RADAR BANYUWANGI - Debut Formula 1 di Sirkuit Madrid, pada Jumat (11/9) langsung menghadirkan persaingan menarik. George Russell membawa Mercedes menjadi yang tercepat pada sesi latihan bebas pertama (FP1) Grand Prix Spanyol 2026, sementara Kimi Antonelli melengkapi dominasi tim dengan menempati posisi kedua.
Russell mencatat waktu 1 menit 34,077 detik pada putaran ke-20. Antonelli menyusul dengan 1:34,363, terpaut 0,286 detik dari rekan setimnya.
Hasil tersebut menjadi sinyal awal bahwa Mercedes mampu beradaptasi dengan cepat terhadap karakter Sirkuit Madrid yang baru digunakan dalam kalender Formula 1. Lintasan semi-permanen ini memadukan bagian jalan raya berkecepatan tinggi dengan sektor teknis yang lebih sempit, sementara permukaan aspalnya masih minim cengkeraman.
Mercedes unggul di bagian teknis
Keunggulan Mercedes tidak hanya terlihat dari posisi Russell dan Antonelli di klasemen FP1. Karakter performa kedua mobil juga memperlihatkan bagaimana tim tersebut memilih mengorbankan kecepatan di lintasan lurus demi kestabilan dan kecepatan di tikungan.
Russell mencatat kecepatan puncak 292,1 kilometer per jam dan Antonelli 291,4 km/jam. Angka itu bahkan lebih dari 20 km/jam di bawah catatan dua pembalap Audi, Gabriel Bortoleto dan Nico Hulkenberg.
Namun, Mercedes mendapatkan keuntungan di bagian teknis. Antonelli mencatat kecepatan 261,0 km/jam pada titik Intermediate 2, sedangkan Russell mencapai 260,8 km/jam. Data tersebut menunjukkan bahwa paket Mercedes bekerja lebih efektif ketika mobil memasuki rangkaian tikungan berkecepatan menengah hingga tinggi.
Kekuatan tersebut kembali terlihat di Sektor 3. Russell menjadi yang tercepat dengan waktu 31,136 detik, diikuti Antonelli dengan 31,241 detik. Sektor ini memiliki sejumlah tikungan sempit yang menuntut traksi dan kestabilan mobil.
Ferrari belum mengeluarkan seluruh potensinya
Ferrari menjadi ancaman terdekat bagi Mercedes. Charles Leclerc mengakhiri FP1 di posisi ketiga dengan waktu 1:34,536, sementara Lewis Hamilton berada di urutan keempat dengan 1:34,620.
Yang menarik, posisi Hamilton berpotensi lebih tinggi apabila seluruh sektor terbaiknya dapat digabungkan dalam satu putaran. Catatan teoritis Hamilton mencapai 1:34,250, atau 0,370 detik lebih cepat daripada waktu aktualnya.
Dalam perhitungan tersebut, Hamilton bahkan berpotensi berada di posisi kedua virtual, di depan Antonelli yang memiliki waktu teoritis 1:34,299. Leclerc juga memiliki waktu teoritis 1:34,481, hanya 0,055 detik dari catatan aktualnya.
Data ini membuat klasemen FP1 belum cukup untuk menyimpulkan bahwa Mercedes telah meninggalkan Ferrari. Jika Ferrari mampu menyatukan sektor-sektor terbaiknya dan mengendalikan temperatur ban belakang, jarak dengan Mercedes masih berpeluang menyempit pada sesi berikutnya.
Audi justru paling kencang di lintasan lurus
Jika Mercedes menjadi tolok ukur di tikungan, Audi menunjukkan keunggulannya di lintasan lurus.
Gabriel Bortoleto mencatat kecepatan tertinggi 312,0 km/jam, sedangkan Nico Hulkenberg mencapai 310,1 km/jam. Keduanya menjadi pembalap dengan catatan speed trap tertinggi dalam sesi tersebut.
Namun, keunggulan itu belum otomatis menghasilkan posisi tinggi. Hulkenberg hanya berada di posisi kesembilan dengan waktu 1:35,529, sementara Bortoleto di urutan ke-11 dengan 1:35,652.
Perbedaan tersebut menggambarkan kompromi yang harus dipilih setiap tim. Audi memperoleh keuntungan besar di lurusan, tetapi kehilangan waktu ketika mobil memasuki bagian tikungan Sektor 2.
Lindblad curi perhatian di posisi ketujuh
Salah satu kejutan terbesar datang dari Arvid Lindblad.
Pembalap Racing Bulls tersebut menempati posisi ketujuh dengan waktu 1:35,033. Ia bahkan menyisip di antara dua pembalap McLaren, Lando Norris di posisi keenam dan Oscar Piastri di posisi kedelapan.
Lindblad juga termasuk pembalap yang berhasil mengeksekusi putaran aktual tanpa kehilangan waktu dibandingkan akumulasi sektor terbaiknya. Catatan teoritis dan aktualnya sama-sama 1:35,033.
