29 Service Ace Megawati Hangestri, Servis Mematikan Bikin Lawan Panik

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 11:00 WIB
Megawati Hangestri Pertiwi saat berlatih bersama tim Manisa BBSK.
Megawati Hangestri Pertiwi saat bergabung tim Manisa BBSK Turki beberapa waktu lalu. (Instagram @Manisa BBSK)

RADAR BANYUWANGI — Megawati Hangestri Pertiwi bukan sekadar mesin smash. Kekuatan servisnya juga menjadi senjata mematikan yang membuat pertahanan lawan berulang kali goyah. Sepanjang musim 2024–2025 bersama Red Sparks, pevoli Indonesia itu mencatat 29 service ace, sebelum kini menjadi salah satu tumpuan serangan Hyundai Hillstate.

Catatan tersebut menunjukkan betapa lengkapnya arsenal Megawati di lapangan. Bukan hanya mengandalkan pukulan keras dari open spike, pemain asal Indonesia itu mampu menghasilkan poin langsung melalui jump serve bertenaga.

Dari 29 service ace tersebut, 22 ace lahir pada babak reguler, dua ace pada playoff, dan lima ace di babak final. Angka itu sekaligus menggambarkan konsistensi Megawati dalam memberikan tekanan kepada lawan sejak servis pertama.

Dua Ace Beruntun yang Bikin Lawan Panik

Kekuatan servis Megawati bukan sekadar angka dalam statistik. Beberapa ace justru lahir ketika pertandingan berada dalam situasi yang membutuhkan momentum.

Salah satunya terjadi ketika Red Sparks menghadapi Hyundai Hillstate pada 16 November 2024. Megawati mencetak dua service ace secara beruntun pada set pertama.

Rangkaian servis tersebut membuat pertahanan Hillstate kerepotan. Pelatih lawan bahkan mengambil time-out untuk menghentikan momentum yang sedang dibangun Red Sparks.

Megawati kembali memperlihatkan ketajaman servis saat Red Sparks bertemu Hillstate pada 22 Januari 2025.

Ketika pertandingan memasuki set keempat dan skor berada di angka 8-6, Megawati menghasilkan ace. Pada servis berikutnya, ia kembali mencatat poin langsung.

Dua servis itu membuat Red Sparks menjauh menjadi 10-6.

Saat Skor Ketat, Megawati Justru Menggigit

Keganasan Megawati juga terlihat ketika Red Sparks menghadapi AI Peppers.

Dalam situasi set keempat dengan skor 7-7, Megawati kembali menciptakan dua service ace berturut-turut. Bola diarahkan ke area yang sulit dijangkau sehingga pemain bertahan lawan kesulitan membaca arah servis.

Namun, salah satu momen paling menentukan terjadi di babak playoff.

Pada 25 Maret 2025, Red Sparks menghadapi situasi genting ketika skor set pertama sama kuat 23-23.

Megawati kemudian melepaskan jump serve yang gagal dikendalikan pemain lawan. Poin tersebut membawa Red Sparks berbalik unggul 24-23 sekaligus mendapatkan set point.

Momen itu memperlihatkan karakter Megawati: semakin ketat situasi pertandingan, semakin besar pula nilai setiap servis dan serangan yang dilepaskannya.

Dari Mesin Ace Red Sparks ke Tumpuan Hyundai Hillstate

Kini panggung Megawati berubah.

Setelah meninggalkan Red Sparks, Megawati menjadi bagian dari Hyundai Hillstate. Dalam laga eksibisi menghadapi Pilseng Wonder Dogs di Jamsil Student Gymnasium, Seoul, ia kembali mendapat sorotan sebagai salah satu pusat serangan tim.

Dalam pertandingan tersebut, narasi video yang dibahas menyebut Megawati mencetak 39 poin.

Variasi serangan dan smash kerasnya disebut mampu memberikan warna berbeda bagi permainan Hyundai Hillstate. Keberadaannya membuat serangan tim memiliki opsi yang lebih agresif.

Megawati juga tidak bekerja sendirian.

Hyundai Hillstate memasangkannya dengan Jordan Wilson, mantan pemain Arizona Wildcats yang berkiprah di NCAA Division I.

Wilson diplot sebagai outside hitter dengan tanggung jawab besar pada receive dan pertahanan. Skema tersebut memberi Megawati ruang lebih luas untuk berkonsentrasi sebagai salah satu senjata utama dalam serangan.

Kombinasi itu menjadi salah satu hal menarik yang muncul dalam laga eksibisi tersebut.

Pilseng Wonder Dogs dan Sentuhan Kim Yeon-koung

Di seberang net, Pilseng Wonder Dogs juga bukan lawan sembarangan.

Tim voli putri baru asal Ansan tersebut dibentuk dan dilatih oleh legenda voli Korea Selatan, Kim Yeon-koung.

Pilseng Wonder Dogs diperkuat sejumlah pemain yang memiliki pengalaman di Liga Voli Korea. Di antaranya terdapat Pyo Seung-ju, Mun Mi-ra, dan Lee Won-jung.

Karena itu, laga eksibisi tersebut bukan hanya menjadi panggung bagi Megawati untuk menunjukkan kemampuan menyerang. Pertandingan itu juga menjadi gambaran awal bagaimana komposisi pemain Hyundai Hillstate bekerja dengan kekuatan baru di lini serang.

Red Sparks Tanpa Megawati, Noh Ran Tetap Berjuang

Kisah Megawati di Hyundai Hillstate sekaligus mengingatkan kembali perjalanan bersama Red Sparks.

Setelah Megawati meninggalkan tim tersebut, Red Sparks disebut mengalami tantangan dalam menjaga performa dan ritme permainan.

Di tengah kondisi itu, libero Noh Ran menjadi salah satu pemain yang tetap bekerja keras di sektor pertahanan.

Noh Ran berulang kali melakukan penyelamatan penting. Bahkan, dalam sejumlah situasi, ia harus mengorbankan tubuhnya untuk menjaga bola tetap hidup.

Perannya menunjukkan bahwa kehilangan satu pemain kunci tidak hanya berdampak pada lini serang. Tim juga harus menemukan kembali keseimbangan permainan secara keseluruhan.

29 Ace, 39 Poin, dan Senjata yang Tak Hanya Smash

Perjalanan Megawati dari Red Sparks menuju Hyundai Hillstate memperlihatkan satu hal penting: kekuatan pemain Indonesia itu tidak berhenti pada smash keras.

Sebanyak 29 service ace sepanjang musim 2024–2025 menjadi bukti bahwa servis merupakan bagian penting dari permainannya. Sementara performa 39 poin dalam laga eksibisi kembali menempatkannya sebagai salah satu pusat perhatian.

Jump serve bertenaga, kemampuan membaca ruang kosong, variasi serangan, dan kekuatan smash membuat Megawati memiliki banyak cara untuk mengganggu pertahanan lawan.

Dari mesin ace Red Sparks hingga menjadi tumpuan Hyundai Hillstate, Megawati Hangestri kini memasuki babak baru di voli Korea.

Dan satu senjata yang sudah terbukti tetap ikut bersamanya: servis yang bisa berubah menjadi poin sebelum rally panjang dimulai. (*)

Editor : Ali Sodiqin
voli Korea Service ace Megawati Hyundai Hillstate Red Sparks Megawati Hangestri