 5 Jember (Kaliber).

SMARA menunjukkan mental bangkit saat menghadapi SMKN 2 Jember. Sempat tertinggal 0-1, SMARA membalikkan keadaan menjadi 2-1 sekaligus memastikan tempat di partai final.

Pertandingan yang dimulai pukul 15.00 itu berlangsung terbuka sejak menit awal. SMKN 2 Jember mencetak gol lebih dulu melalui Moch. Ade Putra Wijaya. Dia memanfaatkan serangan balik dan bola muntah dari penjaga gawang SMARA.

Namun, keunggulan tersebut tidak bertahan lama. Sekitar dua menit kemudian, kapten SMARA Raditya Adi Ramadhan menyamakan kedudukan melalui tendangan keras kaki kiri.

Gol itu meningkatkan kepercayaan diri para pemain SMARA. Memasuki babak kedua, Raditya kembali mencatatkan namanya di papan skor. Gol keduanya membuat SMARA berbalik unggul 2-1.

SMARA sebenarnya sempat menambah gol melalui Yunus Fefanya Babingga. Namun, gol tersebut dianulir karena terjadi pelanggaran terhadap penjaga gawang SMKN 2 Jember sebelum bola masuk.

Skor 2-1 bertahan hingga pertandingan berakhir. SMARA pun mengamankan tiket ke final.

Pelatih SMAN Rambipuji Wildy Suni Madisa mengatakan, timnya sejak awal berusaha menjaga keseimbangan antara bertahan dan menyerang. Permainan anak asuhnya berubah setelah mampu bangkit dari ketertinggalan.

“Begitu kapten bisa membalikkan keadaan, semangat anak-anak meningkat, semakin kompak dan kondusif pada waktu bermain lagi,” ujar Wildy.

Menurut dia, pola permainan tersebut sudah beberapa kali diterapkan dalam latihan maupun pertandingan. Hanya, terdapat sejumlah penyesuaian karena para pemain SMARA lebih terbiasa bermain sepak bola dengan format lapangan yang lebih besar.

Penyesuaian terutama dilakukan pada pembagian peran pemain belakang, tengah, dan depan.

“Strateginya sudah sering diterapkan sama pelatih, cuma karena anak-anak ini biasanya lebih sering di sepak bola, ada sedikit perubahan terkait pemain belakang, tengah, maupun depan,” jelasnya.

Meski lolos ke final, Wildy tidak ingin timnya lengah. Evaluasi tetap dilakukan, terutama menyangkut koordinasi antarpemain.

Menurut dia, SMARA sempat kehilangan koordinasi sehingga memberikan ruang bagi lawan untuk membangun serangan. Karena itu, konsentrasi menjadi salah satu aspek yang kembali ditekankan menjelang partai final.

“Yang perlu ditekankan lagi konsentrasi pada waktu bermain, terutama koordinasi antara pemain belakang, tengah, dan depan,” tambahnya.

Sementara itu, pada semifinal lainnya, SMAN Balung menghadapi SMKN 5 Jember. SMAN Balung mengamankan kemenangan tipis 1-0 setelah memanfaatkan kesalahan penjaga gawang SMKN 5 Jember yang gagal mengamankan bola.

Hasil tersebut membawa SMAN Balung menyusul SMARA ke partai final. Adapun SMKN 2 Jember dan SMKN 5 Jember bertarung memperebutkan tempat ketiga sebelum laga final digelar.

Pemenang Zona 10 Jember selanjutnya menjadi wakil daerah tersebut pada final regional di Surabaya.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Bahlil Mini Soccer Mini Soccer Jember SMAN Rambipuji SMAN Balung olahraga pelajar Jember