RADAR BANYUWANGI – Bukan sekadar mengejar kemenangan, 16 tim U-17 siap bertarung habis-habisan di Bahlil Mini Soccer Asyik Menuju Puncak Zona 4 Kediri yang resmi dimulai Kamis (10/9) di Inzia Minisoccer, Kediri. Duel SMAN 3 Kediri melawan SMAN 3 Nganjuk langsung menjadi sajian pembuka yang diprediksi berlangsung sengit karena kedua tim sama-sama datang dengan persiapan serius.
Pertandingan tersebut menjadi awal perjalanan para pemain muda untuk memperebutkan gelar juara zona sekaligus membuka peluang melaju ke babak regional Jawa Timur di Surabaya.
Kedua tim tidak datang dengan skuad seadanya. Seleksi pemain hingga latihan khusus dilakukan demi membentuk komposisi terbaik sebelum turnamen dimulai.
Pelatih SMAN 3 Kediri Moch. Alaq Antoni mengatakan, pihaknya telah melakukan seleksi pemain sebelum mendaftarkan skuad. Setelah itu, tim menjalani satu kali latihan dan dua kali pertandingan uji coba.

"Jadi ada seleksinya kemarin. Untuk persiapannya ada satu kali latihan dan dua kali uji coba," terang Alaq.
Dalam persiapan tersebut, SMAN 3 Kediri memberikan perhatian pada tiga aspek utama, yakni pertahanan, transisi, dan serangan.
Alaq menilai persiapan timnya berjalan cukup baik. Karena belum pernah menghadapi SMAN 3 Nganjuk sebelumnya, strategi yang disiapkan lebih banyak diarahkan untuk mematangkan kekuatan internal tim.
"Kami belum pernah bertemu dengan lawan, jadi persiapannya memang fokus untuk memperkuat tim kami sendiri," jelasnya.
SMAN 3 Nganjuk Andalkan Speed dan Endurance
Persiapan serupa juga dilakukan SMAN 3 Nganjuk. Tim pelatih melakukan seleksi untuk mendapatkan pemain terbaik dari sejumlah latar belakang, termasuk pemain sepak bola dan futsal.
Setelah mengerucut menjadi 15 pemain, skuad SMAN 3 Nganjuk menjalani latihan intensif tiga hingga empat kali dalam sepekan.
Pelatih SMAN 3 Nganjuk Gusnul Sulasminto mengatakan, latihan difokuskan pada peningkatan daya tahan tubuh dan kecepatan pemain.
"Kami fokus untuk meningkatkan endurance dan speed," kata Gusnul.
Targetnya pun tidak berhenti pada pertandingan pertama. SMAN 3 Nganjuk membidik tiket ke babak delapan besar dan berharap bisa terus melaju hingga partai final.
"Bismillah," ungkapnya.
12 Pertandingan Digelar Hari Pertama
Ketua Pelaksana Bahlil Mini Soccer Asyik Menuju Puncak Zona 4 Kediri Anwar Basalamah mengatakan, persaingan hari pertama akan langsung padat.
Total terdapat 12 pertandingan yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis. Rangkaian tersebut mencakup babak 16 besar hingga delapan besar.
Sementara itu, pertandingan semifinal dan perebutan gelar juara dijadwalkan berlangsung Jumat (11/9).
Bas menilai persiapan para peserta sangat baik. Dia meminta seluruh tim tidak hanya mengejar hasil pertandingan, tetapi juga menjaga semangat sportivitas sepanjang turnamen.
"Persiapan para peserta sangat luar biasa. Harap tetap junjung sportivitas selama turnamen," pinta pria yang akrab disapa Bas itu.
Bukan Sekadar Perebutan Gelar
Ketua DPD Partai Golkar M. Hadi Setiawan juga mengingatkan peserta agar menjadikan turnamen sebagai ruang bertemu sekaligus mengembangkan potensi generasi muda.
Menurut dia, kompetisi mini soccer tersebut bukan hanya tentang siapa yang keluar sebagai juara. Lapangan juga menjadi tempat bagi para pemain muda untuk saling mengenal, bertukar wawasan, dan menjaga hubungan baik.
"Jadikan pertandingan mini soccer ini sebagai wadah silaturahmi untuk saling mengenal, saling bertukar wawasan, dan untuk menjaga keakraban dan kerukunan sebagai anak bangsa. Selamat bertanding," tutur Hadi.
Bahlil Mini Soccer U-17 sebelumnya telah digelar di tiga zona, yakni Malang, Madiun, dan Tulungagung.
Dari tiga zona tersebut, tiga tim telah memastikan tiket menuju babak regional Jawa Timur di Surabaya. Mereka adalah SMAN 1 Tumpang, SMAN 1 Maospati, dan SMAN 1 Kauman.
Kini, giliran 16 tim di Zona 4 Kediri yang menentukan nasibnya sendiri. Seleksi ketat, latihan intensif, dan persiapan berhari-hari akan diuji di lapangan. Hanya tim yang mampu menjaga konsistensi, ketahanan fisik, dan ketenangan dalam pertandingan yang berpeluang mengangkat trofi sekaligus melanjutkan perjalanan ke Surabaya. (em/ut/aif)
Editor : Ali Sodiqin