RADAR BANYUWANGI - Lando Norris menjaga peluangnya dalam perebutan gelar juara dunia Formula 1 2026 setelah merebut pole position pada Grand Prix Spanyol di sirkuit Madring, Madrid. Bos McLaren Zak Brown pun menilai jalan menuju gelar masih terbuka meski Norris tertinggal cukup jauh dari Kimi Antonelli di klasemen.
Norris mengamankan posisi start terdepan setelah mencatat waktu 1 menit 31,824 detik pada kualifikasi. Ia hanya unggul 0,011 detik dari Antonelli yang menjadi pemimpin klasemen pembalap. Max Verstappen berada di posisi ketiga, sementara Lewis Hamilton menempati posisi keempat.
Pole tersebut terasa mengejutkan bagi Norris. Penampilan McLaren sepanjang awal akhir pekan belum menunjukkan bahwa mereka akan menjadi favorit utama. Bahkan, Norris hampir kehilangan seluruh sesi latihan bebas kedua akibat masalah girboks.
Namun, ketika kesempatan terakhir di Q3 tiba, Norris mampu menghasilkan satu putaran cepat yang menentukan. Ia sempat melebar di tikungan terakhir dan nyaris menyentuh dinding, tetapi kesalahan kecil itu tidak menggagalkan lap terbaiknya.
Bagi Norris, pole ini menjadi modal penting untuk menghadapi balapan perdana Formula 1 di Madring. Karakter lintasan yang sempit dan cepat membuat posisi start memiliki arti besar karena peluang menyalip diperkirakan tidak mudah.
McLaren Belum Mau Menyerah
Hasil kualifikasi tersebut juga memberi suntikan optimisme bagi McLaren. Setelah sempat kesulitan beradaptasi dengan regulasi baru musim 2026, tim tersebut mulai menunjukkan peningkatan performa.
Kini perhatian McLaren tertuju pada perebutan gelar pembalap. Norris masih tertinggal 96 poin dari Antonelli dengan 10 Grand Prix tersisa, sehingga tantangannya tetap sangat berat.
Meski demikian, Zak Brown tidak menganggap peluang tersebut sudah berakhir.
“Selama belum mustahil, hal itu mungkin dilakukan,” kata Brown kepada F1 TV seusai kualifikasi.
Pernyataan tersebut mencerminkan sikap McLaren untuk terus mengejar kemenangan selama peluang secara matematis masih tersedia. Brown mengakui timnya harus realistis, tetapi menurutnya situasi Formula 1 dapat berubah dengan cepat.
“Segala sesuatu bisa terjadi. Yang bisa kita lakukan hanyalah berupaya meraih kemenangan setiap akhir pekan dan melihat apakah kita bisa memperkecil jarak,” ujar Brown.
McLaren memiliki alasan untuk tetap optimistis. Musim lalu, Max Verstappen pernah membalikkan defisit 104 poin terhadap Oscar Piastri. Situasi itu menjadi pengingat bahwa keunggulan besar di klasemen belum otomatis menjamin seorang pembalap akan menjadi juara pada akhir musim.
Norris Harus Mengubah Pole Menjadi Kemenangan
Pole position di Madring menjadi peluang penting bagi Norris. Start dari posisi terdepan memberi McLaren kesempatan mengendalikan balapan sejak awal, terutama di lintasan yang diperkirakan sulit digunakan untuk melakukan manuver menyalip.
Tantangan berikutnya adalah menjaga kondisi ban. Temperatur yang tinggi diperkirakan meningkatkan degradasi, sehingga strategi pit stop dapat menjadi faktor penentu selain kecepatan mobil.
Brown menyadari bahwa kemenangan tidak akan datang dengan mudah. Di sisi lain, Antonelli juga tidak akan sekadar bermain aman karena pembalap Mercedes tersebut sedang mengejar gelar juara dunia pertamanya.
“Saya pikir Kimi sedang bertarung untuk kejuaraan dan Lando juga bertarung untuk kejuaraan,” ujar Brown.
Menurut Brown, posisi Antonelli sebagai pemimpin klasemen tidak akan membuatnya kehilangan karakter agresif. Sebaliknya, persaingan langsung dengan Norris dari baris terdepan dapat membuat lap-lap awal menjadi sangat menentukan.
“Saya rasa dia akan agresif, akan menarik untuk melihat bagaimana jalannya perlombaan ini,” kata Brown.
Perkembangan McLaren Jadi Sorotan
Selain peluang Norris dalam klasemen, Brown juga memberikan perhatian khusus terhadap perkembangan mobil McLaren sepanjang akhir pekan.
Menurutnya, performa tim pada Jumat belum memberikan indikasi bahwa Norris akan mampu merebut pole. Perubahan setelan dan peningkatan performa mobil kemudian membawa McLaren ke posisi yang jauh lebih kompetitif saat kualifikasi.
“Sangat bangga dengan apa yang telah dicapai tim dalam meningkatkan performa mobil sepanjang akhir pekan,” tutur Brown.
Perkembangan tersebut menjadi modal penting bagi McLaren untuk menghadapi sisa musim. Norris memang masih memiliki pekerjaan besar untuk memangkas defisit 96 poin, tetapi pole di Madring menunjukkan bahwa kecepatan untuk menantang pemimpin klasemen masih ada.
Kini, pekerjaan Norris jauh lebih sederhana sekaligus lebih sulit: mempertahankan posisi terdepan, meraih kemenangan, lalu mengulangi performa tersebut di seri-seri berikutnya.
Selama peluang belum benar-benar tertutup, McLaren memilih untuk terus mengejar.
Editor : Lugas RumpakaadiSumber : F1