RADAR BANYUWANGI — Kontingen Indonesia menutup rangkaian pertandingan Minggu (20/9) pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dengan tambahan lima medali, terdiri atas satu perak dan empat perunggu. Cabang olahraga teqball menjadi salah satu penyumbang penting setelah Sumaya merebut perak nomor tunggal putri, sementara peluang Merah Putih untuk menambah medali masih terbuka pada pertandingan berikutnya.
Medali perak Sumaya menjadi capaian tertinggi Indonesia pada hari tersebut. Dari cabang yang sama, Yoga Ardika Pratama mengamankan medali perunggu pada nomor tunggal putra.
Tiga medali perunggu lainnya datang dari cabang olahraga berbeda. Seraf Naro Siregar meraih perunggu dari nomor changquan putra pada cabang wushu. Sementara medali lainnya dipersembahkan tim beregu putra soft tenis dan Leica Al Humaira Lubis dari karate nomor kumite +68 kilogram putri.
Tambahan lima medali itu memperlihatkan bahwa perjuangan kontingen Indonesia tidak hanya bertumpu pada cabang olahraga unggulan. Teqball, wushu, soft tenis, dan karate turut membuka jalan bagi Merah Putih untuk mengumpulkan medali di panggung olahraga Asia.
Sumaya Bawa Pulang Medali Perak
Sumaya menjadi nama yang paling menonjol dari perolehan medali Indonesia pada Minggu.
Atlet teqball tersebut berhasil merebut medali perak nomor tunggal putri, sekaligus menyumbangkan medali dengan warna tertinggi bagi kontingen Indonesia pada rangkaian pertandingan hari itu.
Dari arena yang sama, Yoga Ardika Pratama melengkapi torehan teqball dengan medali perunggu nomor tunggal putra.
Capaian tersebut membuat teqball memberikan kontribusi ganda bagi Indonesia dalam satu hari pertandingan.
Empat Perunggu dari Empat Nomor
Selain perak Sumaya, Indonesia membawa pulang empat medali perunggu.
Seraf Naro Siregar mengamankan perunggu pada wushu nomor changquan putra. Performa tersebut menambah warna pada perolehan medali Indonesia dari cabang bela diri.
Medali perunggu berikutnya datang dari tim beregu putra soft tenis. Sementara dari karate, Leica Al Humaira Lubis meraih perunggu melalui nomor kumite +68 kilogram putri.
Jika digabungkan dengan perunggu Yoga di teqball, empat medali tersebut membuat Indonesia menutup hari dengan distribusi medali yang berasal dari beberapa cabang olahraga.
Erick Thohir Apresiasi Perjuangan Atlet
Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Erick Thohir mengapresiasi perjuangan para atlet Indonesia yang tampil pada hari kedua Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Menurut Erick, lima medali yang diraih merupakan hasil dari proses panjang yang melibatkan atlet, pelatih, ofisial, serta seluruh tim kontingen.
“Lima medali yang kita raih adalah hasil dari proses, disiplin, kerja keras, dan semangat juang para atlet. Terima kasih kepada atlet, pelatih, ofisial, dan seluruh tim yang terus berjuang untuk Merah Putih,” ujar Erick.
Bagi Erick, capaian tersebut juga dapat menjadi modal untuk menjaga kepercayaan diri kontingen Indonesia. Namun, ia mengingatkan bahwa rangkaian pertandingan Asian Games masih panjang.
Karena itu, atlet diminta tidak larut dalam hasil yang sudah diraih maupun terbebani oleh target medali berikutnya.
“Yang paling penting adalah bagaimana kita terus menjaga fokus. Setiap pertandingan adalah kesempatan untuk memberikan yang terbaik. Jangan cepat puas, tetapi juga jangan terbebani,” kata Erick.
Ia meminta para atlet bertanding dengan percaya diri, disiplin, dan mengeluarkan kemampuan terbaik untuk Indonesia.
Peluang Medali Masih Terbuka
Perjuangan kontingen Indonesia belum berhenti. Memasuki Senin (21/9), sejumlah cabang olahraga kembali memiliki peluang untuk menambah koleksi medali.
Erick meminta atlet menjaga fokus, semangat, serta kondisi fisik dan mental agar dapat tampil maksimal ketika kembali memasuki arena pertandingan.
“Besok perjuangan kembali berlanjut. Ada peluang kita menambah koleksi medali. Saya berharap para atlet menjaga fokus, semangat, dan kondisi terbaiknya,” ujarnya.
Pemerintah, lanjut Erick, akan terus memberikan dukungan kepada para atlet selama menjalani pertandingan di Aichi-Nagoya.
Bagi kontingen Indonesia, tambahan lima medali pada Minggu bukanlah garis akhir. Justru, hasil tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang menuju target prestasi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Erick juga mengajak masyarakat Indonesia untuk terus memberikan dukungan dan doa kepada seluruh atlet yang sedang bertanding.
“Medali adalah hasil dari sebuah proses panjang, tetapi yang paling utama adalah bagaimana Merah Putih terus berjuang dan menunjukkan prestasi terbaik di panggung Asia,” tutur Erick. (*)
Editor : Ali Sodiqin