Max Verstappen P1 di FP3 F1 Azerbaijan 2026, Mercedes dan Ferrari Masih Mengancam

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 18:33 WIB
Max Verstappen memacu Red Bull pada FP3 Formula 1 GP Azerbaijan 2026 di Baku. Verstappen mencatat waktu tercepat 1 menit 43,922 detik, hanya unggul 0,099 detik atas George Russell. (F1)
Max Verstappen memacu Red Bull pada FP3 Formula 1 GP Azerbaijan 2026 di Baku. Verstappen mencatat waktu tercepat 1 menit 43,922 detik, hanya unggul 0,099 detik atas George Russell. (F1)

RADAR BANYUWANGI – Max Verstappen memang menjadi pembalap tercepat pada FP3 Formula 1 GP Azerbaijan 2026. Namun, ada satu angka yang jauh lebih menarik menjelang kualifikasi: 0,111 detik.

Itulah jarak yang memisahkan tiga pembalap teratas dari tiga tim berbeda.

Berdasarkan hasil FP3 yang dilaporkan Reuters, Verstappen membawa Red Bull ke puncak dengan catatan 1 menit 43,922 detik. George Russell hanya tertinggal 0,099 detik. Lewis Hamilton lebih dekat lagi dengan Russell. Selisihnya cuma 0,012 detik.

Artinya, Verstappen, Russell, dan Hamilton hanya terpisah 0,111 detik.

Kimi Antonelli berada di posisi keempat. Charles Leclerc melengkapi lima besar.

Hasil FP3 itu mengubah peta kekuatan di Baku.

Mercedes sebelumnya menguasai FP1 dan FP2. Kini Red Bull dan Ferrari sudah berada dalam jarak serang.

Meski demikian, posisi pertama Verstappen belum otomatis berarti Red Bull sudah memiliki mobil tercepat.

Ada slipstream. Ada angin kencang. Ada pula lap terakhir Russell yang tidak sempurna.

Karena itu, klasemen FP3 harus dibaca lebih dalam daripada sekadar melihat siapa yang berada di P1.

Verstappen Cepat, tetapi Tow Ikut Membantu

Verstappen mengambil alih posisi teratas pada menit-menit akhir FP3.

Motorsport melaporkan bahwa lap terbaik pembalap Red Bull itu mendapat bantuan slipstream cukup besar di lintasan lurus Baku.

Faktor tersebut penting.

Baku merupakan salah satu sirkuit yang sangat menguntungkan pembalap yang mendapat tow. Bagian lurus setelah Tikungan 16 sangat panjang. Mobil yang berada pada jarak tepat di belakang rival bisa mengurangi hambatan udara dan mendapatkan tambahan kecepatan.

Karena itu, catatan 1:43,922 milik Verstappen tidak bisa dilepaskan dari konteks tersebut.

Namun, kecepatan Red Bull tetap nyata.

Menurut laporan The Race, Verstappen masih berpeluang mempertajam catatan waktunya pada percobaan berikutnya. Upaya itu gagal setelah dia melakukan kesalahan di Tikungan 15.

Masalahnya, RB22 belum sepenuhnya nyaman dikendarai.

Verstappen beberapa kali melebar. Dia juga mengeluhkan mobil yang memantul di permukaan jalan Baku.

Dalam komunikasi radio yang dikutip Grande Prêmio, Verstappen mengatakan, “Mobil ini melompat-lompat seperti kanguru.”

Keluhan tersebut muncul ketika Red Bull terlihat cukup sulit dikendalikan di atas permukaan jalan yang bergelombang.

Di situlah situasi Red Bull menjadi menarik.

Kecepatannya sudah cukup untuk mengalahkan Mercedes dalam satu putaran. Namun, Verstappen belum mendapatkan mobil yang sepenuhnya stabil.

Masih ada waktu yang mungkin bisa ditemukan. Risiko melakukan kesalahan juga tetap besar.

