RADAR BANYUWANGI – Dua perenang muda kini menjadi tumpuan Banyuwangi untuk berburu medali di Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Jawa Timur 2026. Jonathan Agus Purnomo dan M Nizar Faizullah terpilih dari 47 atlet dalam seleksi Akuatik Indonesia Banyuwangi di GOR Tawangalun, Sabtu (26/9), dan diproyeksikan membawa pulang dua medali dari ajang yang digelar di Surabaya tersebut.
Jonathan dan Nizar bukan dipilih secara instan. Performa keduanya telah dipantau sebelum seleksi digelar. Hasil di lintasan akhirnya memperkuat keputusan Akuatik Indonesia Banyuwangi untuk mengirim keduanya sebagai wakil daerah pada POPDA Jatim 2026.
Jonathan menunjukkan performa terbaik pada nomor gaya bebas dan kupu-kupu. Sementara itu, Nizar tampil menonjol di nomor gaya bebas dan punggung.
Keduanya dijadwalkan berlaga di Kolam Renang Kertajaya, Surabaya, pada 29 Oktober hingga 1 November 2026. Waktu persiapan yang tersisa bakal dimanfaatkan untuk menjaga performa sekaligus memastikan kondisi fisik mereka tetap prima.
Ketua Akuatik Indonesia Banyuwangi Aditya Ruli Delianto mengatakan, seleksi dilakukan untuk mendapatkan atlet yang paling siap bersaing di level provinsi. Pemantauan terhadap perkembangan atlet juga telah dilakukan sebagai salah satu bahan pertimbangan sebelum menentukan nama yang diberangkatkan.
"Seleksi ini kami gelar murni untuk memastikan atlet terbaik yang akan membawa nama Banyuwangi di ajang POPDA. Sebelumnya, kami sudah melakukan pemantauan terhadap perkembangan para atlet. Seleksi ini untuk memastikan atlet yang terpilih benar-benar siap," ujar Aditya.
Setelah dua nama ditetapkan, pekerjaan berikutnya justru tidak kalah penting. Aditya menyebut fokus pembinaan kini diarahkan untuk menjaga konsistensi performa Jonathan dan Nizar hingga hari pertandingan.
Kondisi kesehatan menjadi perhatian khusus. Sebab, persiapan menuju POPDA berlangsung ketika kasus influenza tengah merebak di Banyuwangi.
Aditya berharap kedua perenang bisa menjalani program persiapan secara maksimal dan tiba di Surabaya dalam kondisi fit. Target dua medali yang dipasang menjadi motivasi tambahan bagi keduanya.
"Harapannya, kedua atlet yang terpilih bisa kami siapkan sebaik mungkin. Minimal kondisi mereka tetap fit sampai pelaksanaan POPDA nanti, apalagi saat ini kasus influenza sedang merebak di Banyuwangi," ujar pria yang berprofesi sebagai notaris tersebut.
Bagi KONI Banyuwangi, POPDA juga memiliki arti lebih panjang dari sekadar perburuan medali pelajar. Ajang tersebut menjadi bagian dari proses pemantauan dan pematangan atlet muda sebelum memasuki persaingan yang lebih tinggi di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur tahun depan.
Ketua KONI Banyuwangi Ahmad Khoirullah mengatakan, performa atlet selama persiapan maupun pertandingan POPDA perlu terus dipantau. Catatan tersebut dapat menjadi bahan evaluasi untuk melihat perkembangan kemampuan atlet sekaligus menentukan pola pembinaan berikutnya.
"Selain memburu medali di POPDA, keikutsertaan atlet-atlet Banyuwangi juga menjadi bagian dari proses persiapan menuju Porprov Jatim tahun depan," pungkasnya.
Kini, Jonathan dan Nizar memiliki waktu sekitar sebulan untuk mematangkan persiapan. Dari 47 perenang yang mengikuti seleksi, keduanya mendapat kepercayaan membawa nama Banyuwangi. Targetnya sudah dipasang: dua medali dari kolam renang Kertajaya. (fre/sgt)
Editor : Ali Sodiqin