RADAR BANYUWANGI – Perjalanan Megawati Hangestri Pertiwi di Liga Voli Korea bukan hanya soal prestasi di lapangan. Gajinya juga melonjak signifikan dari musim pertama bersama Red Sparks hingga kepindahannya ke Hyundai Hillstate. Dari US$100.000 pada musim debut, naik menjadi US$150.000 di musim kedua, dan kini mencapai sekitar US$170.000 atau Rp2,97 miliar per musim bersama Hillstate.
Kenaikan tersebut berarti nilai kontrak Megawati meningkat sekitar US$70.000 atau 70 persen dibandingkan saat pertama kali datang ke Korea Selatan.
Angka itu sekaligus menunjukkan bagaimana posisi Megawati berubah dalam tiga musim kariernya di V-League.
Dari pemain baru Red Sparks dengan bayaran US$100.000, kini Megawati datang ke Hyundai Hillstate sebagai pemain yang sudah teruji di kompetisi Korea.
Dari US$100 Ribu di Red Sparks
Ketika pertama kali bergabung dengan Red Sparks pada musim 2023/2024, Megawati berstatus pemain kuota Asia yang masih memasuki tahun pertamanya di V-League.
Nilai kontraknya saat itu dilaporkan sebesar US$100.000 per musim.
Jika dikonversikan menggunakan angka rupiah yang menjadi acuan pemberitaan, nominal tersebut jauh di bawah nilai kontraknya sekarang.
Namun, Megawati tidak membutuhkan waktu lama untuk membuktikan kualitasnya.
Pada musim debutnya, pemain berjuluk Megatron tersebut tampil impresif dan membantu Red Sparks menembus babak playoff.
Pencapaian itu menjadi penting karena Red Sparks sebelumnya cukup lama tidak mampu mencapai fase tersebut.
Megawati kemudian memasuki musim kedua dengan status berbeda.
Ia bukan lagi pemain asing Asia yang belum dikenal.
Namanya sudah menjadi salah satu kekuatan utama Red Sparks.
Musim Kedua: Gaji Naik Jadi US$150 Ribu
Memasuki musim 2024/2025, nilai kontrak Megawati bersama Red Sparks ikut meningkat.
Gajinya dilaporkan mencapai sekitar US$150.000 per musim. Angka ini naik US$50.000 dibandingkan musim pertamanya.
Secara persentase, kenaikannya mencapai 50 persen.
Peningkatan tersebut berjalan beriringan dengan kontribusinya di lapangan.
Megawati tampil semakin matang dan membantu Red Sparks mencapai final liga untuk kali pertama dalam 13 tahun.
Dua musim di Red Sparks akhirnya memberikan dua hal penting bagi Megawati: pengalaman dan peningkatan nilai di pasar pemain V-League.
Lalu Datang Tawaran Hyundai Hillstate
Musim 2026/2027 menjadi titik balik berikutnya.
Alih-alih kembali ke Red Sparks, Megawati memilih bergabung dengan Hyundai Hillstate.
Kepindahan itu diumumkan Hillstate melalui media sosial klub pada Senin, 11 Mei 2026.
Dari sisi finansial, Megawati juga memasuki level baru.
Media Korea melaporkan Megawati akan menerima sekitar US$170.000 per musim, atau sekitar Rp2,97 miliar. Nilai tersebut merupakan batas gaji yang berlaku bagi pemain kuota Asia pada tahun kedua dan seterusnya berdasarkan regulasi KOVO.
Artinya, dibandingkan musim keduanya di Red Sparks, gaji Megawati naik lagi US$20.000.
Jika dibandingkan dengan musim pertamanya, lonjakannya mencapai US$70.000.
Begini Perbandingan Gaji Megawati
| Musim | Klub | Gaji per Musim |
|---|---|---|
| 2023/2024 | Red Sparks | US$100.000 |
| 2024/2025 | Red Sparks | US$150.000 |
| 2026/2027 | Hyundai Hillstate | US$170.000 |
Jika menggunakan perkiraan rupiah sekitar Rp17.500 per dolar, maka perbedaannya semakin mudah terlihat.
