Russell Pimpin FP2 GP Azerbaijan 2026, Verstappen Masih Simpan Ancaman

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 20:57 WIB
George Russell mengendarai Mercedes W17 pada sesi FP2 GP Azerbaijan 2026 di Baku. Russell menjadi yang tercepat dengan catatan 1 menit 43,347 detik dan membawa Mercedes mengunci posisi pertama dan kedua bersama Kimi Antonelli. (Mercedes-AMG F1)
George Russell mengendarai Mercedes W17 pada sesi FP2 GP Azerbaijan 2026 di Baku. Russell menjadi yang tercepat dengan catatan 1 menit 43,347 detik dan membawa Mercedes mengunci posisi pertama dan kedua bersama Kimi Antonelli. (Mercedes-AMG F1)

RADAR BANYUWANGI - George Russell membuat Mercedes terlihat selangkah di depan para rival pada FP2 Formula 1 GP Azerbaijan 2026. Pembalap Inggris itu mencatat waktu 1 menit 43,347 detik. Dia mengungguli rekan setimnya, Kimi Antonelli, dengan selisih 0,552 detik.

Max Verstappen berada di posisi ketiga. Pembalap Red Bull itu tertinggal 0,827 detik dari Russell.

Laporan resmi Formula 1 mencatat Russell menyapu bersih dua sesi latihan Kamis di Baku setelah sebelumnya juga menjadi yang tercepat pada FP1.

Sekilas, hasil tersebut menggambarkan dominasi Mercedes. Namun, angka pada papan waktu tidak menceritakan semuanya.

Dalam laporan langsung FP2, Autosport mencatat lap tercepat Russell mendapat bantuan efek tarikan dari mobil Gabriel Bortoleto di lintasan lurus Baku. Sementara itu, sebelum beralih ke ban lunak, Verstappen sempat lebih cepat beberapa perseratus detik daripada Russell ketika keduanya menggunakan ban medium.

McLaren juga belum menjalani program yang sepenuhnya representatif. Masalah pada area lantai mengganggu persiapan Lando Norris dan Oscar Piastri sejak FP1.

Karena itu, satu kesimpulan memang sudah terlihat: Mercedes menjadi patokan setelah FP2.

Yang belum bisa dipastikan adalah seberapa besar keunggulan sebenarnya.

Russell konsisten, bukan sekadar cepat dalam satu lap

Kekuatan Mercedes tidak hanya terlihat dari selisih lebih dari setengah detik pada FP2. Yang lebih penting adalah konsistensi Russell sepanjang hari.

Berdasarkan laporan resmi Formula 1, Russell mencatat 1:45,387 pada FP1. Dia unggul 0,400 detik atas Verstappen. Charles Leclerc dan Lewis Hamilton menyusul di belakangnya.

Antonelli berada di posisi kelima setelah sesinya terhenti akibat masalah hidrolik.

Russell kembali menjadi acuan pada FP2. Dia sempat memimpin dengan 1:43,759 sebelum memperbaiki catatannya menjadi 1:43,347. Antonelli kemudian menyusul dengan 1:43,899 untuk mengunci posisi pertama dan kedua bagi Mercedes.

Tetapi, lap terbaik Russell memiliki konteks penting.

Autosport melaporkan bahwa Russell mendapat efek tarikan dari Audi milik Bortoleto. Di Baku, keuntungan seperti itu cukup berarti karena bagian akhir lintasan merupakan zona kecepatan tinggi yang sangat panjang menuju garis start-finis.

Itu sebabnya selisih 0,552 detik antara Russell dan Antonelli tidak bisa dibaca mentah-mentah.

Namun, menganggap Mercedes hanya cepat karena bantuan tarikan juga terlalu sederhana.

Russell sudah menjadi yang tercepat sejak FP1. Mercedes juga mampu menempatkan dua mobil di posisi teratas FP2.

Sehari sebelum latihan, Russell menegaskan dalam konferensi pers resmi FIA bahwa fokus utamanya bukan sekadar menghitung peluang dalam perebutan gelar.

“Performa adalah prioritas terbesar,” kata Russell.

Dua sesi latihan pertama menunjukkan bahwa Mercedes setidaknya datang ke Baku dengan dasar performa yang kuat.

Menariknya, daftar pembaruan teknis yang dirilis Formula 1 menunjukkan Mercedes tidak membawa paket khusus ke Azerbaijan. Tim memilih memaksimalkan paket yang sudah ada ketika sejumlah rival justru membawa perubahan aerodinamika baru.

