RADAR BANYUWANGI – Gelaran internasional BIG Downhill Banyuwangi di lintasan Gantasan, lereng Gunung Ijen, tak hanya memacu adrenalin para rider. Kehadiran peserta dari berbagai daerah membuat penginapan dan homestay di Desa Tamansari, Kecamatan Licin, Banyuwangi, penuh hingga 100 persen, bahkan sejumlah rumah warga ikut disewa karena kamar penginapan sudah tak tersisa.
Ledakan okupansi itu terjadi sejak beberapa hari sebelum perlombaan dimulai. Para rider dan tim telah berdatangan ke kawasan Licin sejak Kamis (17/9) untuk menjajal lintasan yang menjadi arena kompetisi.
Desa Tamansari menjadi salah satu kawasan yang paling merasakan dampaknya. Lokasinya yang relatif dekat dengan lintasan Gantasan membuat wilayah tersebut menjadi pilihan peserta untuk bermalam selama mengikuti kejuaraan.
Camat Licin Donny Arsilo Syofyan membenarkan tingginya permintaan akomodasi tersebut. Menurut dia, hampir seluruh penginapan di kawasan Tamansari telah terisi.
“Bahkan ada beberapa rumah warga yang sebelumnya tidak membuka penginapan akhirnya disewa oleh para peserta BIG Downhill karena semua tempat sudah full,” ujar Donny, Jumat (19/9).
Fenomena itu menunjukkan bagaimana sebuah ajang olahraga internasional dapat menciptakan efek berantai bagi ekonomi masyarakat sekitar. Bukan hanya pemilik hotel, resort, homestay, dan rumah sewa yang mendapat tambahan pemasukan, tetapi juga pelaku kuliner serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
BIG Downhill Banyuwangi sendiri kembali menjadi magnet karena masuk dalam kalender resmi Union Cycliste Internationale (UCI), organisasi balap sepeda dunia. Kehadiran rider nasional hingga internasional membuat aktivitas pariwisata di kawasan Ijen ikut meningkat.
Bagi Kecamatan Licin, momentum tersebut juga dimanfaatkan untuk memperkenalkan potensi budaya lokal. Selama gelaran berlangsung, pihak kecamatan menghadirkan berbagai atraksi seni di Rest Area Jambu.
“Kami menggelar penampilan budaya sebagai hiburan sekaligus daya tarik tambahan bagi pengunjung,” kata Donny.
Kamar Penuh, Rumah Warga Jadi Alternatif
Tingginya permintaan kamar juga dirasakan langsung pengelola akomodasi di sekitar Ijen. Dony, pemilik The Royale of Ijen Resort, mengatakan seluruh kamar di propertinya telah dipesan tim asal Bekasi.
Pemesanan tersebut bahkan berlangsung cukup panjang, yakni untuk periode 11–20 September.
“Kami berharap kegiatan berskala internasional seperti ini bisa berkelanjutan karena dampak ekonominya sangat terasa nyata bagi pelaku pariwisata di sekitar Ijen,” ujarnya.
Kondisi tersebut memperlihatkan sisi lain dari BIG Downhill Banyuwangi. Di balik persaingan para rider menaklukkan lintasan Gantasan, terdapat perputaran ekonomi yang dirasakan masyarakat di kawasan lereng Ijen.
Bagi warga Tamansari, ramainya peserta bukan sekadar menghadirkan tontonan olahraga. Ketika kamar penginapan habis, rumah warga pun berubah menjadi tempat singgah bagi para rider dan tim.
Dengan demikian, efek penyelenggaraan BIG Downhill tidak berhenti di lintasan balap. Kehadiran peserta selama berhari-hari turut menggerakkan sektor akomodasi, kuliner, UMKM, seni, hingga aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar destinasi wisata Ijen. (ray/aif)
Editor : Ali Sodiqin