RADAR BANYUWANGI – Timnas basket putri Indonesia tetap melaju ke perempat final Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Tiket delapan besar itu aman meski Indonesia kalah telak 41-110 dari China di Aichi International Arena, Nagoya, Senin (21/9).
Indonesia sudah memastikan tempat di perempat final sebelum menghadapi China. Kemenangan 61-52 atas Thailand pada laga pertama menjadi modal penting. Setelah Thailand kembali kalah saat menghadapi China, posisi Indonesia di dua besar Grup A tidak lagi tergoyahkan.
Indonesia pun menutup fase grup di peringkat kedua dengan satu kemenangan dan satu kekalahan. China keluar sebagai juara grup, sedangkan Thailand tersingkir.
Manajer Timnas Basket Putri Indonesia Handoyo berharap keberhasilan menembus delapan besar tidak menjadi batas akhir perjalanan tim.
“Puji syukur kita lolos 8 besar. Akhirnya kita paling tidak sama dengan capaian Asian Games yang lalu dan semoga dapat melampauinya,” ujar Handoyo, seperti dikutip dari laman resmi PERBASI.
Capaian tersebut memang menyamai hasil Indonesia pada Asian Games Hangzhou. Saat itu, langkah Indonesia terhenti di perempat final setelah kalah 47-89 dari Jepang.
Kini, Indonesia punya kesempatan untuk melangkah lebih jauh.
Sempat Merepotkan China
Meski akhirnya kalah dengan selisih 69 poin, Indonesia sempat memberikan perlawanan pada awal pertandingan.
Skuad asuhan Gitautas Kievinas tidak langsung membiarkan China menjauh. Indonesia sempat tertinggal 2-10 sebelum Kimberley Pierre-Louis dan Priscilla Karen membantu memangkas jarak.
Tembakan tiga angka Priscilla bahkan sempat membawa Indonesia mendekat 13-19.
Namun, China mulai mengambil kendali penuh setelah itu. Tekanan mereka semakin sulit dibendung ketika center Zhang Ziyu masuk.
Keunggulan China terus melebar hingga akhirnya menutup laga dengan kemenangan 110-41.
Kapten Indonesia Dewa Ayu Made Sriartha Kusuma Dewi mengakui timnya belum mampu menampilkan permainan terbaik sepanjang pertandingan.
“Kami masih belum bermain permainan terbaik kami. Seperti yang coach katakan, kami bermain dengan baik di kuarter pertama,” kata Dewa Ayu.
Meski demikian, laga melawan China tetap memberi pengalaman penting. Terutama karena Indonesia berhadapan dengan salah satu kekuatan utama basket putri Asia.
Sulit Redam Zhang Ziyu
Zhang Ziyu menjadi salah satu masalah terbesar bagi pertahanan Indonesia.
Data FIBA mencatat pemain China itu memiliki tinggi 223 sentimeter. Posturnya jauh melampaui pemain Indonesia.
Kievinas menggambarkan betapa timpangnya perbedaan tersebut.
“Dia 2,23 meter. Pemain saya yang terbesar mungkin 185-186 cm. Jadi, teman-teman, berhitung. Itu tidak mungkin,” ujar pelatih asal Lithuania tersebut.
Perbedaan tinggi membuat Indonesia kesulitan ketika Zhang menerima bola di area dekat ring. Bola berada jauh di atas jangkauan pemain bertahan Indonesia.
Dewa Ayu menjadi salah satu pemain yang mendapat tugas menjaga Zhang. Ia harus berhadapan langsung dengan keunggulan fisik pemain berusia 19 tahun tersebut.
Zhang pun tampil efektif. Dalam laga melawan Indonesia, dia mencetak 22 poin meski hanya bermain sekitar 13 menit. Sebanyak 10 dari 13 percobaan tembakannya masuk.
Selain Zhang, Liu Yutong menyumbang 20 poin dan 10 rebound. Luo Xinyu menambahkan 17 poin untuk China.
Sementara itu, Dewa Ayu menjadi pencetak angka terbanyak Indonesia dengan delapan poin, enam rebound, dan dua assist. Kimberley Pierre-Louis menyusul dengan tujuh poin dan tiga rebound.
Kimberley sebelumnya menjadi pemain penting ketika Indonesia mengalahkan Thailand. Dalam laga tersebut, dia membukukan double-double dengan 14 poin dan 16 rebound serta enam assist.
Kemenangan atas Thailand itulah yang kemudian menjadi fondasi keberhasilan Indonesia menembus delapan besar.
Bidik Hasil Lebih Baik
Kekalahan dari China menjadi bahan evaluasi terakhir sebelum Indonesia memasuki fase gugur.
Kievinas ingin para pemain mengambil pelajaran dari pertandingan tersebut tanpa kehilangan kepercayaan diri. Menghadapi tim dengan postur dan kualitas seperti China dinilai menjadi pengalaman penting bagi perkembangan tim.
Indonesia kini mengalihkan fokus ke perempat final.
Berdasarkan jadwal Asian Games Aichi-Nagoya 2026, pertandingan perempat final basket putri digelar Kamis (24/9).
Editor : Lugas RumpakaadiSumber : Antara