RADAR BANYUWANGI - Max Verstappen memang mengamankan posisi ketiga dalam kualifikasi Formula 1 Madrid. Namun, pembalap Red Bull Racing itu mengingatkan bahwa kecepatan bukan jaminan untuk menyalip dalam balapan.
Verstappen menilai karakter sejumlah tikungan di sirkuit Madrid membuat peluang melakukan manuver menjadi sangat terbatas. Bahkan jika mobilnya memiliki kecepatan lebih baik dibandingkan lawan, ia belum tentu dapat menemukan titik untuk melakukan overtaking.
“Akan sulit. Bahkan dalam skenario terbaik, misalnya Anda lebih cepat, Anda tetap tidak bisa menyalip. Tidak ada tikungan tempat Anda bisa menyalip,” ujar Verstappen.
Pernyataan tersebut menjadi salah satu perhatian utama Verstappen setelah ia berhasil mengamankan posisi ketiga dalam kualifikasi. Di sisi lain, pembalap asal Belanda itu tetap menilai hasil yang diraihnya bersama Red Bull sebagai pencapaian positif.
Verstappen Puas dengan Performa Red Bull
Posisi ketiga menjadi hasil yang dinilai sangat baik oleh Verstappen. Ia mengatakan mobil Red Bull terasa cukup kompetitif ketika digunakan dalam sesi kualifikasi.
Menurutnya, peningkatan yang dilakukan tim membantu mobil berada dalam kondisi kerja yang lebih baik. Verstappen juga merasa dapat menyerang tikungan dengan cara yang sesuai dengan gaya membalapnya.
“Bagi kami itu adalah kualifikasi yang sangat bagus. Jadi bagi saya bisa berada di posisi ketiga adalah hasil yang luar biasa,” kata Verstappen.
Ia menilai progres sepanjang kualifikasi berjalan dengan baik. Mulai dari Q1, Q2, hingga Q3, performa mobil menunjukkan perkembangan yang positif.
Verstappen juga menyebut mobil sebenarnya sudah berada dalam jendela kerja yang cukup baik sejak dirinya pertama kali tiba di lintasan. Namun, masih ada beberapa keterbatasan yang membuat Red Bull belum mampu menyamai performa kompetitor.
Deployment Baterai Masih Jadi Kendala
Salah satu persoalan yang paling terasa berada di sektor terakhir lintasan. Verstappen mengatakan mobilnya belum mendapatkan deployment energi seperti yang diperoleh para pesaing.
Kondisi tersebut membuatnya kesulitan mengejar waktu pada bagian akhir lap. Menurut Verstappen, hasil kualifikasinya bukan karena ia meninggalkan banyak waktu di lintasan.
“Tidak ada hal yang benar-benar saya tinggalkan di meja. Lebih seperti beberapa keterbatasan di dalam mobil yang memang kami ketahui, ditambah deployment di sektor terakhir yang sepertinya belum sepenuhnya kami dapatkan dengan benar,” tuturnya.
Verstappen juga memberikan catatan mengenai penampilannya di Q2. Ia menjadi salah satu pembalap yang menggunakan dua set ban sehingga catatan waktunya tidak bisa dibandingkan secara langsung dengan pembalap lain yang menggunakan strategi berbeda.
Di Q3, Verstappen memilih keluar lintasan lebih belakangan. Menurutnya, keputusan itu dilakukan untuk mendapatkan udara bersih karena masih tersedia cukup waktu. Sebagian besar pembalap lain sudah lebih dahulu keluar sehingga strategi tersebut dinilai masuk akal.
Degradasi Ban Bisa Menentukan Balapan
Jika peluang menyalip terbatas, degradasi ban berpotensi menjadi salah satu faktor yang menentukan hasil balapan.
Verstappen mengatakan long run di lintasan Madrid cukup sulit karena degradasi ban tergolong tinggi bagi semua pembalap. Situasi tersebut membuka kemungkinan perubahan posisi apabila ada pembalap yang mengalami penurunan performa ban secara lebih agresif.
Namun, persoalannya tidak berhenti pada kecepatan. Pembalap tetap membutuhkan lokasi yang memungkinkan untuk melakukan manuver.
“Jadi Anda harus mengandalkan pembalap lain mengalami degradasi yang sangat agresif,” ujar Verstappen.
Karena itu, menjaga kondisi ban sekaligus mempertahankan kecepatan akan menjadi tantangan penting. Verstappen juga menyadari bahwa karakter lintasan dapat membuat keunggulan performa mobil tidak otomatis berubah menjadi peluang menyalip.
