RADAR BANYUWANGI – Postur tinggi menjadi salah satu modal penting dalam persaingan Liga Voli Korea atau V-League, terutama bagi pemain yang beroperasi di depan net. Di tengah deretan atlet dengan tinggi 175 hingga hampir 200 sentimeter, Megawati Hangestri Pertiwi dengan postur 186 cm termasuk pemain yang memiliki modal fisik mumpuni untuk bersaing di level tertinggi voli Korea.
Perbedaan tinggi badan di V-League juga sangat dipengaruhi posisi pemain. Middle blocker dan opposite umumnya menjadi pemain dengan postur paling menjulang, sedangkan libero memiliki tubuh lebih pendek karena tuntutan utama posisinya adalah kecepatan, kelincahan, dan kemampuan bertahan.
Gambaran tersebut membuat postur pemain V-League menarik untuk dicermati. Apalagi, sejumlah nama besar voli putri Korea memiliki tinggi badan yang berada jauh di atas rata-rata perempuan pada umumnya.
Megawati 186 Cm, Bukan yang Tertinggi
Megawati Hangestri Pertiwi memiliki tinggi badan sekitar 186 cm. Pemain asal Indonesia tersebut memperkuat Suwon Hyundai E&C Hillstate di V-League.
Dengan postur tersebut, Megawati memiliki keuntungan saat menjalankan peran sebagai opposite hitter. Jangkauan tinggi menjadi salah satu senjata penting ketika melakukan serangan maupun menghadapi blok lawan.
Namun, Megawati bukan pemain tertinggi di V-League.
Ada sejumlah pemain Korea yang memiliki postur lebih menjulang. Salah satunya adalah legenda voli Korea Selatan, Kim Yeon-koung, yang tercatat memiliki tinggi 192 cm.
Di jajaran pemain V-League lainnya, Jung Ho-young juga memiliki postur 190 cm. Sementara sejumlah pemain Red Sparks seperti Han Song-yi mencapai 184 cm, Lee Dam-ye 185 cm, Park Hye-min 181 cm, dan Lee Seon-woo 184 cm.
Artinya, tinggi badan 186 cm yang dimiliki Megawati menempatkannya dalam kelompok pemain dengan postur relatif tinggi di kompetisi voli Korea.
Posisi Depan Net Didominasi Pemain Tinggi
Dalam voli profesional, tinggi badan bukan sekadar angka di profil pemain. Postur berkaitan langsung dengan jangkauan serangan, kemampuan melakukan blok, hingga efektivitas permainan di atas net.
Middle blocker dan opposite biasanya menjadi posisi dengan pemain paling tinggi. Rentang tinggi yang umum berada di sekitar 185–195 cm.
Middle blocker membutuhkan jangkauan tinggi untuk membendung serangan lawan. Sementara opposite dituntut menjadi salah satu sumber poin utama sehingga tinggi badan dapat menjadi keuntungan ketika menyerang dari atas net.
Megawati berada dalam kategori tersebut.
Dengan tinggi 186 cm, Megawati memiliki kombinasi postur dan kemampuan menyerang yang membuatnya menjadi salah satu pemain penting dalam sistem permainan Hillstate.
Outside Hitter Tak Selalu Harus 190 Cm
Posisi outside hitter memiliki rentang tinggi yang lebih beragam.
Secara umum, pemain di posisi ini memiliki tinggi sekitar 178–192 cm. Mereka tidak hanya dituntut menyerang, tetapi juga harus mampu menerima servis dan membantu pertahanan.
Karena tuntutan permainan yang lebih komplet, outside hitter membutuhkan keseimbangan antara postur, kekuatan, kecepatan, dan kemampuan teknik.
Inilah yang membuat tinggi badan tidak bisa menjadi satu-satunya ukuran kualitas seorang pemain.
Pemain dengan postur lebih pendek tetap bisa sangat efektif apabila memiliki teknik, timing, lompatan, dan kemampuan membaca permainan yang bagus.
Setter dan Libero Punya Tuntutan Berbeda
Perbedaan semakin terlihat ketika melihat posisi setter dan libero.
Setter umumnya memiliki tinggi sekitar 170–180 cm. Posisi ini lebih mengutamakan kemampuan mengatur serangan, akurasi umpan, pengambilan keputusan, serta komunikasi dengan para penyerang.
Sementara itu, libero menjadi posisi dengan rata-rata tinggi badan paling pendek. Rentangnya dapat berada di sekitar 155–168 cm.
Salah satu contohnya adalah Jeong Su-ji, yang tercatat memiliki tinggi sekitar 167 cm.
Postur yang lebih pendek justru dapat menjadi keuntungan untuk libero. Pusat gravitasi yang lebih rendah dapat mendukung pergerakan cepat ketika mengejar bola dan melakukan penyelamatan di area belakang.
V-League Bukan Sekadar Pertarungan Tinggi Badan
Melihat profil pemain V-League, tinggi badan memang menjadi salah satu faktor penting. Tetapi, kompetisi profesional Korea menunjukkan bahwa keberhasilan pemain tidak hanya ditentukan oleh ukuran tubuh.
Megawati menjadi contoh menarik.
Dengan tinggi 186 cm, pemain Indonesia itu berada dalam kategori ideal untuk posisi opposite. Namun, kekuatannya bukan semata-mata karena postur.
Kemampuan menyerang, variasi pukulan, timing, kekuatan fisik, serta adaptasi terhadap permainan Korea menjadi bagian yang menentukan kiprahnya di V-League.
Karena itu, ketika Megawati berhadapan dengan pemain-pemain bertubuh menjulang seperti Jung Ho-young maupun pemain asing lainnya, duel di atas net bukan hanya persoalan siapa yang lebih tinggi.
Pada akhirnya, tinggi badan memberi modal. Teknik dan kecerdasan bermain yang menentukan bagaimana modal tersebut digunakan. (*)
Editor : Ali Sodiqin