RADAR BANYUWANGI – Bahlil Mini Soccer Zona 9 Probolinggo-Pasuruan mulai bergulir hari ini, Senin (28/9). Sebanyak 16 tim sekolah dari Kota/Kabupaten Probolinggo serta Kota/Kabupaten Pasuruan langsung dihadapkan pada sistem gugur, dengan lima laga derbi antartim dari daerah yang sama menjadi pemanas babak 16 besar di Probolinggo Mini Soccer, Jalan Mastrip, Kedopok.
Hasil drawing yang dilakukan sebelumnya membuat persaingan sejak laga pertama dipastikan ketat. Dari 16 tim peserta, 10 di antaranya harus berhadapan dengan tim yang masih berada di wilayah yang sama.
Lima derbi tersebut yakni SMKN 1 Nguling kontra SMKN 1 Grati, sesama wakil Kabupaten Pasuruan; SMAN 4 Pasuruan kontra SMKS Untung Suropati, serta SMAN 2 Pasuruan kontra SMAN 4 Pasuruan, yang sama-sama berasal dari Kota Pasuruan.
Dua derbi lainnya mempertemukan wakil Probolinggo. SMA Unggulan Zaha menghadapi SMKN 2 Kraksaan dalam derbi Kabupaten Probolinggo. Sementara SMKN 2 Probolinggo bertemu SMAN 4 Probolinggo dalam duel sesama tim dari Kota Probolinggo.
Sudah Saling Baca Kekuatan
Derbi sejak babak awal bukan berarti menjadi laga tanpa persiapan. Sebaliknya, sejumlah tim justru sudah saling mengukur kekuatan sebelum pertandingan resmi dimulai.
Empat tim dari Kota Pasuruan, misalnya, disebut telah melakukan persiapan selama dua pekan. Mereka rutin berlatih pada sore hari sekaligus menggelar sparring bersama.
“Selama dua pekan ini, empat tim rutin menggelar latihan tiap sore dan sparring di tiga lapangan. Sehingga saat duel resmi di lapangan nanti, maka akan ada adu strategi,” kata Haryanto Pujo Laksono, Person in Charge (PIC) Bahlil Mini Soccer dari DPD Partai Golkar Kota Pasuruan.
Menurut Pujo, persiapan bersama itu membuat masing-masing tim relatif sudah mengetahui karakter permainan lawan. Mulai dari pola permainan, keunggulan, hingga celah yang bisa dimanfaatkan.
“Bahkan keempat tim telah sparring bersama,” imbuhnya.
Kondisi tersebut membuat pertandingan antartim Kota Pasuruan diprediksi tidak hanya mengandalkan kemampuan individu. Strategi dan kemampuan membaca permainan lawan bakal menjadi bagian penting dalam menentukan hasil.
Derbi Kabupaten Pasuruan, Adu Skill dan Sportivitas
Situasi serupa terjadi di Kabupaten Pasuruan. SMKN 1 Grati dan SMKN 1 Nguling langsung bertemu di babak 16 besar.
Kedua sekolah tersebut sama-sama berada di wilayah timur Kabupaten Pasuruan. Pertemuan ini sekaligus menjadi salah satu laga yang menarik perhatian karena kedua tim tentu sudah cukup memahami karakter permainan lawannya.
PIC Bahlil Mini Soccer DPD Partai Golkar Kabupaten Pasuruan, Gaung Andaka, meminta seluruh pemain tetap mengedepankan sportivitas.
“Kalian adalah pemain muda yang tentu akan menjadi andalan di masa depan. Buktikan skill kalian dengan meraih prestasi. Mini soccer adalah laga yang mengutamakan kerja sama tim,” tegasnya.
Gaung, yang pernah menjadi manajer Persekabpas di Liga Nusantara musim 2025-2026, menilai seluruh peserta memiliki peluang untuk bersaing. Terlebih, para peserta telah melakukan latihan dan pertandingan persahabatan sebagai bagian dari persiapan.
Venue Siap, 240 Pemain Dapat Perlindungan
Sementara itu, panitia Bahlil Mini Soccer Zona 9 memastikan seluruh persiapan pertandingan telah rampung. Probolinggo Mini Soccer yang berada di Jalan Mastrip, Kedopok, telah disiapkan untuk menjadi venue pertandingan selama dua hari.
Berbagai fasilitas pendukung telah tersedia, mulai dari sound system, banner, pembatas lapangan, hingga kebutuhan pertandingan lainnya. Petugas keamanan dan kesehatan juga telah disiapkan untuk mendukung jalannya turnamen.
Perlindungan bagi pemain juga menjadi perhatian panitia. Sebanyak 240 peserta mendapatkan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan selama mengikuti turnamen.
Perlindungan tersebut mencakup sejumlah risiko yang mungkin dialami peserta selama menjalani pertandingan.
“Alhamdulillah 100 persen Bahlil Mini Soccer Zona 9 siap dimulai Senin pagi,” kata Ainul Mashudi, panitia dari Jawa Pos Radar Bromo.
Sistem Gugur, Kalah Langsung Pulang
Bahlil Mini Soccer Zona 9 Probolinggo-Pasuruan digelar selama dua hari, Senin-Selasa (28-29/9). Sebanyak 16 tim akan bersaing menggunakan sistem gugur.
Format tersebut membuat setiap pertandingan menjadi krusial. Tim yang kalah harus langsung mengakhiri perjalanan di turnamen. Sebaliknya, tim yang menang masih harus menjalani pertandingan berikutnya pada hari yang sama untuk mengejar tiket menuju semifinal.
Dengan format itu, pertandingan hari pertama akan menyaring 16 peserta hingga tersisa empat tim semifinalis.
Sebelum pertandingan resmi dimulai, panitia juga menjadwalkan laga eksibisi yang mempertemukan tim Wali Kota Probolinggo melawan tim DPD Golkar Kota/Kabupaten Probolinggo-Pasuruan.
Panitia Jawa Pos Radar Bromo sebelumnya telah melakukan sejumlah rapat koordinasi, baik secara internal maupun bersama pihak eksternal untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai persiapan.
Pada hari kedua, Selasa (29/9), empat tim yang lolos akan kembali bertanding di babak semifinal. Dua pemenang semifinal kemudian bertemu di partai final untuk memperebutkan gelar juara pertama Bahlil Mini Soccer Zona 9.
Dengan lima derbi yang langsung tersaji di babak awal, persaingan di Zona Probolinggo-Pasuruan tidak hanya menjadi pertarungan menuju semifinal. Setiap tim juga membawa gengsi daerah dan sekolah masing-masing—dengan waktu yang sangat terbatas untuk membuat kesalahan. (gus/mas/fun/sgt)
Editor : Ali Sodiqin