RADAR BANYUWANGI - Arvid Lindblad mengakhiri sesi latihan bebas kedua (FP2) Grand Prix Spanyol lebih awal setelah menabrak dinding di Tikungan 13. Meski demikian, insiden tersebut tidak menghapus kesan positif Racing Bulls setelah rookie Formula 1 itu mampu menempati posisi keempat dan hanya terpaut dua persepuluh detik dari pembalap tercepat.
Lindblad tampil meyakinkan sejak awal akhir pekan di Madring, venue baru yang menjadi tantangan bagi seluruh pembalap. Sebagai satu-satunya rookie Formula 1 musim ini, ia sebenarnya menghadapi tuntutan besar untuk segera memahami karakter lintasan.
Namun, situasi kali ini sedikit berbeda. Sirkuit tersebut juga baru bagi para pembalap lainnya sehingga Lindblad tidak harus mengejar ketertinggalan pengalaman dari para pembalap senior di lintasan yang sudah mereka kenal.
Ia memanfaatkan kesempatan tersebut dengan baik. Lindblad menutup FP1 di posisi ketujuh. Performa itu kemudian meningkat pada FP2 ketika pembalap Racing Bulls tersebut mampu mencatat sejumlah sektor tercepat dan membawa mobilnya ke posisi keempat dalam daftar waktu.
Catatan tersebut menjadi sinyal positif bagi Racing Bulls. Kecepatan Lindblad bahkan membuatnya hanya berjarak sekitar 0,2 detik dari posisi teratas.
Sayangnya, usaha untuk menemukan waktu yang lebih cepat berakhir di Tikungan 13. Lindblad kehilangan kendali saat memasuki tikungan tersebut dan mobilnya menghantam dinding. Insiden itu memicu bendera merah dan membuat program latihan para pembalap lain ikut terganggu.
Lindblad mengakui kesalahannya tanpa mencari alasan. Menurutnya, para pembalap memang sedang berusaha menemukan batas mobil di lintasan yang masih baru bagi semuanya.
“Saya hanya membuat sedikit kesalahan dan sedikit terlalu berlebihan di Tikungan 13,” ujarnya.
Pembalap muda itu juga menyadari dampak insiden tersebut terhadap tim, terutama para mekanik yang harus memperbaiki mobilnya sebelum sesi berikutnya.
“Agak disayangkan. Jelas saya meminta maaf kepada para mekanik dan tim karena sayangnya ini menjadi pekerjaan tambahan bagi mereka malam ini,” ungkapnya.
Meski mobilnya rusak, Lindblad tidak melihat hasil FP2 sebagai sebuah kegagalan. Justru kecepatan yang sempat ditunjukkannya menjadi alasan untuk tetap percaya diri menghadapi sesi selanjutnya.
“Kalau melihat gambaran besarnya, hari ini berjalan bagus. Kami sangat cepat, saya berada di P4 berdasarkan kemampuan kami sendiri. Saya hanya terpaut dua persepuluh detik dari P1, yang sangat kuat,” ujar Lindblad.
Ia juga menilai insiden tersebut tidak membuat Racing Bulls kehilangan terlalu banyak data untuk persiapan balapan. Bendera merah membuat sebagian besar pembalap tidak dapat menyelesaikan simulasi long run secara optimal.
Dengan kondisi itu, Lindblad menilai dirinya tidak tertinggal jauh dalam persiapan menuju balapan.
“Tidak ada yang mendapatkan long run. Jadi saya tidak kehilangan terlalu banyak. Saya tidak mendapatkan long run, tetapi kerugiannya tidak besar karena belum ada yang memiliki pemahaman yang bagus untuk hari Minggu,” katanya.
Fokus Lindblad kini adalah meninggalkan kesalahan tersebut dan membawa sisi positif dari performanya ke sesi berikutnya.
“Saya berada di batas kemampuan, saya menjalankan tugas dengan baik, jadi saya senang dengan itu. Sekarang kami hanya perlu melakukan reset. Mobil ini cepat,” ujarnya.
Racing Bulls Melihat Peluang Tembus Q3
Performa Lindblad bukan satu-satunya alasan Racing Bulls optimistis. Rekan setimnya, Yuki Tsunoda, juga berhasil menempati posisi kedelapan pada FP2.
Tsunoda memang terpaut sekitar delapan persepuluh detik dari Lindblad. Namun, hasil tersebut tetap menempatkannya di 10 besar dan di depan sejumlah pesaing utama Racing Bulls.
Kepala tim Racing Bulls, Alan Permane, bahkan menilai perkembangan mobil sepanjang hari berjalan sangat positif. Menurutnya, perubahan yang dilakukan setelah FP1 berhasil meningkatkan performa mobil pada FP2.
“Jika kita mengesampingkan kecelakaan itu, hari ini benar-benar luar biasa. Mobilnya cepat, kami memulai dengan mobil yang cukup baik, melakukan beberapa perubahan dari FP1 ke FP2 dan benar-benar meningkat.”
Permane melihat Racing Bulls memiliki peluang untuk menjadi salah satu tim yang kompetitif pada sesi kualifikasi. Ia bahkan menilai mobil mereka berpotensi berada di tujuh besar.
“Mobil ini terlihat benar-benar cepat, tentu saja merupakan mobil kualifikasi 10 besar, bahkan mungkin tujuh besar,” kata Permane.
Penampilan Tsunoda juga mendapat apresiasi meski ia disebut belum mendapatkan sesi yang ideal. Tetap berada di posisi kedelapan membuat Racing Bulls memiliki dua mobil yang kompetitif di papan tengah.
“Yuki tidak mendapatkan sesi yang paling mudah, tetapi dia tetap berada di 10 besar dan di depan semua pesaing utama kami. Jadi, ini adalah hari yang sangat baik,” ujar Permane.
Dengan performa tersebut, Racing Bulls kini memiliki alasan untuk menatap kualifikasi dengan optimistis. Tim masih memiliki FP3 untuk melakukan penyempurnaan sebelum memasuki sesi penentuan posisi start.
Bagi Lindblad, tantangan terbesarnya adalah mempertahankan kecepatan tanpa mengulangi kesalahan di Tikungan 13. Ia telah menunjukkan bahwa dirinya mampu bersaing di lintasan baru, tetapi hasil akhir akan sangat bergantung pada bagaimana Racing Bulls memaksimalkan kecepatan tersebut saat kualifikasi.
Lindblad sendiri memahami pentingnya sesi tersebut.
“Kami tahu kualifikasi adalah yang paling penting di sini dan kami menunjukkan kecepatan yang bagus. Jadi, saya senang,” pungkasnya.
Kesalahan di FP2 memang mengakhiri sesi Lindblad lebih cepat dari yang diharapkan. Namun, jika melihat kecepatannya sebelum kecelakaan dan performa Tsunoda di posisi kedelapan, Racing Bulls justru meninggalkan FP2 dengan modal yang cukup kuat.
Kini, perhatian tertuju pada FP3 dan kualifikasi. Jika kecepatan yang ditunjukkan pada FP2 dapat dipertahankan, Racing Bulls berpeluang membawa kedua mobilnya ke Q3.
Editor : Lugas RumpakaadiSumber : F1