Bahlil Mini Soccer Zona Madura: 3 Wakil Pamekasan Lolos Semifinal, Sumenep Jadi Penantang

Syaifuddin Mahmud • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 17:22 WIB
KETAT: Pemain MAN 2 Pamekasan (jersey hijau) menghalau bola atas saat mendapat serangan dari pemain-pemain SMAN 4 Pamekasan di Turnamen Bahlil Mini Soccer Asyik Menuju Puncak Zona 8 Madura di Puri Dewata Mini Soccer Pamekasan, Jumat (25/9).(FAHMI JALIL/RADAR MADURA)
KETAT: Pemain MAN 2 Pamekasan (jersey hijau) menghalau bola atas saat mendapat serangan dari pemain-pemain SMAN 4 Pamekasan di Turnamen Bahlil Mini Soccer Asyik Menuju Puncak Zona 8 Madura di Puri Dewata Mini Soccer Pamekasan, Jumat (25/9).(FAHMI JALIL/RADAR MADURA)

RADAR BANYUWANGI - Tiga dari empat tiket semifinal Turnamen Bahlil Mini Soccer Asyik Menuju Puncak Zona 8 Madura dikuasai tim tuan rumah Pamekasan. SMAN 2, SMAN 4, dan SMAN 3 Pamekasan berhasil melewati babak delapan besar, sementara satu tiket lainnya menjadi milik SMAN Ambunten Sumenep yang lolos setelah lawannya dinyatakan walk out (WO).

Dominasi tersebut terlihat dari hasil pertandingan babak delapan besar. Tiga wakil Pamekasan sama-sama mampu mengamankan kemenangan untuk menjaga peluang merebut tiket final.

logo minisoccer

SMAN 2 Pamekasan menjadi tim pertama yang memastikan langkahnya ke semifinal. Mereka harus melewati pertandingan ketat menghadapi sesama wakil Pamekasan, MAN 2 Pamekasan.

Pertandingan berakhir dengan skor 2-1 untuk kemenangan SMAN 2 Pamekasan.

SMAN 4 Menang 4-2

Tiket semifinal berikutnya diamankan SMAN 4 Pamekasan. Menghadapi SMAN 1 Kedungdung Sampang, mereka tampil produktif dan mengakhiri pertandingan dengan kemenangan 4-2.

Hasil tersebut membuat dua wakil Pamekasan sudah memastikan tempat di empat besar.

SMAN 3 Pamekasan kemudian melengkapi dominasi tuan rumah. Mereka tampil meyakinkan ketika menghadapi SMA Tahfidz Darul Ulum Banyuanyar Pamekasan.

SMAN 3 Pamekasan menang 3-0 dan memastikan Pamekasan mengirim tiga wakil ke semifinal.

SMAN Ambunten Lolos Tanpa Bertanding

Satu tiket lainnya menjadi milik SMAN Ambunten Sumenep. Namun, tiket tersebut diraih tanpa pertandingan.

Lawan mereka, SMKN 2 Sampang, dinyatakan walk out karena terlambat hadir. Dengan demikian, kemenangan diberikan kepada SMAN Ambunten Sumenep.

Bagi SMAN Ambunten, keberhasilan tersebut menjadi catatan tersendiri. Mereka menjadi satu-satunya wakil Sumenep yang mampu bertahan hingga babak semifinal.

Pelatih SMAN Ambunten Sumenep Nur Khalis mengaku bersyukur dengan pencapaian tersebut. Apalagi, turnamen ini menjadi pengalaman pertama timnya mengikuti kompetisi mini soccer.

“Puji syukur, SMAN Ambunten menjadi satu-satunya dari Sumenep yang sampai semifinal. Kalau di Sumenep, kami tim sepak bola. Ini baru pertama kali ikut mini soccer,” kata Khalis.