Mercedes Kehilangan P1, Bukan Kecepatan

Russell memang gagal memimpin FP3. Namun, jika tiga sesi latihan dibaca sebagai satu rangkaian, Mercedes masih menunjukkan fondasi performa yang kuat.

Dalam laporan resminya, Mercedes mencatat Russell memimpin FP1 dengan waktu 1:45,387. Dia kembali menjadi yang tercepat di FP2 dengan 1:43,347.

Russell unggul 0,552 detik atas Antonelli dan 0,827 detik atas Verstappen.

Bahkan sejak Kamis, Russell sudah memperkirakan jarak Mercedes dengan para rival bakal mengecil.

“Mobil terasa kompetitif untuk satu putaran. Saya yakin jaraknya akan semakin rapat ketika kami memasuki kualifikasi,” kata Russell dalam keterangan resmi Mercedes.

Prediksi itu terbukti.

Dari unggul 0,827 detik atas Verstappen pada FP2, Russell kemudian hanya kalah 0,099 detik pada FP3.

Mercedes pun tidak pernah menganggap keunggulan besar pada FP2 sebagai gambaran kekuatan sebenarnya.

Direktur Teknik Trackside Mercedes Andrew Shovlin menyatakan bahwa selisih besar di papan waktu belum mencerminkan peta persaingan yang sesungguhnya.

“Kami tidak memperkirakan selisih pada catatan waktu hari ini benar-benar mencerminkan peta persaingan yang sesungguhnya,” kata Shovlin dalam rilis Mercedes.

Menurut dia, sejumlah rival belum mengeluarkan seluruh potensi mobil ketika menggunakan ban lunak.

FP3 membuktikan perkiraan tersebut.

Russell sempat menjadi acuan dengan catatan 1:44,021. Namun, percobaan berikutnya berantakan. Dia mengunci roda dan nyaris menyentuh pembatas.

Reuters melaporkan Russell masih sempat menghentikan mobil sebelum terjadi benturan.

Artinya, selisih 0,099 detik dari Verstappen tidak lahir setelah Russell menyelesaikan lap terakhir yang sempurna.

Itu pula yang membuat Mercedes tetap menjadi kekuatan utama dalam perebutan posisi terdepan.

Kecepatan Jangka Panjang Mercedes Juga Menjanjikan

Ada sinyal lain yang tidak terlihat langsung dari klasemen FP3.

Mercedes bukan hanya cepat dengan bahan bakar rendah. Russell juga menyelesaikan program dengan bahan bakar lebih banyak pada FP2.

Data latihan menunjukkan Mercedes tetap kompetitif dalam simulasi stint panjang. Meski demikian, perbandingannya harus dibaca hati-hati karena jumlah putaran dan jenis ban yang digunakan setiap pembalap tidak sama.

Dalam keterangan resmi tim, Russell mengatakan setelah FP2 bahwa kecepatan balapan Mercedes terlihat sangat berimbang dengan McLaren dan Red Bull.

Pernyataan tersebut memberikan gambaran berbeda dari catatan waktu satu putaran.

Dalam simulasi kualifikasi, Mercedes terlihat jauh di depan pada Kamis. Namun, untuk kecepatan balapan, Russell justru melihat rival berada lebih dekat.

Kesimpulannya bukan Mercedes dominan.

Lebih tepat jika dikatakan Mercedes sejauh ini menjadi tim yang paling konsisten dalam berbagai kondisi.

Waktu FP2 dan FP3 Tidak Bisa Dibandingkan Mentah

Catatan terbaik Russell pada FP2, 1:43,347, lebih cepat daripada 1:43,922 milik Verstappen pada FP3.

Namun, angka tersebut tidak serta-merta membuktikan Mercedes lebih cepat.

Kondisi kedua sesi berbeda.

Reuters melaporkan FP3 berlangsung dalam kondisi yang jauh lebih berangin. Hembusan angin membuat sejumlah pembalap, termasuk Verstappen dan Hamilton, melebar ke area luar lintasan. Russell juga mengalami masalah serupa.