Verstappen Soroti Tikungan 12 dan 13
Verstappen turut menyoroti Tikungan 12 dan 13 yang memiliki karakter banking. Ia mengaku sebenarnya ingin melewati bagian tersebut dengan gas penuh.
Namun, penggunaan energi baterai menjadi salah satu kendala. Ketika baterai habis menjelang bagian akhir, pembalap harus sedikit mengangkat gas agar mendapatkan deployment yang lebih baik.
“Saya ingin melewatinya dengan gas penuh, tetapi kemudian baterai saya habis, jadi Anda harus sedikit mengangkat gas agar mendapatkan deployment yang lebih baik,” jelasnya.
Verstappen menyukai konsep banking tersebut, tetapi memiliki gagasan berbeda mengenai bentuk kemiringannya. Menurutnya, bagian awal seharusnya dibuat lebih miring dan kemudian secara bertahap menjadi datar.
Ia menilai karakter tersebut bisa memberikan tantangan berbeda bagi kategori balap lain. Mobil Formula 1 dengan downforce besar membuat bagian itu relatif mudah dilalui, sementara mobil dengan downforce lebih rendah bisa menghadapi tantangan yang berbeda.
Puji Grip, Kritik Desain Lintasan
Terlepas dari kritik terhadap peluang menyalip, Verstappen memberikan penilaian positif terhadap grip yang tersedia di lintasan Madrid.
Ia mengapresiasi pekerjaan pada aspal sirkuit. Meski demikian, menurut Verstappen, beberapa bagian lintasan sudah terasa terlalu bergelombang untuk ukuran sebuah lintasan baru.
Kritik paling tajam diarahkan pada desain sejumlah tikungan dan zona pengereman. Verstappen menilai masih terdapat ruang untuk membuat sirkuit lebih mendukung aksi salip-menyalip.
“Dari sisi desain lintasan, saya pikir masih bisa dibuat lebih baik. Masukan dari para pembalap mengenai desain lintasan juga bisa sangat membantu,” katanya.
Menurut Verstappen, tidak ideal jika pembalap harus mengerem sambil berbelok dengan cara yang membuat peluang menyalip semakin kecil. Ia berpendapat desain lintasan seharusnya mampu menciptakan lebih banyak kesempatan bagi pembalap untuk melakukan manuver.
Meski memberikan kritik, Verstappen tetap mengapresiasi penyelenggaraan ajang di Madrid. Ia menilai pekerjaan yang dilakukan, termasuk kecepatan menyiapkan lintasan dan informasi yang disediakan untuk simulator, telah berjalan dengan baik.
Konsentrasi Jadi Tantangan
Balapan di lintasan dengan karakter jalan raya juga menuntut konsentrasi tinggi. Verstappen menyebut kesalahan kecil dapat berakibat besar karena pembalap beroperasi sangat dekat dengan batas kemampuan mobil.
“Memang selalu sulit ketika Anda berada di batas,” ujarnya.
Menurut Verstappen, kondisi tersebut membuat pembalap harus lebih menyadari risiko kesalahan. Jika kehilangan kendali, konsekuensinya dapat berupa benturan dengan dinding atau kecelakaan.
Namun, grip yang tinggi menjadi salah satu faktor positif. Tantangan berikutnya adalah menjaga mobil tetap bersih sekaligus mengelola degradasi ban sepanjang balapan.
Start Ketiga Jadi Modal Verstappen
Dengan menempati posisi ketiga, Verstappen akan memulai balapan dari barisan depan. Ia berharap catatan start yang menurutnya selalu bagus sepanjang tahun kembali membantunya pada awal balapan.
“Untungnya saya selalu mendapatkan start yang bagus tahun ini, jadi kita akan baik-baik saja,” tutur Verstappen.
Kini tantangan Verstappen bukan hanya mempertahankan posisi dari barisan depan. Ia harus mengelola ban, memaksimalkan energi baterai, serta mencari peluang di lintasan yang menurutnya masih memiliki keterbatasan dalam menyediakan titik menyalip.
Kualifikasi telah memberi Red Bull posisi yang cukup baik. Namun, seperti yang diperingatkan Verstappen, keunggulan kecepatan saja belum tentu cukup untuk mengubah posisi menjadi manuver menyalip di Madrid.
Editor : Lugas Rumpakaadi