RADAR BANYUWANGI – Seragam polisi tak menghalangi Bripda Achmad Luthfi Khoirozi untuk mengukir prestasi di gelanggang pencak silat. Personel Polsek Kalibaru, Polresta Banyuwangi, itu sukses menyabet Juara I Kategori Tanding Kelas D Putra Dewasa dalam Kejuaraan Pencak Silat International Referee Jury (IRJ) 24 Tahun 2026 di GOR Ken Arok, Kota Malang, Jumat (25/9). Kemenangan tersebut menjadi bukti bahwa disiplin dan semangat pantang menyerah mampu mengantarkan anggota Polri berprestasi di luar tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Keberhasilan Bripda Luthfi bukan diraih secara instan. Pesilat yang sehari-hari bertugas di Polsek Kalibaru itu tampil konsisten sejak babak penyisihan. Satu demi satu lawan berhasil ditaklukkan hingga akhirnya memastikan diri berdiri di podium tertinggi.
Persaingan di kelas tanding putra dewasa menuntut ketahanan fisik, ketepatan strategi, serta kemampuan membaca gerakan lawan. Dalam kejuaraan tersebut, Bripda Luthfi mampu menjaga performa hingga pertandingan berakhir dan membawa pulang gelar juara pertama.
Kapolsek Kalibaru AKP Achmad Junaedi menyebut prestasi tersebut merupakan buah dari kedisiplinan, latihan keras, dan semangat pantang menyerah yang terus dijaga anggotanya.
"Prestasi ini lahir dari kedisiplinan, latihan keras, dan semangat pantang menyerah. Tentu menjadi kebanggaan besar bagi keluarga besar Polsek Kalibaru maupun Polresta Banyuwangi," ujar Junaedi.
Bukti Polisi Tak Hanya Berprestasi di Bidang Kamtibmas
Menurut Junaedi, keberhasilan Bripda Luthfi menunjukkan bahwa personel Polri memiliki potensi besar untuk berkembang di berbagai bidang, termasuk olahraga bela diri. Selain menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, anggota kepolisian juga dapat mengharumkan nama institusi melalui kompetisi yang menjunjung tinggi sportivitas.
Apalagi, Bripda Luthfi bukan kali pertama mengikuti perlombaan pencak silat. Pengalaman bertanding dalam sejumlah kejuaraan sebelumnya menjadi bekal penting untuk menghadapi persaingan di IRJ 24 Tahun 2026.
"Anggota kami tersebut memang sudah sering mengikuti perlombaan sejenis," katanya.
Bagi Polsek Kalibaru, capaian tersebut menjadi kebanggaan sekaligus bukti bahwa pembinaan potensi personel dapat menghasilkan prestasi yang membanggakan. Keberhasilan itu juga memperlihatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara pelaksanaan tugas kedinasan dan pengembangan kemampuan pribadi.
Piala Juara I Diharapkan Jadi Pemantik Prestasi Anggota Lain
Junaedi berharap trofi yang dibawa pulang Bripda Luthfi tidak sekadar menjadi simbol kemenangan, tetapi juga mampu memantik semangat personel lain untuk terus menggali dan mengembangkan potensi diri.
Menurutnya, prestasi di bidang olahraga dapat menjadi sarana membangun kedisiplinan, mental tangguh, serta semangat berkompetisi secara sehat. Nilai-nilai tersebut juga relevan dengan pelaksanaan tugas kepolisian dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
"Semoga prestasi ini diikuti anggota lain dan bagi Luthfi bisa jadi pelecut agar bisa memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat," katanya.
Lebih jauh, keberhasilan anggota Polsek Kalibaru itu diharapkan dapat menginspirasi generasi muda Banyuwangi untuk menyalurkan bakat melalui kegiatan positif. Pencak silat sebagai olahraga bela diri sekaligus warisan budaya bangsa dinilai memiliki ruang besar untuk melahirkan atlet-atlet berprestasi yang menjunjung tinggi sportivitas dan persaudaraan.
Junaedi menegaskan, semangat Polri Presisi tidak hanya diwujudkan melalui pelaksanaan tugas kepolisian, tetapi juga lewat dedikasi dan kontribusi nyata personel di berbagai bidang.
"Semangat Polri Presisi ditunjukkan lewat dedikasi dan kontribusi nyata. Semoga ini memicu para pemuda Banyuwangi untuk terus mengembangkan bakat dengan menjunjung tinggi sportivitas dan persaudaraan," pungkasnya.
Prestasi Bripda Luthfi di kejuaraan pencak silat nasional tersebut menjadi pengingat bahwa pengabdian dan pencapaian pribadi dapat berjalan beriringan. Dari gelanggang pertandingan di Malang, anggota Polsek Kalibaru itu membawa pulang bukan hanya gelar juara, tetapi juga inspirasi bagi rekan sejawat dan generasi muda Banyuwangi. (sas/sgt)
Editor : Ali Sodiqin