Prakiraan resmi Formula 1 untuk Jumat menyebut kecepatan angin rata-rata sekitar 24,5 kilometer per jam. Hembusannya bahkan berpotensi mencapai 64,8 kilometer per jam.

Peluang hujan diperkirakan nol persen.

Di Baku, angin bukan persoalan sepele.

Tikungan-tikungan 90 derajat menuntut pengereman keras dan kestabilan mobil. Pada saat yang sama, lintasan lurus yang panjang membuat perubahan arah dan kekuatan angin dapat memengaruhi perilaku mobil secara signifikan.

Karena itu, waktu absolut FP2 dan FP3 sebaiknya tidak dibandingkan secara langsung.

Yang lebih penting adalah polanya.

Mercedes cepat sejak awal. Red Bull kemudian berhasil memangkas jarak.

Hamilton Bawa Ferrari Kembali ke Pertarungan

Ferrari juga berubah dari penonton menjadi ancaman.

Reuters mencatat Hamilton hanya berada di P5 pada FP2. Dia tertinggal 1,318 detik dari Russell.

Leclerc satu posisi lebih baik, tetapi juga tertinggal lebih dari satu detik dari Mercedes terdepan.

Hamilton mengakui Ferrari kehilangan posisi ketika sesi Kamis berkembang.

"Entah mengapa, tim-tim lain mampu membuat langkah lebih besar," kata Hamilton dalam wawancara resmi Formula 1.

Hamilton juga menyoroti kesulitan membawa ban ke suhu kerja yang tepat serta kekurangan Ferrari dalam kecepatan lurus dibanding Mercedes.

Beberapa jam kemudian, situasinya berubah.

Berdasarkan klasifikasi FP3 yang diberitakan Reuters, Hamilton melesat ke posisi ketiga dengan catatan 1:44,033.

Dia hanya tertinggal 0,012 detik dari Russell dan 0,111 detik dari Verstappen.

Lap Hamilton juga mendapatkan keuntungan dari kondisi lalu lintas yang lebih menguntungkan di lintasan lurus.

Karena itu, P3 belum cukup menjadi bukti bahwa Ferrari mempunyai kecepatan murni setara Mercedes dan Red Bull.

Namun, Ferrari kini mempunyai suatu peluang yang tidak terlihat pada FP2.

Di Baku, satu slipstream yang tepat dan satu putaran bersih bisa mengubah urutan dengan cepat.

McLaren: Pembaruan Ada, Kecepatan Belum Keluar

Situasi berbeda dialami McLaren.

Reuters mencatat Oscar Piastri hanya berada di P7 dengan selisih 0,824 detik. Lando Norris menyusul di posisi kedelapan, tertinggal 0,977 detik dari Verstappen.

Masalah sudah terlihat sejak Kamis.

Dalam laporan latihan resminya, McLaren menjelaskan bahwa tim datang ke Azerbaijan dengan perubahan pada bodi mobil, lantai, dan pilihan H-Wing dengan downforce lebih tinggi.

Menurut tim, data awal menunjukkan paket baru bekerja sesuai simulasi. Namun, kerusakan pada bagian depan lantai mobil mengganggu program kedua pembalap pada FP1.

Norris tidak menutup-nutupi kelemahan mobilnya.

“Di sirkuit dengan tikungan lambat dan lintasan lurus panjang, kami kehilangan banyak waktu,” kata Norris dalam laporan resmi McLaren.

Dia mengakui McLaren tertinggal jauh dari barisan depan.

Piastri sedikit lebih optimistis.

“Kecepatan kami untuk stint panjang cukup baik,” ujar Piastri dalam keterangan yang sama.

Meski demikian, pembalap Australia itu juga menegaskan McLaren masih harus menemukan tambahan performa untuk mengejar Mercedes.

FP3 menunjukkan pekerjaan itu belum selesai.

McLaren masih tertinggal hampir satu detik dari puncak.

Baku bukan hanya menuntut kecepatan di tikungan. Efisiensi di lintasan lurus juga sangat menentukan.