US$100.000 berada di kisaran Rp1,75 miliar.
US$150.000 sekitar Rp2,63 miliar.
Sementara US$170.000 mencapai sekitar Rp2,97 miliar.
Dengan demikian, dari musim pertama bersama Red Sparks hingga musim ketiganya bersama Hillstate, nilai kontrak Megawati meningkat sekitar Rp1,2 miliar per musim berdasarkan konversi tersebut.
Bukan Semata karena Pindah Klub
Menariknya, kenaikan gaji Megawati tidak sepenuhnya terjadi karena ia pindah dari Red Sparks ke Hillstate.
Ada faktor regulasi KOVO yang ikut berperan.
KOVO menerapkan skema gaji bagi pemain asing kuota Asia berdasarkan masa bermain. Laporan media menyebut nominal yang diterapkan meningkat dari US$100.000 pada periode awal Megawati menjadi US$150.000, kemudian US$170.000 pada tahun-tahun berikutnya.
Jadi, sebagian kenaikan nilai kontrak Megawati merupakan konsekuensi dari masa baktinya di V-League.
Namun, ada faktor lain yang tak kalah penting: performa.
Sebab, Megawati sudah menunjukkan bahwa dirinya mampu beradaptasi dengan kompetisi Korea.
Dua musim di Red Sparks menjadi semacam portofolio yang membuatnya tidak lagi datang sebagai pemain yang belum teruji.
Red Sparks Memberi Panggung, Hillstate Memberi Babak Baru
Ada cerita menarik di balik angka-angka tersebut.
Red Sparks menjadi klub yang memberikan Megawati panggung besar di Korea Selatan.
Di sana, namanya semakin dikenal publik voli Korea dan Indonesia.
Dua musim bersama Red Sparks menghasilkan perkembangan yang jelas.
Musim pertama berujung playoff.
Musim kedua berlanjut ke final.
Setelah itu, Megawati memasuki fase baru.
Hillstate menjadi klub yang akan menerima hasil dari proses tersebut.
Dengan nilai kontrak sekitar US$170.000, Hillstate mendapatkan pemain yang sudah memahami kerasnya kompetisi V-League.
Bukan lagi pemain yang membutuhkan waktu panjang untuk mengenali atmosfer pertandingan Korea.
Gaji Naik, Ekspektasi Juga Naik
Namun, angka US$170.000 juga membawa konsekuensi.
Semakin tinggi nilai kontrak, semakin besar ekspektasi yang mengikutinya.
Megawati tidak hanya dituntut mencetak poin.
Ia harus beradaptasi dengan sistem permainan baru, membangun chemistry dengan rekan-rekan setim di Hillstate, dan membuktikan bahwa performanya bersama Red Sparks bukan kebetulan.
Apalagi, Hillstate memiliki ambisi besar di V-League 2026/2027.
Megawati datang bukan sekadar sebagai pemain baru.
Ia datang dengan reputasi sebagai salah satu pemain kuota Asia yang sudah teruji.
Kesimpulannya, perjalanan gaji Megawati memperlihatkan kenaikan yang jelas: dari US$100.000 pada musim pertama bersama Red Sparks, menjadi US$150.000 pada musim kedua, lalu mencapai sekitar US$170.000 bersama Hyundai Hillstate. Jika dihitung dari awal kariernya di Korea, nilai kontrak Megawati kini naik sekitar 70 persen.
Perpindahan klub pun akhirnya bukan sekadar cerita tentang meninggalkan Red Sparks.
Bagi Megawati, Hyundai Hillstate adalah babak baru dengan nilai kontrak lebih tinggi, status lebih besar, dan tuntutan pembuktian yang juga semakin tinggi. (*)
Catatan: Redaksi sengaja menggunakan angka US$170.000 sebagai angka utama karena itu yang disebut dalam laporan media Korea yang dikutip sumber-sumber tersebut. Estimasi US$180.000 sebaiknya tidak dijadikan angka pasti tanpa sumber kontrak resmi.
Editor : Ali Sodiqin