Performa tersebut menjadi salah satu catatan menarik dari sesi pembuka di lintasan baru Madrid.
49 catatan waktu dibatalkan
Debut Sirkuit Madrid juga menunjukkan betapa sulitnya pembalap menemukan batas lintasan.
Race Control mencatat 49 pembatalan catatan waktu selama FP1. Tikungan 5 menjadi lokasi paling bermasalah dengan 12 pelanggaran, sedangkan Tikungan 17 dan 18 secara bersama-sama menyumbang 15 pelanggaran.
Antonelli menjadi pembalap dengan jumlah putaran yang paling banyak dibatalkan, yakni sembilan lap. Norris kehilangan lima lap dan Carlos Sainz empat lap akibat pelanggaran batas lintasan.
Tingginya angka tersebut menunjukkan bahwa para pembalap masih dalam tahap mencari batas sebenarnya dari lintasan. Kondisi ini menjadi penting karena kesalahan kecil di sesi kualifikasi dapat menghapus waktu putaran yang seharusnya kompetitif.
Aspal Madrid sangat panas
Selain layout baru, temperatur menjadi tantangan lain.
Suhu udara selama sesi meningkat dari 25,9 hingga 28,6 derajat Celsius. Yang lebih ekstrem adalah temperatur permukaan aspal yang mencapai 52,4 derajat Celsius.
Kondisi tersebut, ditambah kelembapan relatif yang hanya berada di kisaran 12,8 hingga 17,3 persen, meningkatkan tekanan terhadap manajemen ban. Analisis mencatat temperatur lintasan yang tinggi dapat mempercepat degradasi termal kompon lunak dan meningkatkan risiko kerusakan permukaan ban belakang.
Faktor tersebut turut menjelaskan mengapa konfigurasi aerodinamika menjadi bagian penting dari persiapan tim. Mercedes tampaknya mendapatkan keuntungan dari pilihan downforce tinggi yang membantu menjaga performa mobil di sektor teknis.
Red Bull masih mencari keseimbangan
Max Verstappen membawa Red Bull finis di posisi kelima dengan waktu 1:34,703 atau terpaut 0,626 detik dari Russell.
Catatan Verstappen menarik karena waktu aktualnya sama persis dengan waktu teoritisnya. Artinya, ia mampu mengeksekusi sektor-sektor terbaiknya dalam satu putaran tanpa kehilangan waktu tambahan.
Namun, analisis sesi menilai Red Bull masih perlu melakukan penyempurnaan pada setelan mekanis, terutama untuk mengurangi gejala understeer di tikungan teknis Sektor 3.
Cadillac mengawali akhir pekan dengan berat
Sementara Mercedes, Ferrari, dan Red Bull bersaing di bagian depan, Cadillac menghadapi pekerjaan yang jauh lebih besar.
Sergio Perez finis di posisi ke-21 dengan waktu 1:38,150, sedangkan Valtteri Bottas berada di urutan ke-22 dengan 1:38,818. Keduanya tertinggal lebih dari empat detik dari Russell.
Analisis sumber mengindikasikan Cadillac masih menghadapi persoalan pada cengkeraman aerodinamika dan manajemen temperatur sistem mekanis.
FP2 dan kualifikasi masih bisa mengubah peta persaingan
Hasil FP1 memberikan keunggulan awal bagi Mercedes, tetapi belum cukup untuk mengunci peta kekuatan sepanjang akhir pekan.
Russell dan Antonelli menunjukkan kombinasi kecepatan serta kestabilan yang sangat kuat di lintasan teknis. Ferrari memiliki potensi waktu yang belum sepenuhnya terealisasi, sementara Red Bull masih perlu menemukan keseimbangan mekanis yang lebih baik.
Di sisi lain, Audi menunjukkan bahwa kecepatan lurus dapat menjadi senjata penting di Madrid, meski efektivitasnya harus dibayar dengan kompromi di tikungan.
Sirkuit Madrid tidak mudah ditaklukkan. Permukaan yang masih licin, temperatur aspal tinggi, serta 49 pembatalan catatan waktu membuat akurasi dan konsistensi menjadi sama pentingnya dengan kecepatan murni.
Hasil 10 besar FP1 F1 GP Spanyol 2026
- George Russell — Mercedes — 1:34,077
- Kimi Antonelli — Mercedes — 1:34,363
- Charles Leclerc — Ferrari — 1:34,536
- Lewis Hamilton — Ferrari — 1:34,620
- Max Verstappen — Red Bull — 1:34,703
- Lando Norris — McLaren — 1:34,947
- Arvid Lindblad — Racing Bulls — 1:35,033
- Oscar Piastri — McLaren — 1:35,148
- Nico Hulkenberg — Audi — 1:35,529
- Liam Lawson — Red Bull — 1:35,539