Bukan Sekadar Balapan, F1 Madrid Punya Arti Khusus bagi Franco Colapinto

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 18:49 WIB
Franco Colapinto bersiap menghadapi balapan Formula 1 di Madrid bersama Alpine. Kota tersebut memiliki arti khusus karena menjadi bagian dari perjalanan awal kariernya di Eropa. (F1)
Franco Colapinto bersiap menghadapi balapan Formula 1 di Madrid bersama Alpine. Kota tersebut memiliki arti khusus karena menjadi bagian dari perjalanan awal kariernya di Eropa. (F1)

RADAR BANYUWANGI - Bagi Franco Colapinto, Madrid bukan sekadar kota yang menjadi tuan rumah salah satu seri Formula 1. Ibu kota Spanyol itu merupakan bagian penting dari perjalanan kariernya sejak masih merintis langkah di dunia balap formula di Eropa.

Karena itu, kesempatan membalap di Madrid bersama Alpine memiliki makna tersendiri bagi pembalap asal Argentina tersebut. Setelah sebelumnya pernah tinggal di kota itu dan memulai perjalanan balap formulanya di sana, Colapinto kini kembali sebagai pembalap Formula 1.

“Madrid terasa paling dekat dengan rumah bagi saya, terutama karena pengalaman masa lalu saya, bagaimana saya mengawali karier di Eropa, dan bagaimana saya memulai balapan formula,” kata Colapinto, Kamis (10/9).

Colapinto pun tidak menyembunyikan kegembiraannya menghadapi akhir pekan balap di Madrid. Ia berharap kesempatan tersebut bukan menjadi satu-satunya pengalaman balapan kandang baginya pada musim ini, tetapi untuk saat ini Madrid menjadi tempat yang paling dekat dengan nuansa balapan di rumah.

Bagi Colapinto, nilai penting Madrid juga terletak pada perkembangan Formula 1 di Spanyol. Ia menilai kehadiran sebuah kota besar dalam kalender balap memberikan warna tersendiri bagi kejuaraan, terlebih dengan karakter sirkuit yang menurutnya menarik untuk dikendarai.

“Menurut saya ini juga sangat bagus untuk olahraga ini, menghadirkan kota besar seperti Madrid kembali ke kalender balap dan menghadirkan trek yang sangat seru,” ujarnya.

Alpine Tak Ingin Terlena oleh Performa Monza

Antusiasme Colapinto datang setelah Alpine menunjukkan peningkatan performa di Monza. Namun, ia menyadari bahwa karakteristik lintasan Madrid dapat menghadirkan tantangan yang berbeda.

Monza memiliki sejumlah karakter yang sesuai dengan kekuatan mobil Alpine, terutama pada sektor lurus dan beberapa tikungan berkecepatan rendah. Selain itu, pembaruan yang diperkenalkan tim sejak Grand Prix Belanda di Zandvoort turut membantu mobil bekerja lebih optimal.

Menurut Colapinto, perubahan tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat Alpine mampu tampil lebih kompetitif di Monza. Meski demikian, performa positif itu belum cukup untuk memastikan mereka akan kembali memiliki kecepatan yang sama di Madrid.

“Karakteristik Monza sangat cocok dengan mobil kami dan area di mana kami kuat, terutama di lintasan lurus, begitu pula di tikungan-tikungan berkecepatan rendah,” kata Colapinto.

Ia menegaskan Alpine masih harus memahami bagaimana mobil mereka akan bekerja di sirkuit Madrid. Targetnya sederhana: memaksimalkan paket yang tersedia dan mengubah peningkatan performa dalam beberapa balapan terakhir menjadi hasil nyata.

“Kami masih punya banyak pekerjaan yang harus diselesaikan, tetapi semoga kami bisa menerapkannya menjadi akhir pekan yang baik di Madrid dan memiliki mobil yang kencang,” tuturnya.

Racing Bulls Jadi Salah Satu Target

Peningkatan performa Alpine juga membuat persaingan dengan Racing Bulls semakin menarik. Dalam beberapa balapan terakhir, Alpine mulai mampu memberikan tekanan kepada rivalnya tersebut setelah sebelumnya sempat tertinggal dalam hal kecepatan.

Bagi Colapinto, persaingan itu bukan sekadar soal posisi di lintasan. Kecepatan yang lebih baik harus diterjemahkan menjadi posisi finis dan tambahan poin bagi tim.

“Fokus utama kami tentu saja finis di depan mereka,” ujar Colapinto.

Ia menilai pembaruan mobil datang pada waktu yang tepat. Alpine sebelumnya sempat mengalami kesulitan ketika kecepatannya berada di bawah Racing Bulls dan Audi. Namun, perkembangan terbaru membuat tim kembali memiliki daya saing yang lebih baik.

Hasil di Monza menjadi salah satu indikasinya. Tantangan berikutnya adalah membuktikan bahwa peningkatan tersebut bukan hanya cocok untuk karakter sirkuit tertentu.

“Kami perlu memahami bagaimana kecepatan kami di sini dibandingkan mereka, tetapi di Monza kami jelas cukup cepat. Semoga kami bisa tetap berada di depan dan terus mencetak lebih banyak poin,” katanya.

Colapinto Membawa Pelajaran dari Kesalahan di Monza

Di balik optimisme menghadapi Madrid, Colapinto juga membawa pengalaman emosional dari balapan sebelumnya.

Di Monza, ia sempat memiliki peluang untuk bersaing di barisan depan. Posisi tersebut menjadi momentum penting karena Alpine mampu berada dalam persaingan dengan tim-tim papan atas seperti McLaren, Ferrari, dan Red Bull.

Namun, kesalahan yang dilakukannya membuat peluang tersebut hilang. Colapinto mengakui hasil itu membuatnya kecewa selama beberapa hari.

“Kesempatan untuk bertarung di barisan depan bersama tim-tim papan atas seperti McLaren, Ferrari, dan Red Bull tidak datang setiap hari,” ungkapnya.

Kekecewaan tersebut, menurut Colapinto, merupakan konsekuensi dari besarnya peluang yang sempat terbuka. Berada dalam posisi untuk memperebutkan podium sejak awal balapan memberikan motivasi berbeda dibandingkan ketika hanya berjuang di papan tengah.

Meski demikian, ia tidak ingin terlalu lama terjebak pada kesalahan tersebut. Colapinto juga melihat sisi positif dari kemampuannya memulihkan performa setelah kejadian itu.

Editor : Lugas Rumpakaadi
F1 Madrid Formula 1 Madrid Racing Bulls ALPINE F1 franco colapinto