RADAR BANYUWANGI - Formula 1 kembali ke Sepang International Circuit setelah sembilan tahun absen. Namun, balapan pada 2-4 Oktober 2026 itu bukan bernama Grand Prix Malaysia.
Nama resminya adalah Formula 1 Gulf Air Bahrain Grand Prix in Malaysia 2026. Balapan dipindahkan dari Bahrain ke Malaysia setelah perubahan kalender akibat situasi di Timur Tengah.
Bagi penggemar F1 di Indonesia, balapan utama digelar Minggu, 4 Oktober 2026, pukul 14.00 WIB. Kualifikasi berlangsung sehari sebelumnya pukul 15.00 WIB.
Sepang menjadi seri ke-16 musim 2026. Balapan berlangsung 56 lap di sirkuit sepanjang 5,543 kilometer.
Jadwal F1 GP Bahrain di Malaysia 2026
Berikut jadwal lengkap dalam waktu Indonesia:
- FP1: Jumat, 2 Oktober, pukul 11.30–12.30 WIB
- FP2: Jumat, 2 Oktober, pukul 15.00–16.00 WIB
- FP3: Sabtu, 3 Oktober, pukul 11.30–12.30 WIB
- Kualifikasi: Sabtu, 3 Oktober, pukul 15.00–16.00 WIB
- Balapan: Minggu, 4 Oktober, pukul 14.00 WIB
Untuk WITA, seluruh jadwal berlangsung satu jam lebih lambat. Sementara itu, waktu WIT dua jam lebih lambat daripada WIB.
Mengapa GP Bahrain Digelar di Malaysia?
GP Bahrain semula dijadwalkan di Sakhir pada April 2026. FIA dan Formula 1 kemudian membatalkan agenda tersebut setelah mengevaluasi situasi regional di Timur Tengah.
Pada Juli, Formula 1 dan FIA mengumumkan Sepang sebagai lokasi baru GP Bahrain. Nama Bahrain tetap dipertahankan meski seluruh rangkaian lomba berlangsung di Malaysia.
CEO Formula 1 Stefano Domenicali menyebut kembalinya Sepang sebagai kabar penting bagi penggemar.
“Yang terpenting, ini adalah kabar fantastis bagi para penggemar kami,” kata Domenicali saat pengumuman pemindahan balapan.
Sepang terakhir kali menggelar Formula 1 pada 2017. Max Verstappen menjadi pemenang balapan terakhir di sana.
Kembalinya Sepang juga menghadirkan tantangan baru. Reuters mencatat hanya 10 dari 22 pembalap di grid 2026 yang pernah berlomba dengan mobil F1 di sirkuit tersebut.
Aspal Kasar Jadi Tantangan
Salah satu faktor utama akhir pekan ini adalah ban.
Pirelli membawa kompon C2 sebagai hard, C3 medium, dan C4 soft. Permukaan Sepang dinilai cukup abrasif. Suhu lintasan yang tinggi juga dapat mempercepat degradasi ban.
Oscar Piastri bahkan menggambarkan kondisi aspal dengan kalimat singkat.
“Permukaan di luar sana tampak seperti amplas,” ujar pembalap McLaren itu.
George Russell juga menyoroti persoalan suhu ban.
“Permukaan yang terlalu panas akan menjadi masalah besar,” kata Russell.
Overheating berpotensi membuat pembalap kesulitan menjaga performa ban dalam stint panjang. Strategi dua kali pit stop pun bisa menjadi pilihan menarik.
Pirelli sengaja membawa kombinasi C2, C3, dan C4 untuk memperkecil perbedaan waktu antara strategi satu dan dua pit stop.
Hujan Bisa Mengubah Balapan
Cuaca juga menjadi faktor yang sulit diabaikan.
Prakiraan Formula 1 menunjukkan peluang hujan sekitar 50 persen pada Jumat, 40 persen pada Sabtu, dan 30 persen pada Minggu. Suhu udara diperkirakan berada di kisaran 31–32 derajat Celsius.
Kondisi panas dan lembap khas Sepang dapat berubah cepat jika hujan turun.
Hal itu membuat FP2 menjadi sesi penting. Tim akan menggunakan sesi tersebut untuk mengukur degradasi ban sekaligus menjalankan simulasi balapan.
Mercedes Bawa Upgrade
Mercedes datang ke Sepang sebagai tim yang paling konsisten sepanjang musim.
Kimi Antonelli memimpin klasemen pembalap dengan 302 poin. George Russell berada di posisi kedua dengan 236 poin. Antonelli telah mengoleksi delapan kemenangan.
Mercedes juga memimpin klasemen konstruktor dengan keunggulan besar atas Ferrari.
Menariknya, tim membawa paket pembaruan untuk W17 di Sepang.
“Peningkatan ini seharusnya memberikan cengkeraman yang lebih baik dan gaya tekan ke bawah yang lebih besar pada mobil,” kata Antonelli.
Tambahan grip dan downforce berpotensi membantu Mercedes di rangkaian tikungan cepat Sepang. Namun, efektivitas paket baru itu tetap bergantung pada kemampuan mobil menjaga temperatur ban.
Russell Datang dengan Momentum
Russell tiba di Malaysia setelah menang di Azerbaijan.
Ia merebut pole dan mengalahkan Verstappen dengan selisih hanya 0,196 detik. Performa Russell juga meningkat setelah jeda musim panas.
“Kepercayaan diri telah kembali, bahkan tumbuh lagi,” ujar Russell.
Momentum itu membuat Russell layak masuk daftar kandidat kemenangan. Namun, Sepang menghadirkan tantangan berbeda dibandingkan Baku, terutama dalam pengelolaan ban.
Antonelli juga tidak bisa dikesampingkan. Delapan kemenangan sepanjang musim menunjukkan kecepatannya tetap menjadi patokan.
Pembalap Italia itu bahkan mengakui Russell sedang mendapatkan momentum setelah kemenangan di Azerbaijan.
Verstappen Mengintai
Max Verstappen menjadi ancaman terkuat dari luar Mercedes.
Pembalap Red Bull itu finis kedua dalam dua seri terakhir. Di Azerbaijan, ia hanya tertinggal 0,196 detik dari Russell.
Verstappen juga belum meraih kemenangan sepanjang musim 2026.
“Saya ingin menang. Itulah tujuan saya di sini dan saya hampir berhasil,” katanya kepada Reuters.
Ia memiliki pengalaman tambahan karena pernah menang di Sepang pada 2017. Meski demikian, mobil dan regulasi saat ini sudah jauh berbeda.
McLaren juga berpotensi ikut mengganggu. Karakter tikungan cepat Sepang bisa lebih sesuai dengan mobil mereka dibandingkan Baku. Ferrari, di sisi lain, masih harus mengatasi kekurangan performa yang diakui Lewis Hamilton dan Charles Leclerc.
Prediksi GP Bahrain Malaysia 2026
Sebelum FP1, George Russell menjadi kandidat kuat untuk kemenangan. Momentum dari Baku dan upgrade Mercedes menjadi modal utamanya.
Kimi Antonelli tetap menjadi ancaman terbesar karena konsistensinya sepanjang musim. Sementara itu, Max Verstappen berpeluang memanfaatkan setiap kesalahan Mercedes.
Prediksi podium sebelum latihan berlangsung: Russell, Antonelli, dan Verstappen.
Namun, prediksi itu masih bisa berubah setelah FP2. Data long run, degradasi ban, dan kondisi cuaca akan memberikan gambaran yang jauh lebih jelas.
Editor : Lugas Rumpakaadi