RADAR BANYUWANGI – Dulu satu seragam dan menjadi duet yang ditakuti, kini Megawati Hangestri Pertiwi dan Vanja Bukilic justru akan saling berhadapan sebagai rival. Pertemuan dua mesin poin ini bakal menjadi salah satu duel paling menarik di V-League 2026/2027 setelah Megawati pindah ke Hyundai E&C Hillstate, sementara Bukilic tetap menjadi bagian penting Red Sparks.
Megawati dan Bukilic pernah menjadi tandem serangan Red Sparks pada musim 2024/2025. Chemistry keduanya menjadi salah satu kekuatan utama klub asal Daejeon tersebut hingga mampu menembus final playoff.
Kini, cerita itu berubah.
Megawati memilih tantangan baru bersama Hyundai E&C Hillstate, klub juara bertahan V-League. Sementara Bukilic bertahan di Red Sparks. Setiap serangan yang menghasilkan poin bagi salah satu pemain tidak lagi membantu tim yang sama, melainkan menjadi ancaman bagi kubu lawan.
Pertemuan perdana keduanya pada musim 2026/2027 dijadwalkan berlangsung di markas Red Sparks pada 7 November 2026.
Duel tersebut bukan sekadar pertemuan dua pemain asing. Ada sejarah yang membuat laga Red Sparks versus Hillstate memiliki bumbu rivalitas lebih kuat.
Bukilic Sudah Lempar Tantangan
Bukilic bahkan sudah memberikan sinyal bahwa nostalgia bersama Megawati tidak akan menghalangi ambisinya untuk menang.
Dalam wawancara dengan The JoongAng, pemain tersebut mengaku senang bisa kembali bertemu Megawati. Namun, ia menegaskan keinginannya untuk keluar sebagai pemenang.
Pernyataan itu seolah menjadi penanda bahwa hubungan sebagai rekan setim telah bergeser menjadi rivalitas di lapangan.
Bukilic bukan pemain asing dengan rekam jejak biasa. Sebelum menjadi bagian penting Red Sparks, dia pernah tampil bersama Korea Expressway Hi-Pass dan finis sebagai runner-up pencetak poin reguler V-League 2023/2024 dengan 898 poin.
Kemampuan mencetak angka tersebut membuat Bukilic tetap menjadi salah satu senjata utama Red Sparks.
Di sisi lain, Megawati juga telah berkembang menjadi salah satu pemain paling menonjol di V-League. Dua musim bersama Red Sparks membuat namanya semakin dikenal publik Korea Selatan sekaligus mengukuhkan statusnya sebagai salah satu pemain asing yang memiliki daya tarik besar di kompetisi tersebut.
Dari Partner Menjadi Lawan
Yang membuat duel Mega-Bukilic menarik adalah keduanya sudah mengetahui karakter permainan masing-masing.
Mereka pernah berbagi beban serangan, memahami pola permainan satu sama lain, dan menjadi bagian dari satu unit yang sama. Pengalaman tersebut kini justru bisa menjadi modal ketika harus berhadapan.
Megawati tentu mengenal kualitas Bukilic. Begitu pula sebaliknya.
Namun, tantangan Megawati akan lebih besar karena ia harus membangun chemistry baru bersama pemain-pemain Hillstate. Sebagai klub juara bertahan, Hillstate tentu membutuhkan kontribusi maksimal dari pemain barunya untuk mempertahankan dominasi.
Bukilic menghadapi tantangan berbeda. Bertahannya dia di Red Sparks membuat ekspektasi terhadap dirinya semakin besar, terutama setelah kehilangan tandem yang selama ini menjadi bagian dari kombinasi serangan tim.
Karena itu, pertandingan pada 7 November nanti berpotensi menjadi lebih dari sekadar duel perebutan kemenangan.
Ini adalah pertemuan dua pemain yang pernah saling melengkapi, tetapi kini harus saling menghentikan.
Rivalitas yang Bisa Berulang
Duel di markas Red Sparks bukan satu-satunya kesempatan Megawati dan Bukilic berhadapan. Sepanjang musim reguler V-League 2026/2027, keduanya berpeluang kembali bertemu dalam beberapa pertandingan berikutnya sesuai jadwal kompetisi.
Setiap pertemuan akan membawa cerita berbeda. Megawati akan berusaha membuktikan bahwa kepindahannya ke Hillstate merupakan langkah tepat untuk melanjutkan karier di Korea Selatan.
Sebaliknya, Bukilic memiliki misi mempertahankan posisinya sebagai salah satu tumpuan Red Sparks.
Dulu, poin Megawati dan Bukilic dirayakan bersama oleh pendukung Red Sparks. Musim ini, setiap poin mereka bisa menjadi alasan bagi kubu lawan untuk terdiam.
Mega-Bukilic bukan lagi duet. Mereka kini adalah rival. (*)
Editor : Ali Sodiqin