Bos Cadillac Ungkap Masalah yang Harus Segera Dibenahi Setelah Tampil di F1 Madring

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Sabtu, 12 September 2026 | 16:02 WIB
Team Principal Cadillac, Marcin Budkowski, menyoroti persoalan ban, kepercayaan pembalap, dan reliabilitas setelah sesi pertama di Madring. (F1)
Team Principal Cadillac, Marcin Budkowski, menyoroti persoalan ban, kepercayaan pembalap, dan reliabilitas setelah sesi pertama di Madring. (F1)

RADAR BANYUWANGI - Cadillac belum sepenuhnya menemukan performa terbaiknya di Madring. Setelah menjalani sesi pertama di sirkuit tersebut, pemimpin tim Marcin Budkowski mengakui masih ada sejumlah persoalan yang harus segera dibenahi, mulai dari pengelolaan ban hingga reliabilitas mobil.

Madring menjadi tantangan tersendiri bagi Cadillac. Sebagai trek baru dengan rangkaian tikungan berkecepatan menengah dan tinggi, sirkuit ini menuntut pembalap untuk memiliki kepercayaan tinggi terhadap mobil.

Budkowski menilai tingkat grip di lintasan cukup tinggi. Namun, kondisi tersebut tidak serta-merta membuat pekerjaan Cadillac menjadi lebih mudah. Menurutnya, menjaga ban tetap berada dalam rentang temperatur yang tepat akan menjadi salah satu tantangan utama sepanjang akhir pekan.

“Bagi kami, tantangannya adalah menjaga ban tetap hidup sepanjang satu lap. Kami tidak terlalu bagus dalam hal ini pagi tadi, dan saya pikir kami akan melakukan beberapa perubahan,” ujar Budkowski.

Masalah tersebut juga berkaitan dengan karakter Madring yang memiliki sejumlah tikungan cepat dengan perubahan arah secara beruntun. Dalam kondisi seperti itu, pembalap harus memiliki keyakinan terhadap respons mobil, terutama pada bagian belakang.

Budkowski menyebut Valtteri Bottas masih belum mendapatkan kepercayaan penuh terhadap bagian belakang mobil Cadillac dibandingkan Sergio Perez pada sesi tersebut.

“Dia tidak memiliki kepercayaan terhadap bagian belakang mobil,” kata Budkowski mengenai kondisi Bottas.

Menurutnya, faktor tersebut menjadi lebih penting karena Madring merupakan street circuit dengan dinding pembatas yang berada dekat dengan lintasan. Pembalap harus berani membawa mobil mendekati batas kemampuan, tetapi tetap memiliki keyakinan bahwa mobil akan memberikan respons yang dapat diprediksi.

Karena itu, Cadillac memilih mengambil pendekatan konservatif. Tim tidak ingin langsung mengejar performa maksimal, melainkan membangun kecepatan secara bertahap sepanjang akhir pekan.

Reliabilitas menjadi pekerjaan rumah utama

Persoalan Cadillac tidak berhenti pada karakteristik Madring. Dalam satu bulan pertamanya sebagai pemimpin tim, Budkowski melihat sejumlah pekerjaan mendasar yang masih perlu diselesaikan.

Ia menggambarkan periode tersebut sebagai fase yang sangat intens. Meski secara kalender baru berlangsung beberapa minggu, tekanan dan volume pekerjaan membuatnya terasa jauh lebih panjang.

Di sisi lain, Budkowski menemukan banyak hal positif di dalam organisasi Cadillac. Tim mampu membangun proyek Formula 1 dalam waktu yang relatif singkat, meski harus menghadapi tantangan yang tidak dimiliki tim-tim yang telah lama berkompetisi di kejuaraan ini.

Cadillac tidak memiliki fondasi operasional dari musim-musim sebelumnya seperti yang dimiliki sejumlah rivalnya. Akibatnya, ada beberapa keputusan yang harus diambil dengan cepat dan sejumlah jalan pintas yang tidak dapat sepenuhnya dihindari ketika membangun tim baru dalam waktu terbatas.

Untuk jangka pendek, Budkowski menempatkan reliabilitas sebagai salah satu prioritas utama. Cadillac telah mengalami kesulitan di beberapa area dan harus memastikan persoalan tersebut tidak terus mengganggu jalannya akhir pekan balapan.

Selain reliabilitas, kualitas operasional juga menjadi perhatian.

Budkowski mengakui level operasional Cadillac saat ini belum berada pada standar tim papan atas. Namun, menurutnya, kondisi tersebut masih dapat dipahami mengingat usia proyek dan besarnya pekerjaan yang harus diselesaikan.

Untuk jangka panjang, tim mulai mengidentifikasi sejumlah prioritas yang berkaitan dengan peningkatan kecepatan dan kualitas mobil. Budkowski memilih tidak mengungkapkan rincian rencana tersebut.

Pengembangan mobil mulai bergeser ke musim berikutnya

Budkowski juga menepis anggapan bahwa perkembangan Cadillac telah benar-benar berhenti. Ia meminta kondisi tim dilihat dalam konteks siklus pengembangan Formula 1.

Memasuki fase tertentu dalam musim, tim-tim biasanya mulai mengalihkan sumber daya mereka ke mobil untuk musim berikutnya. Cadillac pun telah melakukan hal serupa.

Sebagian besar sumber daya kini diarahkan untuk proyek mobil tahun depan. Pada saat yang sama, sejumlah personel dan sumber daya masih harus digunakan untuk memperbaiki masalah reliabilitas pada mobil yang sedang berlaga.

