Dari US$100 Ribu ke Rp3 Miliar, Gaji Megawati Terus Meroket

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 02:30 WIB
Momen keakraban Megawati Hangestri dan rekan-rekannya di Hillstate. (Tangkapan Layar Youtube @HOECVolleyball Team)
Momen keakraban Megawati Hangestri dan rekan-rekannya di Hillstate. (Tangkapan Layar Youtube @HOECVolleyball Team)

RADAR BANYUWANGI – Megawati Hangestri Pertiwi memasuki musim ketiganya di Liga Voli Korea dengan nilai kontrak yang lebih tinggi. Bersama Suwon Hyundai E&C Hillstate, Megawati diperkirakan menerima US$170.000–US$180.000 atau sekitar Rp2,97 miliar hingga Rp3,1 miliar per musim. Nominal tersebut menjadi peningkatan signifikan dibandingkan bayaran yang diterimanya ketika pertama kali menjejak V-League bersama Red Sparks.

Kepindahan Megawati ke Hillstate diumumkan klub pada Senin, 11 Mei 2026 melalui media sosial resmi mereka.

Transfer tersebut sekaligus menandai babak baru perjalanan pemain Indonesia yang dalam dua musim sebelumnya menjadi salah satu sosok penting di Red Sparks.

Gaji Megawati Naik Mengikuti Masa Bakti

Besaran gaji Megawati di Hyundai Hillstate tidak muncul begitu saja.

Nilai tersebut berkaitan dengan aturan Federasi Bola Voli Korea (KOVO) mengenai batas gaji pemain asing dari kuota Asia.

Untuk pemain kuota Asia, KOVO menetapkan nominal berbeda berdasarkan masa bermain di V-League.

Pada musim pertama, pemain mendapatkan batas gaji tahunan sebesar US$150.000 berdasarkan ketentuan yang berlaku untuk periode tersebut. Memasuki musim kedua dan seterusnya, batas tersebut meningkat menjadi US$170.000.

Megawati kini memasuki tahun ketiganya berkarier di Korea.

Karena itu, nilai kontraknya ikut berada pada level yang lebih tinggi.

Sejumlah laporan media Korea menyebut Megawati mendapatkan sekitar US$170.000 per musim bersama Hillstate. Jika dikonversikan ke rupiah, nilainya sekitar Rp2,97 miliar.

Sementara sejumlah estimasi menempatkan total bayaran Megawati di kisaran US$170.000 hingga US$180.000, atau sekitar Rp3 miliar lebih.

Dari US$100 Ribu hingga Hampir Rp3 Miliar

Perjalanan gaji Megawati di V-League cukup menarik.

Ketika pertama kali datang ke Korea untuk memperkuat Red Sparks pada musim 2023/2024, nilai kontraknya dilaporkan berada di angka US$100.000 per musim.

Pada musim keduanya, nominal tersebut meningkat menjadi sekitar US$150.000.

Kini, ketika memasuki musim ketiga, nilai kontraknya kembali meningkat.

Jika menggunakan angka US$170.000, Megawati mengalami kenaikan sekitar US$70.000 dibandingkan musim pertamanya.

Dalam hitungan persentase, peningkatan tersebut mencapai sekitar 70 persen dibandingkan nilai kontrak awalnya di V-League.

Perubahan angka tersebut menjadi gambaran bagaimana nilai Megawati berkembang setelah dua musim tampil konsisten di Korea Selatan.

Dua Musim, Dua Pencapaian Besar

Kenaikan nilai kontrak Megawati tidak bisa dilepaskan dari kontribusinya di Red Sparks.

Pada musim 2023/2024, Megawati membantu Red Sparks menembus babak playoff setelah klub tersebut cukup lama gagal mencapai fase tersebut.

Semusim kemudian, pencapaiannya meningkat.

Red Sparks berhasil mencapai final untuk kali pertama dalam 13 tahun.

Megawati menjadi salah satu pemain penting dalam perjalanan tersebut.

Performa itu membuat namanya semakin diperhitungkan dalam persaingan pemain asing kuota Asia V-League.

Tidak mengherankan apabila sejumlah klub Korea kemudian dikaitkan dengan pemain berjuluk Megatron tersebut.

Bukan Red Sparks, Megawati Pilih Hillstate

Sebelum musim 2026/2027 bergulir, sempat muncul spekulasi bahwa Megawati akan kembali ke Red Sparks.

Hubungan Megawati dengan klub tersebut memang sangat kuat setelah dua musim penuh cerita.

Namun, situasinya berubah.

Red Sparks mendatangkan outside hitter China Zhong Hui sebagai pemain kuota Asia. Setelah itu, klub juga mendapatkan pemain asing Vanja Bukilic.

Komposisi tersebut membuat peluang Megawati kembali ke Daejeon semakin kecil.

Di sisi lain, Hillstate membuka ruang yang lebih besar.

Hillstate mendatangkan Jordan Wilson dari Amerika Serikat. Pemain tersebut berposisi sebagai outside hitter.

Kondisi tersebut membuat Hillstate menjadi salah satu tujuan yang paling memungkinkan bagi Megawati.

Akhirnya, keputusan pun dibuat.

Megawati memilih meninggalkan Red Sparks dan memulai petualangan baru bersama Hillstate.

Apa yang Membuat Megawati Berharga?

Nominal hampir Rp3 miliar per musim tentu bukan sekadar angka.

Megawati datang ke Hillstate dengan pengalaman dua musim bermain di kompetisi Korea.

Artinya, dia tidak lagi berstatus pemain baru yang harus belajar dari awal mengenai karakter permainan V-League.

Dia sudah memahami atmosfer pertandingan, gaya blok pemain Korea, ritme kompetisi, hingga tuntutan fisik yang harus dihadapi.

Modal tersebut menjadi keuntungan besar bagi Hillstate.

Klub tidak hanya mendapatkan pemain dengan kemampuan menyerang, tetapi juga atlet yang sudah teruji di lingkungan V-League.

Musim Ketiga Jadi Ujian Baru

Namun, pindah klub tetap membawa tantangan.

Megawati harus membangun chemistry baru dengan para pemain Hillstate.

Sistem permainan juga akan berbeda dari Red Sparks.

Begitu pula tuntutan pelatih terhadap perannya di lapangan.

Dengan nilai kontrak yang meningkat, ekspektasi terhadap Megawati otomatis ikut naik.

Dia tidak hanya dituntut mencetak poin, tetapi juga membantu Hillstate bersaing di papan atas V-League 2026/2027.

Kesimpulannya, kenaikan gaji Megawati hingga kisaran Rp3 miliar bukan sekadar efek perpindahan klub. Angka itu mencerminkan statusnya sebagai pemain kuota Asia yang memasuki musim ketiga sekaligus hasil dari dua musim impresif bersama Red Sparks.

Kini, tantangan Megawati adalah membuktikan bahwa nilai tersebut sebanding dengan kontribusinya untuk Hyundai Hillstate. (*)

Editor : Ali Sodiqin
V-League Korea Kontrak Megawati Hyundai Hillstate gaji megawati Megawati Hangestri