RADAR BANYUWANGI - Charles Leclerc menutup latihan Jumat Formula 1 GP Bahrain di Malaysia 2026 dengan berada di puncak. Pembalap Ferrari itu menjadi yang tercepat pada sesi latihan bebas kedua (FP2) di Sirkuit Internasional Sepang, Jumat, 2 Oktober 2026.
Leclerc membukukan waktu 1 menit 37,528 detik. Namun, keunggulannya sangat tipis. Isack Hadjar hanya terpaut 0,099 detik di posisi kedua.
Lando Norris menyusul di urutan ketiga dengan selisih 0,137 detik. Max Verstappen berada di posisi keempat, tertinggal 0,257 detik.
Empat pembalap teratas itu hanya dipisahkan kurang dari tiga persepuluh detik. Persaingan menuju kualifikasi pun masih sulit ditebak.
Leclerc naik ke posisi teratas saat sejumlah pembalap mulai memakai ban soft. Ancaman hujan membuat beberapa tim mempercepat simulasi kualifikasi mereka.
Cuaca panas dan kondisi lintasan juga menjadi tantangan tersendiri. Pada FP1, Leclerc bahkan sempat mengeluhkan tingginya degradasi ban.
“Keausan ban sangat parah,” kata Leclerc, menggambarkan betapa cepatnya performa ban menurun di Sepang.
Pirelli sebelumnya sudah memprediksi latihan Jumat akan menjadi sangat penting. Formula 1 kembali ke Sepang setelah sembilan tahun absen sehingga tim tidak memiliki banyak data relevan dengan mobil generasi terbaru.
“Sesi latihan hari Jumat akan lebih penting dari biasanya,” demikian pernyataan Pirelli dalam pratinjau resmi Formula 1.
Hadjar Hanya Terpaut 0,099 Detik
Hadjar menjadi salah satu sorotan utama pada Jumat. Setelah menempati posisi ketiga di FP1, pembalap Red Bull itu kembali tampil kompetitif di FP2.
Catatan 1:37,627 menempatkannya hanya 0,099 detik di belakang Leclerc.
Bos Red Bull Laurent Mekies juga menilai dua pembalapnya mampu menghadapi kondisi sulit di Sepang.
“Max dan Isack melakukan pekerjaan yang baik dalam kondisi yang sangat sulit,” kata Mekies sebagaimana dikutip Reuters.
Namun, Hadjar sudah mengantongi penalti turun lima posisi di grid. Formula 1 mengonfirmasi penalti itu diberikan karena penggunaan internal combustion engine ketujuh musim ini, melebihi alokasi yang diperbolehkan.
Karena itu, posisi kualifikasi akan sangat penting bagi Hadjar untuk mengurangi dampak penalti pada grid balapan.
Verstappen P4 Tanpa Simulasi Ban Soft
Posisi keempat Verstappen juga tidak bisa dibaca hanya dari angka klasifikasi.
Waktu terbaik 1:37,785 dicatat menggunakan ban medium. Berbeda dengan Leclerc, Hadjar, dan Norris, Verstappen tidak menjalankan simulasi kualifikasi dengan ban soft pada fase yang sama.
Ia kemudian lebih banyak berfokus pada simulasi balapan.
Artinya, selisih 0,257 detik antara Verstappen dan Leclerc belum menggambarkan sepenuhnya perbedaan performa satu putaran Red Bull dan Ferrari.
Apalagi, Verstappen justru menjadi pembalap tercepat pada FP1 dengan waktu 1:37,520. Catatan itu bahkan delapan per seribu detik lebih cepat daripada waktu Leclerc di FP2.
Menjelang akhir pekan, Verstappen juga menyebut Sepang sebagai trek yang menantang.
“Sirkuit ini cukup menantang tetapi menyenangkan untuk dikendarai,” ujar Verstappen.
Dalam konferensi pers resmi FIA, ia juga tidak menyembunyikan targetnya.
“Saya ingin menang. Itulah tujuan saya di sini,” katanya.
McLaren Bangkit
McLaren menunjukkan perkembangan cukup besar dibandingkan FP1.
Norris sebelumnya hanya berada di posisi ke-12, sedangkan Oscar Piastri menempati urutan ke-11. Di FP2, Norris melonjak ke posisi ketiga dan Piastri finis keenam.
Norris terpaut 0,137 detik dari Leclerc. Piastri tertinggal 0,371 detik.
Perubahan setelan mobil setelah FP1 disebut membantu Norris menemukan performa yang lebih baik.
Mercedes berada sedikit di belakang. George Russell menempati posisi ketujuh, disusul Kimi Antonelli di urutan kedelapan. Keduanya gagal memaksimalkan percobaan dengan ban soft setelah melakukan kesalahan pada lap cepat.
Lewis Hamilton berada di posisi kelima. Sesi pembalap Ferrari itu juga diwarnai momen dengan Gabriel Bortoleto setelah Hamilton bergerak lambat di jalur pembalap Audi tersebut.
Bortoleto kemudian berhenti di lintasan pada menit-menit akhir. Insiden itu memicu Virtual Safety Car hingga sesi praktis berakhir.
Hasil FP2 F1 GP Bahrain di Malaysia 2026
- Charles Leclerc – Ferrari – 1:37.528
- Isack Hadjar – Red Bull – +0.099
- Lando Norris – McLaren – +0.137
- Max Verstappen – Red Bull – +0.257
- Lewis Hamilton – Ferrari – +0.305
- Oscar Piastri – McLaren – +0.371
- George Russell – Mercedes – +0.492
- Kimi Antonelli – Mercedes – +0.532
- Liam Lawson – Racing Bulls – +0.968
- Pierre Gasly – Alpine – +1.060
- Arvid Lindblad – Racing Bulls – +1.352
- Gabriel Bortoleto – Audi – +1.523
- Nico Hulkenberg – Audi – +1.581
- Esteban Ocon – Haas – +1.833
- Fernando Alonso – Aston Martin – +1.950
- Oliver Bearman – Haas – +2.178
- Carlos Sainz – Williams – +2.402
- Lance Stroll – Aston Martin – +2.622
- Valtteri Bottas – Cadillac – +2.658
- Alexander Albon – Williams – +2.693
- Sergio Perez – Cadillac – +3.410
- Franco Colapinto – Alpine – +5.863
Persaingan Masih Terbuka
Hasil FP2 belum cukup untuk menentukan tim terkuat.
Ferrari memang berada di puncak melalui Leclerc. Namun, Hadjar dan Norris hanya terpaut tipis. Verstappen juga belum menunjukkan simulasi kualifikasi dengan ban soft.
Faktor degradasi ban juga berpotensi berpengaruh besar. Pirelli membawa kompon C2 sebagai hard, C3 sebagai medium, dan C4 sebagai soft untuk akhir pekan ini.
Balapan di Sepang secara resmi bernama Formula 1 Gulf Air Bahrain Grand Prix in Malaysia 2026. Ajang tersebut menandai kembalinya Formula 1 ke Malaysia untuk pertama kalinya sejak 2017.
FP3 digelar Sabtu, 3 Oktober 2026, pukul 11.30 WIB. Kualifikasi dimulai pukul 15.00 WIB.
Balapan utama berlangsung Minggu, 4 Oktober 2026, mulai pukul 14.00 WIB dengan total 56 lap.
Leclerc memang menjadi yang tercepat pada Jumat sore. Namun, dengan selisih waktu yang tipis dan program latihan berbeda, perebutan posisi terdepan di Sepang masih terbuka lebar.
Editor : Lugas Rumpakaadi