Situasi itu membuat pengembangan komponen peningkatan performa untuk musim berjalan secara alami mulai melambat.

“Sebagian besar sumber daya kami juga, sayangnya, sibuk memperbaiki masalah reliabilitas daripada mengerjakan item-item peningkatan performa,” tutur Budkowski.

Meski demikian, ia menilai Cadillac belum kehabisan potensi untuk meningkatkan performa mobil musim ini. Perbaikan reliabilitas, operasional, dan kualitas mobil masih dapat membantu tim mengekstraksi performa tambahan.

Namun, arah utama tetap jelas: Cadillac harus mempersiapkan mobil tahun depan.

Budkowski memperkirakan situasi tersebut bukan hanya dialami Cadillac. Tim-tim lain di sepanjang pit lane juga mulai menghadapi siklus pengembangan yang sama.

Basis Inggris tetap penting bagi Cadillac

Cadillac memang tengah membangun kemampuan operasional di Amerika Serikat. Namun, rencana tersebut tidak berarti tim akan segera meninggalkan Inggris.

Budkowski menilai sumber daya manusia berbakat tidak hanya tersedia di Eropa. Amerika Serikat, menurutnya, memiliki potensi besar, terutama dengan berkembangnya industri teknologi dan antariksa di negara tersebut.

Karena itu, Cadillac secara bertahap akan memperluas jejak operasionalnya di AS, termasuk dalam bidang manufaktur dan sejumlah kemampuan lainnya.

Pada saat yang sama, tim baru saja membuka fasilitas baru di Silverstone. Budkowski menegaskan fasilitas tersebut bukan sekadar tempat sementara.

Valtteri Bottas dan Sergio Perez bahkan telah mengunjungi fasilitas tersebut untuk mengikuti sejumlah pertemuan teknis dan bertemu dengan staf Cadillac.

Keduanya disebut terkesan dengan fasilitas yang telah dibangun. Budkowski pun menyampaikan penilaian serupa setelah melihatnya secara langsung.

Dengan demikian, kabar bahwa Cadillac akan segera memindahkan pusat operasionalnya ke Amerika Serikat dinilai tidak berdasar. Untuk saat ini, Inggris dan AS akan menjadi bagian dari pengembangan jejak operasional tim.

Budkowski kembali merasakan intensitas Formula 1

Kembali ke Formula 1 sebagai pemimpin tim setelah beberapa tahun meninggalkan olahraga tersebut juga menjadi pengalaman tersendiri bagi Budkowski.

Ia sebenarnya sudah mengenal kecepatan dan intensitas Formula 1. Namun, setelah beberapa tahun berada di luar lingkungan kompetisi, kembali duduk di pit wall membutuhkan proses adaptasi.

Salah satu momen yang paling ia ingat terjadi ketika Cadillac menjalani FP1 di Zandvoort. Banyaknya saluran komunikasi yang aktif secara bersamaan membuat otaknya membutuhkan waktu untuk kembali terbiasa dengan situasi tersebut.

Meski demikian, Budkowski menilai prinsip utama dalam mengelola tim Formula 1 tidak berubah.

Menurutnya, keberhasilan tetap bergantung pada kemampuan membangun tim, menempatkan orang yang tepat pada posisi yang tepat, menyusun proses kerja, serta menyatukan seluruh organisasi melalui visi yang sama.

Regulasi memang berubah. Tim-tim juga menjadi semakin profesional, sementara batas anggaran membuat persaingan semakin rapat. Namun, intensitas kompetisi tetap sangat tinggi.

“Kerangkanya berbeda dan aturan mainnya berbeda, tetapi intensitasnya tetap sama,” ujar Budkowski.

Ia mengakui Cadillac masih memiliki perjalanan panjang sebelum mampu bersaing untuk kemenangan. Tim harus memastikan setiap aspek berjalan dengan benar sebelum dapat mencapai target tersebut.

Dua triple-header menanti

Tantangan lain datang dari jadwal balapan yang semakin padat. Dua rangkaian triple-header akan memberikan tekanan besar kepada seluruh anggota tim Cadillac.

Menurut Budkowski, kru Cadillac di trek telah melalui paruh pertama musim yang sangat berat. Sebagai tim baru, mereka harus menangani berbagai persoalan mulai dari kesiapan komponen hingga pengiriman perlengkapan ke lintasan.

Tidak semua proses berjalan sesuai standar yang diharapkan. Namun, menurut Budkowski, perbaikan kecil dari satu balapan ke balapan berikutnya dapat memberikan dampak besar terhadap moral tim.

Ketika pekerjaan mulai berjalan lebih baik dibandingkan pekan sebelumnya, kru dapat melihat adanya momentum positif. Hal tersebut penting untuk menghadapi paruh kedua musim yang diperkirakan semakin melelahkan.

Cadillac juga masih menghadapi ketidakpastian terkait salah satu balapan pada penghujung musim. Jika diperlukan balapan pengganti di Eropa, Budkowski menilai situasi tersebut relatif lebih mudah dikelola dari sisi logistik.

Bagi Cadillac, fokus saat ini bukan sekadar mengejar hasil instan. Tim harus memperbaiki reliabilitas, meningkatkan kualitas operasional, memaksimalkan potensi mobil musim berjalan, sekaligus memastikan proyek mobil berikutnya berkembang sesuai arah yang ditetapkan.

Madring menjadi salah satu ujian dari proses tersebut. Cadillac masih memiliki banyak pekerjaan, tetapi bagi Budkowski, sejumlah area perbaikan sudah mulai terlihat dengan jelas.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Cadillac F1 F1 2026 Marcin Budkowski Madring formula 1