Antonelli kehilangan banyak waktu, tetapi tetap kedua

Penampilan Antonelli juga patut diperhitungkan.

Formula 1 melaporkan FP1-nya terhenti sekitar pertengahan sesi ketika Mercedes mengalami masalah hidrolik di Tikungan 7. Sebelum masalah itu muncul, Antonelli sempat berada di bagian atas catatan waktu dengan ban keras.

Gangguan tersebut membuat Antonelli kehilangan kesempatan membangun ritme secara normal.

Padahal, kepercayaan diri menjadi faktor penting di Baku. Dinding berada sangat dekat dan kesalahan kecil bisa berakhir mahal.

Dalam wawancara Formula 1 menjelang akhir pekan, Antonelli sudah menyinggung karakter tersebut.

“Anda hampir tidak punya ruang untuk melakukan kesalahan,” katanya.

Antonelli menjelaskan bahwa pembalap perlu membangun kecepatan secara bertahap sebelum mengeluarkan seluruh kemampuan ketika benar-benar dibutuhkan.

Kondisi tersebut membuat posisi kedua pada FP2 menjadi lebih bernilai.

Antonelli memang belum menjalani hari yang bersih. Tetapi, dia tetap mampu mencatat 1:43,899 dan membawa Mercedes kedua ke barisan terdepan.

Hasil itu menguatkan kesan bahwa kecepatan Mercedes bukan semata-mata hasil satu lap luar biasa dari Russell.

Verstappen mengeluh, tetapi tetap cepat dengan ban medium

Dari klasemen akhir, Red Bull terlihat cukup jauh tertinggal.

Verstappen mencatat 1:44,174 atau 0,827 detik lebih lambat daripada Russell.

Namun, laporan resmi Formula 1 menunjukkan bagian awal FP2 menghadirkan cerita berbeda.

Dengan ban medium, Verstappen membukukan 1:44,492. Catatan tersebut hanya berbeda tipis dibandingkan Russell ketika menggunakan jenis ban yang sama.

Yang menarik, Verstappen justru sedang tidak nyaman dengan mobilnya.

“Saya terus harus mengoreksi kemudi karena bagian belakang mobil saya terangkat dari permukaan,” kata Verstappen melalui radio tim, sebagaimana dikutip Formula 1.

Keluhan tersebut penting.

Baku memiliki permukaan jalan yang tidak sepenuhnya rata. Mobil harus mengerem keras dari kecepatan tinggi, melewati tikungan lambat di kawasan kota tua, lalu tetap efisien saat melaju di lintasan lurus panjang.

Jika bagian belakang mobil kehilangan kestabilan ketika melewati permukaan bergelombang, kepercayaan pembalap saat masuk tikungan ikut berkurang.

Tetapi, Verstappen tetap bisa tampil cepat dengan ban medium.

Itulah sebabnya selisih delapan persepuluh detik pada akhir FP2 belum tentu menunjukkan kemampuan maksimum Red Bull.

Pekerjaan utama tim menjelang FP3 bukan hanya mengejar waktu, tetapi juga membuat RB22 lebih stabil tanpa mengorbankan kecepatan di lintasan lurus.

Baku membuat angka mudah menipu

Baku sejak lama dikenal sebagai lintasan yang sangat dipengaruhi efek tarikan.

Mobil yang berada beberapa detik di belakang mobil lain pada lintasan lurus bisa mendapatkan keuntungan kecepatan. Pada era regulasi Formula 1 2026, persoalannya bertambah rumit karena penggunaan energi listrik ikut memengaruhi bagaimana sebuah lap dibangun.

Rob Marshall dari McLaren menggambarkan karakter Baku dengan cukup sederhana dalam materi pratinjau resmi tim.

“Baku adalah sirkuit ekstrem. Lintasannya memadukan trek lurus terpanjang di Formula 1 dengan beberapa tikungan paling lambat,” kata Marshall.

Menurut McLaren, kondisi tersebut memaksa tim mencari kompromi antara hambatan udara yang rendah di lintasan lurus dan kebutuhan gaya tekan di sektor lambat.

Bagian dari Tikungan 16 menuju Tikungan 1 membentang sekitar 2,2 kilometer dan sebagian besar dilalui dengan pedal gas penuh.

Dengan karakter mobil 2026 yang sangat bergantung pada manajemen energi, dua pembalap bisa menghasilkan waktu lap hampir sama melalui pola penggunaan tenaga listrik yang berbeda.

Karena itu, kecepatan tertinggi saja tidak cukup untuk menilai mobil mana yang paling efisien.

