RADAR BANYUWANGI - Kimi Antonelli hanya berjarak 0,011 detik dari pole position Grand Prix Spanyol. Pebalap Mercedes tersebut sempat berada di posisi terdepan dalam persaingan ketat kualifikasi, sebelum Lando Norris mencuri posisi start pertama melalui lap terakhir yang nyaris sempurna.
Hasil ini menjadi lanjutan dari performa impresif Antonelli setelah kemenangan bersejarah yang diraihnya pada Grand Prix Italia. Di Sirkuit Madring, pebalap Italia berusia 20 tahun itu kembali menunjukkan kecepatan dengan konsisten menghuni papan atas sepanjang sesi kualifikasi.
Persaingan menuju pole semakin sengit ketika memasuki Q3. Antonelli mampu mencatatkan waktu yang cukup untuk menyingkirkan Lewis Hamilton dari posisi terdepan. Ketika peluang Mercedes terlihat semakin terbuka, Norris justru memberikan respons pada kesempatan terakhir.
Pebalap McLaren itu menyelesaikan putaran terakhir dengan catatan waktu tercepat dan mengamankan pole position. Keunggulannya atas Antonelli hanya 0,011 detik, selisih yang menunjukkan betapa ketatnya pertarungan di barisan depan.
Antonelli sendiri tidak terlalu kecewa dengan hasil tersebut. Ia menilai putaran terakhirnya sudah berjalan cukup baik, tetapi Norris mampu memberikan lap yang lebih cepat pada momen penentuan.
“Saya pikir itu lap yang bagus, tetapi kemudian orang ini merebutnya, jadi selamat untuk mereka,” ujarnya.
Menurut Antonelli, kondisi lintasan menjadi salah satu tantangan terbesar sepanjang kualifikasi. Temperatur lintasan yang tinggi membuatnya harus bekerja keras menemukan keseimbangan mobil yang tepat.
“Di pihak saya, kualifikasi yang sangat intens – sulit mendapatkan keseimbangan yang tepat karena lintasannya sangat panas, tetapi ya, lap tersebut cukup bersih,” ungkapnya.
Karakter Sirkuit Madring juga membuat kualifikasi menjadi ujian tersendiri. Lintasan yang cukup rumit menuntut pebalap mampu menggabungkan seluruh sektor dalam satu putaran tanpa kehilangan waktu.
Antonelli menilai Mercedes telah melakukan pekerjaan yang baik. Namun, perhatian kini beralih ke balapan karena posisi start kedua masih memberinya peluang untuk membalikkan keadaan.
Masalahnya, menyalip Norris diperkirakan tidak akan mudah. Sejumlah tim memandang tata letak sirkuit dan minimnya lintasan lurus panjang dapat membuat manuver overtaking menjadi tantangan tersendiri.
Karena itu, start akan menjadi salah satu momen penting bagi Antonelli. Jika mampu mendapatkan posisi lebih baik sejak awal, peluangnya untuk menekan Norris akan semakin terbuka.
“Semoga start-nya bagus. Semoga kami bisa mendapatkan posisi di awal. Jika ada kesempatan untuk memenangkan balapan, kami akan mencoba mengambilnya,” katanya.
Antonelli juga tidak menutup kemungkinan harus menjalani balapan dengan pendekatan yang lebih sabar. Jika kesempatan untuk menang tidak langsung muncul, ia memilih fokus menjalankan balapan sebaik mungkin dan menunggu perkembangan situasi di lintasan.
“Kalau tidak, kami hanya akan mencoba menjalani balapan sebaik mungkin dan kemudian melihat apa yang terjadi,” pungkasnya.
Hasil kualifikasi ini juga penting bagi perjalanan Antonelli dalam perebutan gelar. Ia saat ini memiliki keunggulan 66 poin atas rekan setimnya di Mercedes, George Russell, yang hanya mampu mengamankan posisi keenam dalam kualifikasi.
Dengan demikian, posisi kedua bukan hasil yang buruk bagi Antonelli. Justru selisih 0,011 detik dari pole menunjukkan bahwa Mercedes memiliki kecepatan untuk bersaing langsung dengan McLaren.
Kini, tantangan sebenarnya menanti ketika balapan dimulai. Antonelli harus mencari celah untuk melewati Norris sekaligus menjaga peluang meraih kemenangan kedelapannya.
Jika start berjalan sesuai harapan, persaingan antara Antonelli dan Norris berpotensi menjadi salah satu pertarungan utama yang menarik perhatian di GP Spanyol. Selisih 0,011 detik di kualifikasi telah menunjukkan betapa tipis jarak performa keduanya. Balapan akan menentukan siapa yang mampu mengubah kecepatan tersebut menjadi kemenangan.
Editor : Lugas RumpakaadiSumber : F1