Hadapi Tuan Rumah, SMAN Ambunten Diminta Bermain Lepas

Khalis mengakui tekanan cukup terasa karena timnya bermain di wilayah yang memiliki kultur sepak bola kuat.

Namun, pengalaman para pemain dalam pertandingan persahabatan menjadi modal untuk menghadapi tekanan tersebut.

“Meski berada di kandang lawan dan banyak tekanan karena budaya mereka sepak bola, pemain sudah punya pengalaman saat persahabatan. Meski ada tekanan, mereka bisa mengatasinya,” ujarnya.

Menghadapi semifinal, Khalis tidak ingin anak asuhnya terbebani target. Dia meminta para pemain tampil lepas dan menikmati pertandingan.

“Saya minta kepada pemain agar bermain lepas,” pungkasnya.

Persaingan Menuju Final Makin Ketat

Ketua Bahlil Mini Soccer Asyik Menuju Puncak Arif Fathoni mengatakan, lolos ke semifinal bukan berarti perjuangan menjadi lebih mudah.

Sebaliknya, empat tim yang tersisa harus meningkatkan persiapan karena setiap pertandingan akan menentukan langkah menuju perebutan gelar juara.

“Setelah ini persaingan semakin ketat. Tim yang lolos harus mempersiapkan diri dengan baik, baik secara fisik maupun strategi, karena setiap pertandingan akan menentukan langkah menuju juara,” kata Arif.

Dia meminta seluruh semifinalis menjaga kondisi pemain dan memanfaatkan waktu persiapan secara maksimal. Evaluasi pertandingan sebelumnya juga menjadi bagian penting agar kesalahan yang sama tidak kembali terjadi.

Arif berharap babak semifinal berlangsung lebih menarik dengan persaingan yang tetap menjunjung sportivitas.

“Semua sudah sampai semifinal. Tinggal bagaimana mereka mempersiapkan diri dan tampil maksimal. Semoga pertandingan berikutnya tetap seru, sportif, dan berjalan lancar,” ujarnya.

Tensi Tinggi Perebutkan Piala Jawa Timur

Direktur Jawa Pos Radar Madura Abdul Aziz menilai pertandingan babak delapan besar berlangsung kompetitif. Masing-masing tim tampil dengan motivasi tinggi untuk mengamankan tempat di semifinal.

“Permainannya cukup kompetitif. Anak-anak menunjukkan semangat bertanding yang tinggi dan masing-masing tim berusaha memberikan permainan terbaik,” ujar Aziz.

Dia berharap atmosfer kompetisi tetap terjaga pada babak semifinal. Persaingan yang semakin ketat diharapkan tidak mengurangi sportivitas antarpemain.

Pengawas pertandingan Abdul Hamid juga melihat intensitas pertandingan delapan besar cukup tinggi. Setiap tim memiliki target untuk melaju sehingga permainan berlangsung kompetitif.

“Pertandingan cukup maksimal. Tensinya tinggi dan permainan tim juga sangat kompetitif,” kata Hamid.

Menurut dia, antusiasme pemain semakin terasa karena turnamen tersebut memperebutkan Piala Jawa Timur. Selain itu, mini soccer masih tergolong sebagai cabang olahraga yang relatif baru sehingga menjadi pengalaman menarik bagi para peserta.

“Apalagi ada Piala Jawa Timur yang diperebutkan. Mini soccer juga termasuk cabor baru, sehingga anak-anak terlihat sangat antusias dan tensi bermainnya cukup tinggi,” tegasnya.

Kini empat tim telah berada di gerbang final. Tiga wakil Pamekasan akan berusaha mempertahankan dominasi tuan rumah, sementara SMAN Ambunten Sumenep membawa misi menjadi satu-satunya tim dari luar Pamekasan yang mampu menembus partai puncak. (afg/han/aif)

Editor : Ali Sodiqin
Bahlil Mini Soccer Mini Soccer Madura SMAN Pamekasan SMAN Ambunten semifinal mini soccer