Efek tarikan, lalu lintas, bahan bakar, kondisi ban, dan strategi penggunaan energi semuanya bisa memengaruhi hasil akhir.

Russell tetap layak menjadi patokan. Namun, selisih 0,552 detik sebaiknya tidak dianggap sebagai gambaran mutlak kekuatan Mercedes.

Ferrari cepat di FP1, lalu kehilangan jarak

Ferrari mengakhiri FP2 di posisi keempat dan kelima.

Leclerc mencatat 1:44,473. Dia tertinggal 1,126 detik dari Russell. Hamilton membukukan 1:44,665 dengan selisih 1,318 detik.

Hasil tersebut menarik jika dibandingkan dengan FP1.

Laporan Formula 1 menunjukkan Leclerc pada sesi pertama hanya tertinggal 0,404 detik. Hamilton terpaut 0,437 detik dari Russell.

Keduanya mencetak waktu terbaik dengan ban medium, sementara Russell sudah menggunakan ban lunak.

Pada FP2, Mercedes mendapatkan peningkatan waktu yang lebih besar ketika menggunakan ban lunak.

Hal itu belum berarti Ferrari benar-benar tertinggal lebih dari satu detik dalam kondisi setara.

Perbedaan persiapan ban, penggunaan energi, kondisi lintasan, dan efek tarikan membuat perbandingan langsung tetap sulit.

Namun, Mercedes mampu memaksimalkan ban lunak dengan lebih baik pada sesi kedua.

McLaren masih penuh tanda tanya

McLaren menjadi salah satu tim besar yang paling sulit dinilai.

Norris berada di posisi keenam. Piastri kedelapan.

Norris tertinggal 1,484 detik dari Russell. Piastri terpaut 1,510 detik.

Jika hanya melihat catatan waktu, McLaren tampak jauh dari Mercedes. Tetapi, program mereka sepanjang hari tidak berjalan mulus.

Daftar pembaruan teknis Formula 1 menunjukkan McLaren membawa sejumlah perubahan aerodinamika ke Baku. Selain mencari setelan terbaik, tim juga harus memahami apakah paket baru tersebut bekerja sesuai harapan.

Piastri bahkan sudah menjelaskan dalam konferensi pers resmi FIA bahwa proses memahami mobil 2026 belum berjalan secara lurus.

“Perkembangannya tidak selalu lurus. Kami membuat kemajuan dan, yang paling penting, kami tidak diam di tempat,” kata Piastri.

Dia juga mengatakan bahwa beberapa teknik mengemudi yang efektif pada mobil generasi sebelumnya tidak selalu cocok untuk mobil 2026.

Masalah kemudian bertambah ketika sesi dimulai.

Formula 1 melaporkan kedua McLaren kehilangan waktu di FP1 akibat masalah pada area lantai. Saat FP2 berlangsung, tim bahkan menggunakan solusi sementara pada bagian tersebut.

Dalam kondisi seperti itu, selisih sekitar 1,5 detik dari Russell belum bisa dianggap sebagai gambaran kemampuan sebenarnya MCL40.

FP3 akan menjadi sesi penting bagi McLaren. Mereka harus memperbaiki setelan sekaligus memastikan paket baru memberikan hasil yang diharapkan.

Lindblad sentuh dinding, FP2 terhenti

FP2 juga sempat dihentikan setelah Arvid Lindblad menabrak dinding di kawasan sempit sekitar kompleks kastil.

Menurut laporan Formula 1, insiden terjadi kurang dari 20 menit setelah sesi dimulai. Racing Bulls miliknya mengalami kerusakan cukup besar hingga memicu bendera merah.

Reaksi Lindblad melalui radio menggambarkan betapa tipis batas kesalahan di Baku.

“Saya benar-benar minta maaf. Sepertinya saya hanya menyentuhnya sekitar satu milimeter,” katanya.

Satu sentuhan kecil sudah cukup untuk mengakhiri sesi.

Bendera merah tersebut juga memengaruhi program tim lain.

Setelah lintasan dibuka kembali, banyak pembalap beralih ke ban lunak dan mulai menjalankan simulasi kualifikasi.

Oliver Bearman kemudian kehilangan waktu setelah Haas miliknya berhenti. Fernando Alonso juga hanya mendapatkan sedikit putaran akibat dugaan masalah oli.

Akibatnya, simulasi balapan pada akhir sesi berlangsung relatif singkat dan tidak seragam.

Karena itu, terlalu dini membuat urutan pasti mengenai kecepatan balapan hanya berdasarkan FP2.

