Kimi Antonelli Menang F1 GP Spanyol, Strategi VSC Bikin Norris Kehilangan Peluang

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 06:36 WIB
Kimi Antonelli merayakan kemenangan pada Grand Prix Spanyol 2026 setelah strategi Virtual Safety Car membantu Mercedes mengambil keuntungan dalam perebutan posisi terdepan. (F1)
Kimi Antonelli merayakan kemenangan pada Grand Prix Spanyol 2026 setelah strategi Virtual Safety Car membantu Mercedes mengambil keuntungan dalam perebutan posisi terdepan. (F1)

RADAR BANYUWANGI - Kimi Antonelli meraih kemenangan pada Grand Prix Spanyol 2026, pada Minggu (13/9), setelah strategi Virtual Safety Car (VSC) mengubah jalannya persaingan di barisan depan. Pembalap Mercedes itu mengalahkan Max Verstappen dan Lando Norris dalam balapan yang sempat berada di bawah kendali pembalap McLaren.

Norris mengawali balapan dari pole position dan mampu mempertahankan posisi terdepan pada lap-lap awal. Antonelli terus memberikan tekanan, tetapi dua kali harus keluar lintasan saat berusaha menyalip pembalap Inggris tersebut.

Situasi kemudian berubah ketika Lance Stroll menghentikan Aston Martin-nya di lintasan pada Tikungan 20. VSC diberlakukan dan Mercedes langsung memanfaatkannya untuk melakukan pit stop.

Antonelli masuk pit bersama Verstappen dan George Russell. Norris tidak memiliki cukup waktu untuk melakukan pit stop sebelum periode VSC berakhir sehingga harus menunggu hingga kondisi balapan kembali normal.

Ketika Norris akhirnya masuk pit, masalah lain muncul. Pergantian ban berlangsung sekitar tujuh detik dan membuatnya kehilangan banyak posisi. Ia kembali ke lintasan di urutan kelima, berada di belakang Charles Leclerc, Antonelli, Verstappen, dan Russell.

Bagi Norris, momen tersebut menjadi titik balik balapan. Sebelumnya ia sempat membangun keunggulan sekitar 4,5 detik atas Antonelli dan berada dalam posisi kuat untuk mengamankan kemenangan.

Strategi VSC Mengubah Jalannya Balapan

Leclerc kemudian menjadi pemimpin sementara karena Ferrari memilih mempertahankan pembalapnya di lintasan ketika VSC diberlakukan. Ferrari berharap munculnya Safety Car atau red flag pada fase berikutnya dapat memberikan keuntungan dari strategi tersebut.

Harapan itu bertahan hingga lap ke-48. Setelah Leclerc akhirnya masuk pit, Antonelli mengambil alih posisi pertama dan kembali memimpin persaingan dengan Verstappen serta Norris.

Antonelli sempat mengalami kekhawatiran lain ketika melaporkan bahwa setir mobilnya terasa aneh. Mercedes tidak menemukan penyebab yang jelas melalui data kendaraan, sehingga pembalap Italia itu tetap melanjutkan balapan.

Tim juga mengingatkan Antonelli agar tidak kembali melakukan pelanggaran batas lintasan karena tambahan pelanggaran dapat berujung penalti waktu.

Meski menghadapi persoalan tersebut, Antonelli mampu menjaga ritme hingga finis. Ia melintasi garis finis dengan keunggulan 4,2 detik atas pesaing terdekatnya.

Norris Gagal Manfaatkan Peluang di Akhir Balapan

Verstappen menjadi penghalang terakhir bagi Norris dalam perebutan posisi kedua. Pembalap Red Bull itu sempat melebar di Tikungan 5 sehingga Norris mendapatkan peluang untuk menyalip.

Norris mencoba memanfaatkan kesempatan tersebut, tetapi tidak berhasil menyelesaikan manuver. Verstappen akhirnya mempertahankan posisi kedua hingga finis.

Hasil itu membuat Antonelli meraih kemenangan, diikuti Verstappen dan Norris. Leclerc finis keempat, sementara Russell membawa Mercedes lainnya menyelesaikan balapan di posisi kelima.

Kemenangan tersebut semakin memperkuat posisi Antonelli dalam perebutan gelar juara dunia. Ia kini memiliki keunggulan 81 poin dalam klasemen pembalap.

Antonelli sendiri tidak menganggap kemenangan tersebut sepenuhnya sebagai hasil ideal. Ia menilai Norris sebenarnya memiliki peluang besar untuk menang sebelum strategi pit stop dan VSC mengubah keadaan.