Itulah yang membuat posisi McLaren menjelang kualifikasi lebih mengkhawatirkan dibanding Ferrari.

Alpine Ikut Mengganggu

Di tengah duel Mercedes, Red Bull, dan Ferrari, Pierre Gasly menyelipkan Alpine ke posisi keenam.

Menurut hasil FP3 yang dilaporkan Reuters, Gasly mencatat 1:44,637. Dia hanya tertinggal 0,715 detik dari Verstappen.

Bahkan, Gasly mampu berada di depan dua McLaren.

Franco Colapinto menempatkan Alpine kedua di P10.

Hasil itu membuat persaingan menuju Q3 semakin sulit ditebak.

Mulai Colapinto di P10 hingga kelompok di belakangnya, jarak antarmobil sangat tipis.

Satu kali kehilangan titik pengereman, terjebak lalu lintas, atau gagal mendapatkan slipstream bisa menjatuhkan seorang pembalap beberapa posisi sekaligus.

Di Baku, itu dapat menjadi pembeda antara lolos ke Q3 atau bahkan tersingkir lebih awal.

Tiga Angka Penting dari FP3

Ada tiga angka yang paling menggambarkan situasi menjelang kualifikasi.

0,099 detik. Jarak Verstappen dengan Russell.

0,111 detik. Selisih yang mencakup Verstappen, Russell, dan Hamilton dari tiga tim berbeda.

0,977 detik. Defisit Norris dari Verstappen. Angka itu menunjukkan pekerjaan McLaren masih cukup besar.

Tiga angka tersebut menjelaskan mengapa posisi akhir FP3 tidak bisa dibaca mentah-mentah.

Red Bull punya kecepatan. Namun, Verstappen masih mengeluhkan mobil yang memantul.

Mercedes kehilangan P1. Namun, kecepatannya konsisten sejak FP1.

Ferrari mendadak berada dalam rentang sepersepuluh detik.

McLaren justru masih mencari jawaban.

P1 Verstappen Belum Menjawab Semua

Kesimpulan FP3 bukan bahwa Red Bull kini memiliki mobil tercepat.

Yang berubah adalah tingkat ancamannya.

Pada Kamis, Mercedes terlihat mempunyai jarak cukup aman. Russell bahkan memimpin dua sesi pertama.

Mercedes sendiri sejak awal memperkirakan keunggulan tersebut akan menyusut ketika rival mulai menemukan setelan terbaik dan kondisi lintasan membaik.

Itulah yang terjadi.

Verstappen kini cukup cepat untuk menyerang Mercedes. Hamilton membawa Ferrari masuk dalam perhitungan. Russell tetap hanya terpaut 0,099 detik meski gagal menyelesaikan percobaan terakhir dengan sempurna.

Ada satu faktor lain yang bakal sangat menentukan, yakni eksekusi di lintasan.

Baku tidak memberi banyak ruang untuk melakukan kesalahan.

Tembok sangat dekat. Titik pengereman mudah terlewat. Angin kencang mengganggu keseimbangan mobil. Slipstream pun bisa menjadi keuntungan sekaligus jebakan.

Karena itu, perebutan pole bukan hanya soal siapa yang memiliki mobil tercepat.

Ban harus berada pada suhu yang tepat. Lalu lintas harus bersih. Slipstream harus didapat pada waktu yang pas.

Verstappen menutup FP3 dengan 1:43,922.

Russell hanya tertinggal 0,099 detik.

Hamilton terpaut 0,111 detik.

Tiga tim berada dalam jarak yang nyaris tidak terlihat.

Kualifikasi GP Azerbaijan 2026 berlangsung Jumat (25/9) pukul 16.00 waktu Baku atau 19.00 WIB.

Setelah tiga sesi latihan, Mercedes masih menunjukkan performa paling konsisten.

Namun, ruang nyaman yang mereka miliki pada Kamis telah hilang.

Editor : Lugas Rumpakaadi
F1 GP Azerbaijan 2026 FP3 Azerbaijan 2026 max verstappen George Russell lewis hamilton