RADAR BANYUWANGI - Masa depan Fernando Alonso bersama Aston Martin kembali menjadi perhatian di tengah debut Formula 1 di Madring. Kepala tim Aston Martin Mike Krack menegaskan bahwa timnya masih berharap pembalap asal Spanyol tersebut melanjutkan kiprahnya bersama mereka.
Aston Martin disebut telah menyampaikan keinginannya untuk terus bekerja sama dengan Alonso. Namun, keputusan akhir tetap berada di tangan sang pembalap. Krack mengatakan tim tidak ingin terburu-buru memberikan tekanan karena Alonso membutuhkan waktu untuk menentukan masa depannya.
“Kami sangat berharap Fernando akan melanjutkan. Dia sangat penting bagi tim kami. Dia sangat penting bagi Formula 1. Dia sangat penting bagi olahraga ini secara keseluruhan dan motorsport secara umum,” ujar Krack.
Menurut Krack, Aston Martin siap menunggu keputusan Alonso dan berharap pembicaraan yang berlangsung dapat menghasilkan solusi yang menguntungkan kedua pihak.
Aston Martin Siap Mengakomodasi Keinginan Alonso
Pembahasan masa depan Alonso tidak hanya berkaitan dengan keputusan untuk terus membalap. Sang pembalap juga disebut ingin melihat sejumlah perubahan menjelang era Formula 1 2027.
Krack menilai keinginan tersebut bukan berpusat pada satu persoalan tertentu. Ia mengatakan telah mengikuti diskusi mengenai hal-hal yang ingin dilihat Alonso berubah.
Bagi Aston Martin, keberadaan Alonso masih dianggap penting. Karena itu, tim terbuka terhadap berbagai kemungkinan yang dapat membuat pembalap berpengalaman tersebut tetap berada di grid.
“Saya pikir olahraga ini membutuhkan orang seperti Fernando. Saya rasa kita semua ingin melihat Fernando terus berlanjut. Dan apa pun yang bisa dilakukan untuk mengakomodasi hal tersebut, saya pikir akan dilakukan,” kata Krack.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Aston Martin belum menganggap pembicaraan mengenai masa depan Alonso sebagai persoalan yang buntu. Tim masih menunggu keputusan sang pembalap sebelum menentukan langkah berikutnya.
Krack Tak Ingin Membicarakan Pengganti Alonso
Ketika ditanya mengenai kemungkinan Alonso tidak melanjutkan kariernya bersama Aston Martin, Krack memilih tidak membuka opsi alternatif.
Ia bahkan menegaskan tidak akan menyebut nama kandidat pengganti maupun membahas rencana cadangan tim. Sikap tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa Aston Martin masih menempatkan Alonso sebagai pilihan utama.
“Kami sangat berharap Fernando akan melanjutkan,” tegas Krack.
Menurutnya, kehilangan Alonso bukan sekadar perubahan komposisi pembalap. Pengalaman dan pengaruh Alonso membuat kepergiannya akan menjadi kehilangan besar bagi Aston Martin maupun Formula 1.
Karena itu, Krack memilih untuk tidak terlalu jauh membayangkan skenario tersebut. Fokus tim saat ini adalah menunggu keputusan Alonso dan melanjutkan pekerjaan di lintasan.
Debut Madring Berlangsung Tanpa Gangguan
Di luar isu masa depan Alonso, Aston Martin juga harus menghadapi tantangan teknis dari sirkuit Madring. Sesi pertama berlangsung relatif lancar tanpa gangguan besar.
Kondisi tersebut tidak membuat para pembalap langsung tampil agresif. Menurut Krack, hampir semua tim meminta pembalapnya mengambil pendekatan konservatif untuk menjaga mobil dan komponen sekaligus memastikan seluruh program latihan dapat diselesaikan.
Krack justru mengapresiasi pihak-pihak yang berada di balik penyelenggaraan debut Madring. Menurutnya, mempersiapkan sebuah venue baru untuk Formula 1 bukan pekerjaan mudah.
“Menurut saya, kita harus memberikan apresiasi kepada F1 dan promotor di sini, atau pihak sirkuit, serta semua orang yang mewujudkan tempat ini. Saya pikir ini sirkuit yang fantastis, venue yang luar biasa, dan persiapannya sangat baik,” ujarnya.
Ia menilai Madring telah memberikan kesan positif pada tahun pertamanya menjadi bagian dari kalender Formula 1.
Dinding Pembatas Jadi Ancaman
Situasi diperkirakan berubah ketika para pembalap mulai meningkatkan kecepatan. Seiring grip lintasan bertambah, mereka akan semakin berani mendekati batas.