“Itu balapan yang sangat sulit, sama sekali tidak mudah, terutama dalam mengelola ban. Senang bisa menang, tetapi rasanya tidak terlalu memuaskan karena menurut saya Lando hari ini pantas menang,” kata Antonelli.

Pembalap Mercedes itu juga menilai performa mobilnya sangat kuat pada stint terakhir menggunakan ban keras.

“Terutama dengan ban keras di akhir, kami memiliki kecepatan yang sangat bagus. Sekarang kami akan terus mendorong,” ujar Antonelli.

Empat Pembalap Gagal Finis

Selain persaingan di barisan depan, GP Spanyol juga diwarnai sejumlah masalah teknis.

Lewis Hamilton menjadi salah satu pembalap yang paling awal tersingkir. Ferrari memutuskan menghentikan mobilnya setelah persoalan rem semakin memburuk dan membuatnya kehilangan posisi secara bertahap.

Stroll juga gagal menyelesaikan balapan setelah mengalami masalah rem. Carlos Sainz tidak mampu menuntaskan balapan kandangnya, sedangkan Sergio Perez menghadapi masalah yang diduga berkaitan dengan sistem air pada mobilnya.

Total terdapat empat pembalap yang tidak mencapai garis finis.

Persoalan teknis bahkan sudah menjadi bagian dari akhir pekan GP Spanyol sejak sesi latihan. Lindblad, Hamilton, dan Oliver Bearman mengalami kecelakaan pada sesi latihan bebas kedua dan ketiga.

Bearman kemudian harus memulai balapan dari pit lane setelah Haas mengganti sasis serta sejumlah komponen power unit mobilnya.

Strategi Ban Menjadi Faktor Penting

Pilihan ban turut memainkan peran besar dalam balapan. Norris dan Antonelli memulai perlombaan menggunakan ban medium, sementara Verstappen dan Hamilton memilih ban soft untuk mendapatkan keuntungan pada lap pembuka.

Leclerc, Russell, Piastri, dan Lawson menggunakan ban hard dengan strategi stint panjang. Pilihan tersebut menjadi semakin penting karena kondisi lintasan menunjukkan potensi graining dan degradasi termal yang dapat memengaruhi performa ban.

Russell juga mencoba pendekatan strategi berbeda untuk melewati Leclerc. Namun, setelah melakukan pit stop kedua, ia harus puas finis di posisi kelima.

Di barisan tengah, Liam Lawson finis keenam untuk Red Bull dalam penampilan ketiganya sebagai pengganti Isack Hadjar. Franco Colapinto membawa Alpine meraih posisi ketujuh, diikuti Oscar Piastri, Arvid Lindblad, dan Nico Hulkenberg yang melengkapi 10 besar.

Esteban Ocon finis di posisi ke-11 sehingga Haas kembali gagal mencetak poin. Pierre Gasly berada di urutan ke-12, disusul Gabriel Bortoleto dan Yuki Tsunoda.

Alex Albon menjadi satu-satunya pembalap Williams yang finis, sedangkan Oliver Bearman, Fernando Alonso, dan Valtteri Bottas berada di posisi berikutnya.

Persaingan Gelar Berlanjut ke Azerbaijan

Kemenangan di Spanyol memberi Antonelli tambahan modal penting dalam perburuan gelar F1 2026. Namun, musim masih panjang dan persaingan dapat kembali berubah dalam seri-seri berikutnya.

Setelah jeda singkat, Formula 1 akan memasuki triple header pertama musim ini. Seri berikutnya adalah Grand Prix Azerbaijan yang dijadwalkan berlangsung pada 24-26 September.

Dengan keunggulan 81 poin, Antonelli kini berada dalam posisi yang semakin kuat. Namun, GP Spanyol juga menunjukkan bahwa strategi pit stop, kondisi ban, Virtual Safety Car, dan reliabilitas mobil dapat mengubah hasil balapan hanya dalam hitungan lap.

Bagi Norris, hasil di Spanyol menjadi pengingat bahwa keunggulan di lintasan belum tentu berujung kemenangan. Sementara bagi Antonelli dan Mercedes, kemenangan tersebut menjadi bukti bahwa keputusan strategis pada momen yang tepat dapat menentukan hasil akhir sebuah Grand Prix.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : F1
Formula 1 2026 GP Spanyol 2026 lando norris kimi antonelli mercedes f1