Jelang Asian Games 2026, Tim Bulu Tangkis Indonesia Latih Tanding Lawan Klub Jepang

Dava Fajril Rohman • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 14:53 WIB
Ganda putri Indonesia menjalani sesi latihan di Tokyo, Jepang, sebagai bagian dari persiapan menghadapi Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Tim Indonesia berada di Tokyo sejak 13 September untuk menjalani pemusatan latihan. (PBSI)
Ganda putri Indonesia menjalani sesi latihan di Tokyo, Jepang, sebagai bagian dari persiapan menghadapi Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Tim Indonesia berada di Tokyo sejak 13 September untuk menjalani pemusatan latihan. (PBSI)

RADAR BANYUWANGI - Tim bulu tangkis Indonesia menjalani latih tanding melawan NTT East Badminton Club di Tokyo, Jepang, Selasa (15/9).

Agenda tersebut menjadi bagian dari pemusatan latihan terakhir skuad Merah Putih sebelum tampil di Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Latih tanding tersebut dimanfaatkan para pemain untuk menguji pola permainan sekaligus mendapatkan pengalaman menghadapi karakter permainan yang berbeda dari pemain Jepang.

“Dengan sparring bersama klub dari Jepang saya rasa sangat positif. Karena kami bisa mendapat variasi pola main dari lawan yang berbeda. Kalau dengan tim sendiri kan sudah sehari-hari ya,” kata pelatih ganda putra Pelatnas PBSI, Antonius Budi Ariantho, melalui siaran pers Humas PP PBSI, Selasa (15/9).

Menurut Antonius, pengalaman menghadapi pola permainan berbeda dapat menjadi tambahan bagi pemain ketika memasuki pertandingan Asian Games.

“Manfaatnya nanti bisa dirasakan saat pertandingan, sudah lebih banyak dan siap dengan pola yang berbeda-beda,” lanjut Antonius.

Tiba di Tokyo Lebih Awal

Tim bulu tangkis Indonesia tiba di Tokyo pada 13 September 2026 untuk menjalani pemusatan latihan.

Sebelumnya, PBSI telah menjadwalkan pemusatan latihan di Tokyo sebagai bagian dari persiapan akhir menuju Asian Games.

Dalam keterangan resmi PBSI, Eng Hian selaku Kabid Binpres Pelatnas sekaligus Head Coach tim Asian Games mengatakan pemusatan latihan tersebut difokuskan untuk mematangkan aspek teknis dan taktis, menjaga kondisi fisik, mengatur ritme latihan dan pemulihan, serta membangun kesiapan mental dan kekompakan tim.

PBSI juga membawa sejumlah sparring partner dari Indonesia untuk mendukung kebutuhan latihan setiap sektor.

Setibanya di Tokyo, tim menjalani latihan pertama pada 14 September di NTT Central Training Center, Chofu.

Arena tersebut merupakan markas NTT East Badminton Club.

Latihan perdana difokuskan pada pengembalian kondisi dan menjaga kebugaran menjelang pertandingan Asian Games.

Pelatih tunggal putri Indonesia, Imam Tohari, mengatakan kondisi para pemain pada latihan pertama cukup baik.

“Di hari pertama kondisi tunggal putri saya rasa sangat bagus semua. Makanya tadi intensitas latihannya sedikit saya naikkan agar hari-hari berikutnya semakin membaik,” tutur Imam kepada tim Humas dan Media PP PBSI.

Ia menjelaskan bahwa program latihan saat itu mencakup pukulan dan pergerakan di lapangan dengan intensitas yang disesuaikan untuk menjaga kondisi pemain.

“Programnya ada pukulan-pukulan dan pergerakan di lapangan dengan speed yang sedang biar besok sudah bisa lebih biasa,” tambah Imam.

PBSI Siapkan Latihan Bersama Atlet Jepang

Latih tanding dengan NTT East sejalan dengan rencana PBSI untuk memberikan variasi lawan kepada pemain selama menjalani pemusatan latihan di Tokyo.

Eng Hian memastikan fasilitas yang dibutuhkan tim telah tersedia.

“Seluruh fasilitas dari hotel, tempat latihan dan kebutuhan-kebutuhan lain terkait pemusatan latihan anak-anak sudah lengkap sesuai dengan yang kami harapkan,” ucap Eng Hian.

Menurut Eng Hian, keberadaan sparring partner dari Indonesia juga akan dilengkapi dengan agenda latihan bersama atlet Jepang.

“Kami membawa beberapa atlet untuk sparring partner ditambah akan ada latihan bareng bersama atlet-atlet Jepang di tiga hari pelaksanaan pemusatan latihan,” jelasnya.

Eng Hian menilai agenda tersebut dapat menjadi tambahan persiapan bagi pemain sebelum memasuki pertandingan.

“Hal ini sangat positif sebagai bekal tambahan untuk melakoni laga di Asian Games nanti,” kata Eng Hian.

Ia juga meminta para pemain menjaga kondisi dan kekompakan selama menjalani rangkaian persiapan.

“Saya berharap semua pemain bisa menjalani seluruh proses dengan fokus, dalam suasana yang positif, dan dengan rasa percaya diri yang semakin kuat. Jaga kondisi, perkuat kekompakan dan siap memberikan kemampuan terbaik untuk Merah Putih,” pesan Eng Hian.

Leo/Daniel Bawa Pelajaran dari Asian Games Sebelumnya

Persiapan di Tokyo juga menjadi kesempatan bagi pemain untuk membangun suasana tim sebelum memasuki pertandingan.

Ganda putra Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin akan menjalani Asian Games kedua mereka.

Pada latihan pertama, Daniel menyebut suasana tim mulai terbangun.

“Hari ini latihannya cukup baik, programnya masih maintain latihan kami yang di Indonesia kemarin. Suasana di sini enak dan kebersamaan timnya mulai terbangun. Semoga terus positif dari hari ke hari,” ungkap Daniel.

Leo mengatakan pengalaman dari Asian Games Hangzhou menjadi bahan evaluasi untuk menghadapi edisi kali ini.

“Kegagalan di Asian Games Hangzhou, kami jadikan pelajaran dan pengalaman. Kami harus perbaiki kesalahan, jangan diulangi lagi. Di Nagoya nanti kami harus tampil lebih berani,” kata Leo.

Jadwal Bulu Tangkis Asian Games 2026

Cabang bulu tangkis Asian Games Aichi-Nagoya 2026 akan berlangsung mulai 20 September.

Berdasarkan keterangan resmi PBSI, nomor beregu putra dan putri dijadwalkan pada 20–24 September, sedangkan nomor perorangan berlangsung pada 25–29 September.

Dengan jadwal tersebut, rangkaian latihan di Tokyo menjadi salah satu tahapan akhir sebelum tim Indonesia memasuki pertandingan Asian Games.

Tim Indonesia akan memanfaatkan periode persiapan tersebut untuk menjaga kondisi fisik, mempertajam aspek teknis dan taktis, serta mendapatkan variasi latihan melalui sparring partner dan pemain Jepang.

Editor : Lugas Rumpakaadi
bulu tangkis Indonesia Asian Games 2026 Aichi-Nagoya 2026 tim bulu tangkis Indonesia NTT East Badminton Club