RADAR BANYUWANGI – Tidak terpilih dalam NBA Draft 2026 ternyata bukan akhir perjalanan Graham Ike menuju liga basket paling bergengsi di dunia. Justru dari jalur yang lebih panjang, pemain 24 tahun itu akhirnya mendapat kontrak dua tahun two-way dari Golden State Warriors setelah tampil impresif di NBA Summer League.
Warriors secara resmi mengumumkan perekrutan Ike pada 21 September 2026. Kontrak tersebut sekaligus mengisi slot two-way terakhir Golden State. Ike akan bergabung dengan LJ Cryer dan Malevy Leons sebagai tiga pemain yang berada dalam skema two-way Warriors.
Cerita Ike menjadi menarik karena tiket menuju NBA itu datang setelah sebuah kesempatan yang awalnya terlihat sederhana: bermain di Summer League.
Di sana, Ike membantu Warriors merebut gelar Summer League 2026. Dalam sembilan pertandingan, ia mencatat rata-rata 10 poin, 7,2 rebound, 1,9 assist, dan 1 blok dalam 21,2 menit per pertandingan. Ia juga menjadi salah satu pemain penting dalam perjalanan Warriors menuju gelar tersebut.
Tak Dipilih di Draft, Tak Berarti Tak Dilirik
Ike memasuki NBA Draft 2026 setelah menyelesaikan kariernya di Gonzaga.
Namanya memang tidak dipanggil dalam rangkaian draft. Namun, performanya selama kuliah membuatnya tetap menjadi prospek yang diperhatikan sejumlah tim.
Pada musim terakhirnya bersama Gonzaga, pemain setinggi 6 kaki 9 inci itu membukukan rata-rata 19,9 poin dan 8 rebound dalam 31 pertandingan. Ia juga mencatat persentase tembakan lapangan 56,3 persen dan tembakan tiga angka 33,8 persen.
Ike bahkan meraih penghargaan WCC Player of the Year 2025-26 dan masuk tim utama All-WCC untuk kali ketiga secara beruntun. Ia juga dua kali menjadi MVP turnamen WCC.
Dengan rekam jejak tersebut, status undrafted tidak serta-merta menutup pintu NBA.
Warriors kemudian memberi Ike kesempatan melalui kontrak Exhibit 10 sebelum ia tampil di Summer League. Performa di Las Vegas menjadi ujian berikutnya.
Dan Ike memanfaatkannya.
Summer League Jadi Panggung Pembuktian
Ada alasan mengapa Summer League menjadi penting dalam perjalanan Ike.
Kompetisi tersebut memberi pemain muda, rookie, dan pemain yang sedang mencari kontrak kesempatan untuk menunjukkan kemampuan di hadapan tim NBA.
Ike tampil konsisten sepanjang rangkaian California Classic dan NBA Summer League di Las Vegas. Total, ia memainkan sembilan pertandingan dan selalu menjadi starter. Rata-rata 7,2 rebound per pertandingan menjadi salah satu catatan terbaiknya di skuad Warriors.
Salah satu penampilan menonjol terjadi ketika Warriors menghadapi Lakers di semifinal Summer League.
Ike mencetak 16 poin dan 11 rebound, membantu Warriors menang 92-88 dan lolos ke pertandingan final.
Warriors kemudian menuntaskan perjalanan tersebut dengan gelar Summer League.
Bagi Ike, performa itu menjadi semacam audisi panjang. Dari pemain yang tidak terpilih dalam draft, ia berubah menjadi kandidat yang cukup meyakinkan untuk mengisi slot two-way Golden State.
Apa Itu Kontrak Two-Way?
Kontrak two-way memberi Ike jalur yang berbeda menuju NBA.
Dengan status tersebut, ia dapat membagi aktivitas antara Golden State Warriors dan afiliasi G League mereka, Santa Cruz Warriors. Skema ini memungkinkan pemain tetap berkembang di level G League sekaligus memiliki jalur untuk tampil bersama tim NBA ketika dibutuhkan.
Karena itu, kontrak two-way tidak otomatis berarti Ike akan langsung menjadi pemain reguler dalam rotasi Warriors.
Namun, pintu menuju NBA sudah terbuka.
Bagi pemain yang baru saja melewati draft tanpa terpilih, kesempatan tersebut sangat berarti. Ike kini memiliki lingkungan NBA untuk berkembang, sekaligus kompetisi G League sebagai tempat mendapatkan menit bermain dan pengalaman.
Warriors Mendapat Tambahan di Posisi Big Man
Dari sisi Warriors, kedatangan Ike memberikan tambahan opsi di sektor frontcourt.
Golden State memiliki sejumlah pemain besar seperti Kristaps Porzingis, Draymond Green, Al Horford, dan Charles Bassey. Kehadiran Ike menambah kedalaman di area tersebut menjelang musim NBA 2026-27.
Kondisi itu juga membuat fungsi kontrak two-way Ike menjadi menarik.
Ia bisa mengembangkan permainan bersama Santa Cruz Warriors, tetapi tetap berada dalam ekosistem tim utama Golden State jika sewaktu-waktu dibutuhkan.
Training camp Warriors dijadwalkan dimulai pada 29 September 2026 di Hawaii. Artinya, Ike tidak punya banyak waktu untuk menikmati keberhasilan Summer League. Babak berikutnya segera dimulai.
Dari Wyoming, Gonzaga, hingga Golden State
Perjalanan Ike menuju Warriors juga melewati dua kampus.
Ia mengawali karier basket kampus di University of Wyoming sebelum melanjutkan tiga musim terakhirnya di Gonzaga. Selama lima musim kuliah, Ike memainkan 146 pertandingan dan menjadi starter dalam 138 laga.
Di Gonzaga, namanya semakin menonjol.
Musim terakhir menjadi puncak karier kampusnya. Ia rata-rata mencetak 19,9 poin dan 8 rebound per pertandingan sekaligus menunjukkan kemampuan mencetak angka dengan efisien.
Kemampuan itulah yang kemudian ia bawa ke Summer League.
Kini, tantangannya jauh lebih besar.
NBA memiliki level fisik, kecepatan, dan kedalaman pemain yang berbeda. Ike harus kembali membuktikan bahwa performanya di Summer League dapat diterjemahkan ke level profesional.
Satu Kesempatan yang Mengubah Arah
Kisah Graham Ike memperlihatkan satu hal sederhana dalam perjalanan menuju NBA: tidak terpilih dalam draft bukan berarti perjalanan selesai.
Ike memang tidak mendapatkan panggilan pada NBA Draft 2026. Namun, ia kemudian menerima kesempatan dari Warriors, tampil di Summer League, membantu tim meraih gelar, dan akhirnya mendapatkan kontrak two-way berdurasi dua tahun.
Kini, jalannya lebih jelas.
Dari Gonzaga, Ike melangkah ke Santa Cruz dan Golden State. Ia belum otomatis menjadi pemain inti Warriors, tetapi sudah memiliki satu hal yang sangat penting bagi pemain undrafted: kesempatan nyata untuk membuktikan diri di lingkungan NBA.
Dan kesempatan itu datang karena ia berhasil mengubah panggung Summer League menjadi pintu masuk menuju Warriors. (*)
Editor : Ali Sodiqin