Krack justru lebih mengkhawatirkan dinding pembatas di sekitar lintasan dibandingkan kerb. Ketika kecepatan meningkat dan pembalap mulai mengambil jalur yang lebih agresif, margin kesalahan akan semakin kecil.
“Dinding pembatas mungkin lebih mengkhawatirkan daripada kerb di sini, atau dinding yang berada setelah kerb,” kata Krack.
Menurutnya, kondisi tersebut merupakan konsekuensi alami dari karakter kompetisi Formula 1. Pembalap tidak datang hanya untuk menyelesaikan lap dengan aman. Mereka harus mencari batas kemampuan mobil untuk mendapatkan hasil terbaik.
Risiko pun tidak dapat sepenuhnya dihindari. Ketika seorang pembalap melewati batas, konsekuensinya bisa berupa kehilangan waktu, kerusakan mobil, bahkan kecelakaan.
Krack memperkirakan persaingan akan semakin menarik ketika para pembalap mulai menemukan batas sebenarnya dari Madring.
Aston Martin Mulai Membaca Karakter Mobil
Sesi pertama juga digunakan Aston Martin untuk memahami kompromi yang harus dibuat pada mobil.
Madring menghadirkan kombinasi sektor berkecepatan tinggi, banking, serta kerb yang menuntut karakter mobil berbeda. Tim harus menentukan tingkat kekakuan dan kelembutan yang tepat agar mobil tetap kompetitif di berbagai bagian lintasan.
Selain itu, Aston Martin perlu mengelola penggunaan energi, temperatur, sistem pengereman, hingga tingkat keausan bagian bawah mobil.
“FP1 bagi kami adalah tahap mencentang berbagai kotak, dan hal yang sama berlaku bagi sebagian besar tim,” jelas Krack.
Pendekatan konservatif pada sesi awal kemudian mulai digantikan proses optimasi. Data yang dikumpulkan dari lintasan menjadi dasar untuk menentukan bagian mana yang dapat dikorbankan demi memperoleh keuntungan di area lainnya.
Perubahan grip lintasan juga akan membuat pekerjaan tim semakin dinamis. Ketika permukaan menjadi lebih mencengkeram dan pemahaman terhadap karakter Madring meningkat, setiap tim akan kembali menjalankan simulasi untuk mencari pengaturan terbaik.
Fokus Beralih ke Balapan dan Kualifikasi
Setelah memperoleh data awal, Aston Martin mulai mengarahkan perhatian pada kebutuhan balapan dan kualifikasi.
Krack mengatakan tim harus mampu menyesuaikan diri dengan perubahan kondisi. Tidak ada satu pengaturan yang selalu menjadi pilihan terbaik karena karakter lintasan dapat berubah seiring bertambahnya grip dan meningkatnya kecepatan.
“Kita harus fleksibel. Kita harus mampu menyesuaikan diri dengan keadaan yang berubah, kemudian bergerak dari sana,” tuturnya.
Prinsip tersebut juga berlaku untuk situasi yang lebih luas di Formula 1. Menurut Krack, tim-tim sudah terbiasa menghadapi perubahan jadwal maupun kondisi yang tidak terduga.
Ia mengingatkan bahwa Formula 1 pernah menghadapi pandemi dan pembatalan balapan dalam beberapa tahun terakhir. Karena itu, keberadaan rencana alternatif merupakan bagian dari kesiapan olahraga tersebut.
Alonso dan Madring Menjadi Dua Perhatian Aston Martin
Akhir pekan di Madring pada akhirnya menghadirkan dua pekerjaan besar bagi Aston Martin. Di lintasan, tim harus menemukan setup yang tepat untuk menghadapi sirkuit baru dengan karakter yang menantang. Di luar lintasan, mereka masih menunggu keputusan Alonso mengenai masa depannya.
Krack tidak memberikan tenggat atau nama pengganti jika Alonso memilih pergi. Ia hanya menegaskan bahwa Aston Martin masih menginginkan pembalap tersebut untuk terus menjadi bagian dari proyek mereka.
Sementara itu, tantangan Madring akan semakin besar ketika para pembalap mulai mendorong mobil mendekati batas maksimal. Dengan grip yang terus meningkat, ruang untuk melakukan kesalahan akan semakin sempit.
Bagi Aston Martin, kemampuan beradaptasi menjadi kunci. Tim harus memanfaatkan data dari setiap sesi, mengambil keputusan teknis yang tepat, sekaligus menunggu keputusan penting dari salah satu pembalap paling berpengalaman di Formula 1.
Editor : Lugas Rumpakaadi