Ganjar Ikut Berlari, Ipuk Siapkan Soekarno Run Jadi Etalase Wisata Banyuwangi

Fredy Rizki Manunggal • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 05:00 WIB
MENYEMUT: Bupati Ipuk Fiestiandani bersama ribuan pelari menyusuri rute di kawasan pusat Kota Banyuwangi. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
MENYEMUT: Bupati Ipuk Fiestiandani bersama ribuan pelari menyusuri rute di kawasan pusat Kota Banyuwangi. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI — Lari bukan lagi sekadar soal garis finis. Di Banyuwangi, lintasan Soekarno Run BWX 2026 justru menjadi etalase destinasi wisata, penggerak UMKM, sekaligus ruang mempertemukan olahraga dengan promosi pariwisata. Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dan Ganjar Pranowo melihat ajang tersebut memiliki peluang untuk terus dikembangkan sebagai bagian dari sport tourism.

Ganjar, yang juga ambil bagian sebagai peserta Soekarno Run BWX 2026, merasakan langsung pengalaman berlari di Banyuwangi. Menurut dia, kekuatan lomba lari bukan hanya terletak pada kompetisinya, tetapi juga pengalaman yang didapat peserta sepanjang rute.

Peserta bahkan harus bangun lebih pagi untuk mendapatkan pengalaman tersebut. Udara yang masih segar, suasana destinasi wisata, serta interaksi dengan masyarakat menjadi bagian dari perjalanan para pelari.

"Dengan matahari yang terbit lebih cepat di Banyuwangi, para pelari kategori half marathon dan 10K dapat menikmati rute yang sejuk sambil menyapa masyarakat setempat," ujar Ganjar.

Bukan Sekadar Lomba Lari

Soekarno Run BWX 2026 dirancang tidak hanya sebagai kompetisi olahraga. Nama Soekarno yang diusung dalam event tersebut juga membawa pesan edukasi mengenai sosok Bung Karno sebagai Proklamator sekaligus bagian dari sejarah bangsa.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan konsep tersebut menjadi pembeda karena olahraga dipadukan dengan edukasi kebangsaan.

Menurut Ipuk, kegiatan itu diarahkan untuk mengenalkan sosok Bung Karno sekaligus menumbuhkan jiwa nasionalisme dan kecintaan terhadap tanah air, termasuk kepada generasi muda.

Di sisi lain, kompetisi lari antarpelajar menjadi ruang untuk memperkenalkan pola hidup sehat. Peserta tidak hanya diajak berkompetisi, tetapi juga mendapatkan pengalaman yang menghubungkan olahraga dengan lingkungan dan destinasi Banyuwangi.

Pelari Datang, Destinasi Ikut Terangkat

Potensi terbesar Soekarno Run BWX 2026 berada pada pengalaman peserta di luar lintasan. Pelari yang datang ke Banyuwangi memiliki kesempatan mengenal destinasi, berinteraksi dengan warga, sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi di sekitar penyelenggaraan.

Puluhan pelaku UMKM turut dilibatkan dalam kegiatan tersebut. Dengan begitu, pergerakan peserta dan penonton tidak berhenti di arena lomba, tetapi ikut mengalir ke sektor ekonomi masyarakat.

Konsep inilah yang disebut Ipuk sebagai bagian dari pengembangan sport tourism Banyuwangi. Olahraga menjadi pintu masuk, sementara budaya, pariwisata, dan ekonomi lokal menjadi bagian dari pengalaman yang ditawarkan.

Menariknya, penyelenggaraan event juga mendapatkan dukungan dari berbagai pihak di luar pemerintah daerah. Kolaborasi lintas sektor tersebut membuat kegiatan dapat berlangsung tanpa sepenuhnya bergantung pada pembiayaan APBD.

"Kita menyambut positif jika tahun depan acara ini kembali digelar di Banyuwangi. Karena jika mengandalkan APBD kita mungkin tidak bisa menggelar acara seperti ini. Ini adalah bentuk dukungan untuk sport tourism di Banyuwangi," tegas Ipuk.

Ganjar Dorong Kategori Full Marathon

Ganjar melihat peluang pengembangan Soekarno Run masih terbuka. Salah satunya dengan memperluas kategori lomba hingga full marathon (FM).

Menurut dia, penambahan kategori tersebut dapat menjadi salah satu cara menarik lebih banyak pelari untuk datang ke Banyuwangi. Apalagi, daerah berjuluk Sunrise of Java tersebut memiliki kombinasi rute dan destinasi yang dapat memperkuat pengalaman wisata peserta.

"Semoga acara lari selanjutnya dapat menarik lebih banyak peserta untuk datang ke Banyuwangi," harapnya.

Bagi Banyuwangi, keberhasilan Soekarno Run BWX 2026 akhirnya tidak hanya diukur dari jumlah peserta yang mencapai garis finis. Ada efek lanjutan yang ingin dibangun: semakin banyak orang datang karena olahraga, semakin banyak pula yang mengenal destinasi, budaya, dan produk lokal.

Jika pola ini terus dikembangkan, lintasan lari dapat menjadi lebih dari sekadar arena pertandingan. Ia bisa menjadi jalur baru untuk memperkenalkan Banyuwangi kepada wisatawan sekaligus membuka ruang ekonomi bagi masyarakat. (fre/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
Banyuwangi 2026 Soekarno Run ganjar pranowo Sport Tourism Ipuk Fiestiandani