RADAR BANYUWANGI - Max Verstappen akan memulai Grand Prix Spanyol dari posisi ketiga setelah menunjukkan peningkatan performa signifikan bersama Red Bull. Namun, pembalap asal Belanda itu masih melihat persoalan pada strategi deployment dan memperkirakan manajemen ban bakal menjadi tantangan utama dalam balapan di Madring.
Verstappen mengamankan posisi ketiga pada kualifikasi setelah sebelumnya tidak mampu menembus posisi lima besar dalam tiga sesi latihan bebas. Hasil tersebut menunjukkan perkembangan Red Bull sepanjang akhir pekan, terutama ketika sesi kualifikasi memasuki tahap penentuan.
Lando Norris menjadi pembalap tercepat dan merebut pole position, sementara Kimi Antonelli menempati posisi kedua. Verstappen pun akan mengawali balapan dari barisan depan bersama dua pesaingnya tersebut.
Hasil itu cukup positif bagi Verstappen mengingat performa Red Bull pada sesi latihan belum sepenuhnya meyakinkan. Pada akhir Jumat, pembalap berusia 28 tahun itu bahkan mengakui dirinya bersama tim masih berusaha menemukan kecepatan terbaik dari mobil di setiap putaran.
Performa Red Bull kemudian meningkat ketika kualifikasi berlangsung. Verstappen menjadi yang tercepat pada Q2 sebelum akhirnya mencatatkan waktu terbaik ketiga pada Q3.
“Mobil sebenarnya berada dalam jendela yang cukup baik, dan bagi kami bisa berada di tiga besar dalam kualifikasi adalah hasil yang bagus. Kami bisa senang dengan itu,” kata Verstappen.
Meski puas dengan posisi start tersebut, Verstappen menilai Red Bull masih memiliki ruang untuk berkembang. Salah satu bagian yang menjadi perhatian adalah sektor terakhir lintasan Madring.
Menurutnya, Red Bull belum mampu mengoptimalkan strategi deployment pada bagian tersebut. Dalam Formula 1, deployment berkaitan dengan cara tim mengatur pemanfaatan energi listrik dari sistem hybrid mobil sepanjang satu putaran.
Pengelolaan energi yang kurang optimal dapat membuat pembalap kehilangan keuntungan kecepatan di bagian tertentu lintasan. Karena itu, Verstappen melihat persoalan tersebut sebagai bahan evaluasi untuk balapan maupun seri-seri berikutnya.
“Saya pikir masih ada ruang untuk perbaikan, terutama di sektor terakhir. Di sanalah kami mungkin sedikit terlalu kesulitan dengan strategi deployment,” ujarnya.
Meski menemukan kelemahan tersebut, Verstappen tidak kehilangan keyakinan terhadap peluang Red Bull. Posisi ketiga memberikan kesempatan baginya untuk langsung berada dalam persaingan dengan Norris dan Antonelli sejak awal balapan.
Tantangan berikutnya justru akan datang dari karakter balapan itu sendiri. Verstappen memperkirakan Grand Prix Spanyol dapat berlangsung panjang dan memberikan tekanan cukup besar terhadap kondisi ban.
Manajemen ban menjadi penting karena kecepatan mobil tidak hanya ditentukan oleh performa dalam satu atau dua putaran. Pembalap dan tim harus menjaga tingkat keausan ban agar strategi pit stop tetap efektif hingga akhir perlombaan.
“Ini bisa menjadi balapan yang panjang dan berat bagi ban. Kami akan benar-benar fokus mengelolanya, mencoba mengeluarkan kemampuan terbaik dari mobil dan melihat apa yang bisa kami lakukan,” kata Verstappen.
GP Spanyol kali ini juga memiliki nilai khusus karena menjadi balapan Formula 1 pertama yang digelar di Madring. Kondisi lintasan baru tersebut membuat strategi dan kemampuan tim membaca karakter sirkuit menjadi bagian penting dalam menentukan hasil akhir.
Bagi Verstappen, posisi ketiga menjadi modal yang cukup baik setelah Red Bull sempat kesulitan menemukan performa ideal dalam latihan. Namun, hasil kualifikasi belum menjamin keberhasilan pada hari balapan.
Red Bull masih harus menjaga penggunaan ban, mengoptimalkan deployment, dan mempertahankan kecepatan mobil dalam jarak balapan. Jika persoalan tersebut dapat diatasi, Verstappen berpeluang memberikan tekanan kepada dua pembalap di depannya dan memburu hasil maksimal dalam debut GP Formula 1 di Madring.
Editor : Lugas RumpakaadiSumber : F1