RADAR BANYUWANGI — Sebanyak 16 tim SMA sederajat siap memasuki persaingan Bahlil Mini Soccer Asyik Menuju Puncak Zona 11 Situbondo-Banyuwangi. Hasil drawing menjadi penanda awal duel antartim, sementara bonus tambahan dari Yani Wijaya Baihaqi membuat perebutan juara semakin menarik. Khusus juara zona yang melaju ke putaran final Surabaya, tersedia bonus tambahan Rp10 juta dari Yani.
Drawing tersebut menjadi bagian dari rangkaian temu teknik Bahlil Mini Soccer Asyik Menuju Puncak Zona Situbondo-Banyuwangi. Turnamen dijadwalkan berlangsung pada 5–6 Oktober 2026 di Jl. Melati, Parse, Dawuhan, Kecamatan Situbondo, Kabupaten Situbondo.
Catatan redaksi: nama 16 tim dan hasil pasangan drawing pada bahan yang diterima masih tertulis “Xxxx/Ssss”. Karena itu, daftar pasangan pertandingan tidak dituliskan sampai data drawing final tersedia.
Zona Terakhir, Tiket Final Jadi Rebutan
Zona Situbondo-Banyuwangi merupakan zona ke-11 sekaligus penutup rangkaian babak penyisihan Bahlil Mini Soccer Asyik Menuju Puncak di Jawa Timur. Rangkaian turnamen ini digelar dalam 11 zona dengan setiap zona diikuti 16 tim.
Setelah seluruh babak zona selesai, para juara akan bertemu di Surabaya. Final dijadwalkan berlangsung pada 18–19 Oktober 2026.
Dengan demikian, pertandingan di Situbondo bukan hanya menentukan juara lokal. Satu tim terbaik dari Zona 11 akan mendapatkan tiket untuk melanjutkan perjalanan menuju putaran final di Surabaya.
Wakil Direktur Jawa Pos Radar Banyuwangi MS Muntoha mengatakan, dari setiap zona akan diambil satu juara untuk mewakili wilayahnya pada putaran final di Surabaya.
Bonus Tambahan Jadi Daya Tarik
Selain hadiah resmi turnamen, terdapat bonus tambahan yang disiapkan Ketua DPD Partai Golkar Situbondo Yani Wijaya Baihaqi.
Untuk juara pertama, hadiah resmi sebesar Rp4 juta mendapat tambahan Rp4 juta. Juara kedua mendapat tambahan Rp3 juta, sedangkan juara ketiga memperoleh tambahan Rp2 juta.
Bonus juga disiapkan untuk sejumlah kategori individu dan suporter. Dalam bahan panitia, kategori tersebut meliputi pemain terbaik, top scorer, dan suporter terbaik.
Yang paling mencolok, juara Zona 11 yang menjadi wakil menuju Surabaya mendapat bonus tambahan Rp10 juta dari Yani.
Bonus tersebut diberikan di luar hadiah resmi turnamen.
“Hadiah resmi juara yang disiapkan panitia adalah Rp4 juta. Saya tambahi Rp4 juta bagi pemenang pertama. Untuk juara 2 sebanyak Rp3 juta, juara 3 sebanyak Rp2 juta, harapan 1 sebanyak Rp1 juta, pemain terbaik Rp500 ribu, suporter terbaik dapat tambahan Rp1 juta, dan top skorer dapat tambahan Rp1 juta. Itu di luar hadiah resmi. Itu bonus dari saya,” kata Yani.
Sportivitas Jadi Pesan Utama
Yani juga mengingatkan peserta agar pertandingan tetap menjunjung sportivitas dan kejujuran.
“Di seluruh Jawa Timur ada 11 zona. Dan di Situbondo dan Banyuwangi ini merupakan zona terakhir penyelenggaraan. Kita harus junjung tinggi sportivitas dan kejujuran,” katanya.
Turnamen tersebut terselenggara melalui kerja sama DPD Partai Golkar Jawa Timur dan jaringan Radar se-Jawa Timur. Secara keseluruhan, turnamen melibatkan 176 tim pelajar yang tersebar di 11 zona.
Ketua Komite Sepakbola Mini Indonesia (KSMI) Situbondo Rosi mengatakan kompetisi ini menjadi ruang bagi pelajar untuk menunjukkan kemampuan yang selama ini diasah melalui latihan di sekolah maupun klub.
“Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada penyelenggara yang telah memberikan dukungan, terutama Partai Golkar dan Jawa Pos Radar Situbondo, serta pihak-pihak yang turut mendukung, baik sekolah maupun lembaga,” ujar Rosi yang juga menjabat Sekjen PSSI Situbondo.
Dukungan kegiatan juga datang dari Ketua DPD Golkar Banyuwangi Eva Hestiawati.
Kini, setelah tahapan temu teknik dan drawing, 16 tim tinggal menunggu pertandingan. 5–6 Oktober 2026 menjadi tanggal yang ditunggu untuk menentukan siapa yang menjadi juara Zona 11 sekaligus mengamankan tiket menuju panggung final di Surabaya. (*)
Editor : Ali Sodiqin