RADAR BANYUWANGI – Vanja Bukilic akhirnya tiba di Korea Selatan pada Jumat (11/9/2026). Kedatangan pemain Timnas Serbia itu menjadi tanda bahwa persaingan baru segera dimulai: mantan tandem Megawati Hangestri Pertiwi di Red Sparks kini kembali memperkuat klub lamanya, sementara Megawati sudah berganti seragam bersama Suwon Hyundai E&C Hillstate.
Bukilic datang ke Korea setelah menyelesaikan agenda internasional bersama Timnas Voli Serbia. Ia kemudian dijadwalkan menjalani pemeriksaan kondisi fisik sebelum bergabung dalam program latihan Red Sparks untuk menghadapi V-League 2026/2027.
Kedatangan Bukilic sekaligus melengkapi komposisi Red Sparks menjelang musim baru. Tim berjuluk Red Force tersebut juga bersiap menghadapi KOVO Cup 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Yeosu pada 11–18 Oktober.
Namun, ada satu cerita yang membuat kedatangan Bukilic kali ini terasa berbeda.
Megawati sudah tidak lagi berada di sisi yang sama.
Dulu Satu Tim, Kini Saling Berhadapan
Bukilic bukan nama asing bagi Megawati.
Pada musim 2024/2025, keduanya menjadi bagian penting dari Red Sparks dan berhasil membawa tim tersebut melaju hingga final V-League.
Saat itu, pembagian peran keduanya cukup jelas. Bukilic bermain sebagai outside hitter, sedangkan Megawati menjadi opposite sekaligus salah satu mesin poin utama Red Sparks.
Kombinasi tersebut membuat keduanya menjadi salah satu pasangan pemain asing yang menarik perhatian di Liga Voli Korea.
Namun, musim 2026/2027 membawa cerita berbeda.
Bukilic kembali ke Red Sparks.
Sementara itu, Megawati memilih petualangan baru bersama Hyundai Hillstate.
Dua pemain yang sebelumnya bekerja sama memburu kemenangan kini harus berdiri di sisi berlawanan net.
Perubahan tersebut membuat setiap pertemuan keduanya berpotensi menjadi salah satu duel yang paling ditunggu penggemar voli Korea dan Indonesia.
Kedatangan Bukilic Jadi Sinyal untuk Megawati?
Secara teknis, kedatangan Bukilic tentu bukan berarti Red Sparks secara khusus mengirim tantangan kepada Megawati.
Namun, dari sudut persaingan kompetisi, kehadiran pemain Serbia itu jelas menambah warna baru.
Bukilic kembali dengan pengalaman membela Red Sparks, sedangkan Megawati memasuki era baru bersama Hillstate.
Keduanya sama-sama diproyeksikan menjadi bagian penting dari kekuatan serangan klub masing-masing.
Karena itu, ketika Hillstate dan Red Sparks bertemu, perhatian tidak hanya tertuju pada hasil pertandingan.
Perbandingan performa dua mantan tandem tersebut juga hampir pasti menjadi bagian dari cerita.
Siapa yang lebih produktif? Siapa yang lebih efektif membantu tim? Dan siapa yang mampu membawa klubnya meraih kemenangan?
Pertanyaan-pertanyaan itu membuat duel Megawati versus Bukilic memiliki nilai lebih dari sekadar pertandingan reguler.
KOVO Cup Bisa Jadi Pertemuan Pertama
Peluang pertemuan keduanya bahkan bisa hadir sejak KOVO Cup 2026.
Turnamen pramusim tersebut dijadwalkan berlangsung pada 11–18 Oktober 2026 di Yeosu. Ajang ini menjadi kesempatan bagi klub-klub V-League untuk menguji komposisi pemain sebelum memasuki kompetisi utama.
Bagi Bukilic, KOVO Cup menjadi kesempatan mengembalikan ritme setelah menyelesaikan agenda bersama Timnas Serbia.
Sementara bagi Megawati, turnamen tersebut merupakan panggung penting untuk menunjukkan kualitas setelah pindah dari Red Sparks ke Hillstate.
Jika kedua tim berhadapan, laga tersebut otomatis membawa cerita tambahan.
Bukan hanya Hillstate versus Red Sparks.
Bukan sekadar Megawati versus Bukilic.
Melainkan dua mantan tandem yang kini harus saling menjatuhkan demi klub masing-masing.
Red Sparks Punya Harapan Baru
Kembalinya Bukilic tentu membawa ekspektasi tersendiri untuk Red Sparks.
Ia sudah mengenal atmosfer klub dan kompetisi Korea. Pengalaman sebelumnya bersama Red Sparks juga menjadi modal penting untuk menghadapi musim baru.
Di kubu lain, Megawati memiliki tantangan berbeda.
Ia harus membangun chemistry dengan rekan-rekan barunya di Hillstate sekaligus membuktikan bahwa kepindahan tersebut bisa menghasilkan cerita sukses baru.
Megawati tidak lagi menjadi partner Bukilic.
Kini, pemain Indonesia itu menjadi salah satu tumpuan Hillstate untuk menghadapi Red Sparks.
Perubahan peran tersebut membuat rivalitas keduanya menjadi salah satu subplot menarik V-League 2026/2027.
Reuni yang Berubah Menjadi Rivalitas
Kedatangan Bukilic ke Korea menandai babak baru hubungan kompetitif dengan Megawati.
Dulu keduanya saling melengkapi untuk membawa Red Sparks mencapai final.
Kini, mereka harus mencari cara untuk mengalahkan satu sama lain.
Jika pertemuan keduanya terjadi di KOVO Cup maupun V-League, pertandingan tersebut akan menjadi reuni yang tidak biasa.
Tidak ada lagi serangan yang ditujukan untuk memenangkan tim yang sama.
Tidak ada lagi selebrasi kemenangan bersama.
Yang ada adalah persaingan antara dua pemain yang sudah memahami karakter permainan masing-masing.
Di situlah menariknya Megawati versus Bukilic.
Mantan tandem kini menjadi rival. Dan musim baru V-League bisa menjadi panggung untuk menentukan siapa yang lebih bersinar setelah berpisah. (*)
Editor : Ali Sodiqin