RADAR BANYUWANGI - Esteban Ocon melihat sirkuit baru Madrid sebagai tantangan sekaligus peluang bagi Haas. Karakter lintasan yang menuntut pembalap berani mengambil risiko dinilai dapat mengubah persaingan tim papan tengah, terutama ketika strategi dan jalannya balapan sulit diprediksi.
Pembalap Haas tersebut mengaku antusias menghadapi lintasan baru. Bagi Ocon, kesempatan mempelajari sirkuit yang belum pernah digunakan sebelumnya memberikan pengalaman berbeda setelah cukup lama berkompetisi di Formula 1.
Namun, rasa penasaran itu datang bersama tuntutan besar. Ocon menilai pembalap harus cermat menentukan kapan waktunya memacu mobil hingga mendekati batas, terutama karena keberadaan dinding pembatas membuat kesalahan kecil dapat berujung pada konsekuensi besar.
“Jelas, ini sirkuit yang luar biasa menantang. Ada kalkulasi risiko dan hasil yang tinggi mengenai kapan harus memacu mobil dan mendekati dinding pembatas,” kata Ocon, Kamis (10/9).
Menurutnya, keberanian mengambil risiko bisa menjadi salah satu pembeda di Madrid. Di sisi lain, banyak faktor yang belum dapat dipastikan karena para pembalap dan tim masih beradaptasi dengan karakter lintasan.
Situasi tersebut justru dianggap Ocon dapat menguntungkan tim-tim papan tengah. Ketidakpastian strategi, kemungkinan munculnya bendera merah, atau insiden lain selama balapan berpotensi mengubah urutan persaingan.
“Ketidakpastian dalam hal strategi, bendera merah saat balapan, atau apa pun yang terjadi, semoga kami bisa memanfaatkan momen-momen itu,” ujarnya.
Pembaruan Haas Belum Menyelesaikan Semua Persoalan
Selain mempelajari karakter sirkuit Madrid, Haas membawa pekerjaan rumah dari balapan sebelumnya. Tim telah memperkenalkan pembaruan pada sasis mobil dan kini berupaya memahami seberapa besar peningkatan yang bisa diberikan paket tersebut.
Ocon menilai hasil awal pembaruan itu positif. Menurut dia, Monza bukan tempat yang ideal untuk menguji seluruh potensi paket baru tersebut, tetapi setidaknya Haas sudah memperoleh data penting dari penggunaannya.
“Paket pembaruan ini sangat positif dan kami menantikan peningkatan performa apa yang bisa diberikannya di sini,” tutur Ocon.
Masalah yang masih menjadi perhatian utama justru konsistensi antara dua mobil Haas. Ocon menyebut performa mobil yang dikendarainya dan mobil Ollie Bearman belum selalu berada pada tingkat yang sama.
Situasi itu membuat hasil kedua pembalap bisa berbeda secara signifikan meskipun menggunakan mobil dari tim yang sama. Ocon memberikan contoh ketika mobil Bearman mampu tampil sesuai harapan di Monza, sementara mobilnya sendiri tidak memberikan performa serupa.
Kondisinya dapat berubah pada balapan lain. Di Budapest, misalnya, Bearman justru menghadapi persoalan yang sebelumnya dirasakan Ocon.
Bagi tim, persoalan tersebut menjadi pekerjaan penting karena pembalap akan kesulitan mengejar posisi dan poin apabila performa mobil tidak konsisten sejak awal akhir pekan.
Ocon mengatakan Haas kini berusaha memastikan kedua mobil dapat bekerja secara normal sehingga pembalap tidak perlu menghabiskan waktu untuk mengejar performa yang hilang.
Tiga Kali Beruntun Masuk Q2
Terlepas dari persoalan tersebut, Ocon melihat ada perkembangan positif dalam beberapa balapan terakhir. Ia mencatat tiga kali secara beruntun mampu mencapai Q2, sesi kedua dalam kualifikasi Formula 1.
Pencapaian itu memang belum cukup bagi Haas karena target berikutnya adalah mendapatkan performa yang memungkinkan mereka menembus Q3 dan, yang lebih penting, bertarung untuk meraih poin dalam balapan.
Meski demikian, Ocon merasa telah memaksimalkan mobil yang tersedia.
“Tentu saja itu bukan Q3, tapi saya merasa telah mengeluarkan potensi maksimal dari mobil dan tidak ada yang tersisa,” katanya.
Pernyataan tersebut menggambarkan posisi Ocon saat ini. Ia tidak menganggap hasil yang diraih sudah memadai, tetapi juga menilai ada kepuasan ketika tim dan pembalap berhasil mengeluarkan kemampuan terbaik dari paket yang tersedia.
Fokus berikutnya adalah memperbaiki bagian-bagian yang masih menjadi kelemahan.
Masa Depan Ocon di Haas Masih Dibahas
Di tengah upaya memperbaiki performa mobil, masa depan Ocon bersama Haas juga mulai menjadi perhatian. Tim diketahui melakukan pengujian terhadap pembalap lain melalui program Testing of Previous Cars (TPC), yang memungkinkan pembalap menguji mobil Formula 1 generasi sebelumnya.
Ocon mengatakan pembicaraan mengenai masa depannya dengan Haas telah berlangsung dalam beberapa pekan terakhir. Ia menegaskan bahwa diskusi pertama tetap dilakukan bersama tim yang saat ini menjadi tempatnya berkompetisi.
Menurut Ocon, Haas memang memiliki hak untuk menguji pembalap lain. Program TPC juga dinilai penting karena dapat memberikan kesempatan bagi tim untuk mengembangkan pembalap sekaligus menjadi salah satu sumber pemasukan.
Namun, ia menilai persoalan utama Haas saat ini bukan berada di sisi pembalap.
“Di internal tim, pembalap bukanlah masalahnya. Kami semua bekerja sama ke arah yang sama untuk memeras performa lebih dari mobil,” ujar Ocon.
Editor : Lugas Rumpakaadi