RADAR BANYUWANGI – Bukan sekadar soal tegap, lurus, dan seragam. Sebanyak 1.201 pelajar dari jenjang SD/MI hingga SMA/SMK/MA se-Banyuwangi mulai mengadu kekompakan, kedisiplinan, sekaligus kreativitas dalam Lomba Kreasi Baris-Berbaris (LKBB) di Aula Banyuwangi Park, Senin (21/9). Sebanyak 81 regu ambil bagian dalam kompetisi yang digelar hingga Rabu (23/9).
Begitu aba-aba terdengar, setiap anggota regu dituntut bergerak dalam irama yang sama. Satu gerakan terlambat atau tidak presisi dapat memengaruhi penampilan keseluruhan regu.
Namun, LKBB tahun ini tidak berhenti pada ketepatan gerakan. Peserta juga diberi ruang untuk menunjukkan kreativitas melalui penampilan dan kostum yang disesuaikan dengan tema masing-masing regu.
Kompetisi tersebut mengusung tema “Satu Komando, Satu Tekad: Mewujudkan Pemuda Berintegritas untuk Indonesia Emas 2045”.
Plt Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Banyuwangi Alfian mengatakan, peserta berasal dari berbagai jenjang pendidikan. Mulai SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/SMK/MA.
Menurut dia, LKBB tidak semata-mata diarahkan sebagai arena perebutan juara. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi salah satu sarana penguatan karakter peserta didik.
“Tujuan kegiatan ini terutama dalam penguatan karakter karena di LKBB ada kedisiplinan, leadership, bentuk tanggung jawab, hingga fokus dengan satu komando,” ujarnya.
Satu Aba-Aba, Banyak Nilai
Di balik barisan yang terlihat seragam, terdapat proses pembiasaan yang ingin dibangun melalui kompetisi tersebut. Setiap peserta harus mampu mendengarkan instruksi, merespons secara tepat, sekaligus menjaga ritme bersama anggota regu.
Kekompakan menjadi bagian penting. Sebab, penampilan satu orang tidak bisa dipisahkan dari keseluruhan regu.
Alfian menambahkan, nilai-nilai seperti disiplin, kepemimpinan, tanggung jawab, dan kemampuan bekerja dalam satu komando merupakan karakter yang diharapkan tumbuh melalui LKBB.
Peserta pun tidak hanya dituntut menghafal dan menjalankan gerakan. Mereka harus mampu menerjemahkan tema lomba ke dalam penampilan yang menarik tanpa menghilangkan unsur ketepatan baris-berbaris.
Kreativitas Ikut Jadi Pertaruhan
Sejak hari pertama pelaksanaan, persaingan antarpeserta berlangsung sengit. Puluhan regu berupaya memberikan penampilan terbaik di hadapan dewan juri.
Gerakan baris-berbaris ditampilkan dengan presisi. Formasi dijaga tetap rapi, sementara pergantian gerakan dilakukan mengikuti aba-aba.
Kreativitas menjadi pembeda lainnya. Sejumlah regu memadukan penampilan dengan kostum yang dirancang mengikuti konsep dan tema yang mereka bawa.
Dengan melibatkan 1.201 siswa dan 81 regu, LKBB Banyuwangi tahun ini menjadi panggung bagi pelajar lintas jenjang untuk mengasah kemampuan bekerja dalam tim. Kompetisi berlangsung selama tiga hari dan dijadwalkan berakhir Rabu (23/9). (ray/sgt)
Editor : Ali Sodiqin