Hasil 10 besar FP2 GP Azerbaijan 2026

Berdasarkan klasifikasi sesi, sepuluh pembalap tercepat adalah:

  1. George Russell — Mercedes — 1:43,347.
  2. Kimi Antonelli — Mercedes — +0,552 detik.
  3. Max Verstappen — Red Bull — +0,827 detik.
  4. Charles Leclerc — Ferrari — +1,126 detik.
  5. Lewis Hamilton — Ferrari — +1,318 detik.
  6. Lando Norris — McLaren — +1,484 detik.
  7. Pierre Gasly — Alpine — +1,496 detik.
  8. Oscar Piastri — McLaren — +1,510 detik.
  9. Isack Hadjar — Red Bull — +1,521 detik.
  10. Esteban Ocon — Haas — +1,943 detik.

Hanya 0,037 detik yang memisahkan Norris di posisi keenam dan Hadjar di posisi kesembilan.

Jarak sekecil itu menunjukkan betapa mudahnya satu kesalahan kecil, lalu lintas, atau kehilangan efek tarikan mengubah beberapa posisi sekaligus ketika kualifikasi berlangsung.

Angin bisa mengubah peta persaingan

Kondisi pada FP2 kemungkinan juga tidak akan sama ketika kualifikasi berlangsung.

Prakiraan yang diterbitkan Mercedes-AMG F1 menyebut Jumat diperkirakan lebih dingin dengan hembusan angin yang lebih kuat.

Perubahan itu penting di Baku.

Sergio Perez, yang sudah dua kali memenangi GP Azerbaijan, mengingatkan dalam konferensi pers resmi FIA bahwa angin kerap menjadi faktor besar di lintasan tersebut.

“Dalam beberapa tahun terakhir ketika saya membalap di sini, angin selalu menjadi faktor besar,” kata Perez.

Angin bisa memengaruhi titik pengereman dan kestabilan mobil, terutama ketika pembalap melaju dengan kecepatan tinggi di antara dinding pembatas.

Artinya, setelan yang bekerja baik pada Kamis belum tentu menjadi pilihan terbaik ketika kualifikasi dimulai.

Mercedes tercepat, tetapi belum aman

Setelah dua sesi latihan, Mercedes menjadi tim yang paling meyakinkan.

Russell memimpin FP1 dan FP2. Dia cepat dengan beberapa jenis ban dan mampu meningkatkan catatan waktunya ketika menggunakan ban lunak.

Antonelli juga menunjukkan bahwa mobil kedua Mercedes mempunyai kecepatan. Padahal, persiapannya terganggu masalah hidrolik.

Itu merupakan bukti terkuat bahwa W17 mempunyai dasar performa yang bagus di Baku.

Namun, belum ada alasan untuk menganggap Mercedes benar-benar unggul setengah hingga delapan persepuluh detik.

Lap terbaik Russell mendapat bantuan efek tarikan. Verstappen tetap cepat dengan ban medium meski mengeluhkan kestabilan mobil. Ferrari tampil kompetitif dengan ban medium di FP1. McLaren bahkan belum menjalani hari yang cukup bersih untuk mengukur potensi sebenarnya.

Russell sendiri datang ke Baku dengan kepercayaan diri tinggi.

“Saya yakin kami bisa kembali bertarung untuk meraih kemenangan,” katanya dalam konferensi pers FIA menjelang akhir pekan.

FP2 memberi dasar bagi keyakinan tersebut.

Tetapi, Baku belum memberikan jawaban akhir.

Mercedes menjadi tim yang harus dikejar setelah Kamis. Pertanyaan selanjutnya adalah seberapa besar keunggulan sebenarnya ketika seluruh tim menggunakan ban, bahan bakar, strategi energi, dan kondisi lintasan yang lebih sebanding.

FP3 akan memberikan petunjuk berikutnya.

Setelah itu, kualifikasi bakal menjadi ujian sesungguhnya. Angin diperkirakan menguat, efek tarikan akan berpengaruh besar, dan dinding Baku tidak memberi ruang untuk kesalahan.

Karena itu, angka terpenting dari FP2 mungkin bukan keunggulan Russell sebesar 0,552 detik.

Yang lebih penting, Mercedes sudah mempunyai mobil cepat ketika beberapa rival masih sibuk menyelesaikan masalah masing-masing.

Apakah itu cukup untuk merebut posisi terdepan? Baku akan memberikan jawabannya saat sesi kualifikasi dimulai.

Editor : Lugas Rumpakaadi
F1 GP Azerbaijan 2026 FP2 Azerbaijan 2026 max verstappen George Russell mercedes f1