RADAR BANYUWANGI – Megawati Hangestri Pertiwi ternyata tidak langsung mendapatkan kepercayaan penuh dari Hyundai Hillstate sebelum resmi bergabung untuk V-League 2026/2027. Kondisi lutut menjadi ganjalan utama, hingga klub Korea Selatan itu melakukan pemeriksaan medis menyeluruh sebelum memastikan perekrutan pemain asal Jember tersebut.
Keraguan itu akhirnya terjawab. Hasil MRI menunjukkan kondisi lutut Megawati tidak tergolong serius dan masih dapat ditangani melalui perawatan serta manajemen fisik yang sistematis. Bahkan, pelatih Hyundai Hillstate Kang Sung-hyung datang langsung ke Indonesia untuk melihat performa dan kondisi fisik Megawati sebelum keputusan final dibuat.
Langkah tersebut menjadi bagian penting dari proses transfer Megawati setelah dua musim membela Red Sparks.
Lutut Megawati Jadi Kekhawatiran
Di balik kepindahan Megawati ke Hyundai Hillstate, ternyata ada proses pemeriksaan yang cukup serius.
Agen Megawati, Kim Sung-hoon, mengungkap bahwa kondisi lutut menjadi salah satu kekhawatiran utama Hyundai Hillstate.
Klub tidak ingin mengambil risiko merekrut pemain asing yang kemudian mengalami masalah fisik dan kesulitan menjalani kompetisi satu musim penuh.
“Sebelum Hyundai Hillstate merekrut Megawati, banyak kekhawatiran diungkapkan, yakni soal cedera lutut Megawati,” kata Chris Kim melalui kanal YouTube pribadinya, dikutip Senin (7/9/2026).
Karena itu, kondisi fisik Megawati harus dipastikan terlebih dahulu sebelum kontrak benar-benar disepakati.
Hasil MRI Menjadi Titik Balik
Kim kemudian mengirimkan dokumen hasil MRI Megawati kepada tim medis Hyundai Hillstate.
Pemeriksaan tersebut menjadi salah satu dasar klub Korea Selatan itu dalam menentukan apakah Megawati cukup siap untuk menjalani kompetisi V-League.
Hasilnya menjadi kabar positif.
Menurut Kim, pemeriksaan medis menunjukkan tidak ada persoalan serius pada lutut Megawati. Dengan penanganan dan manajemen yang tepat, kondisi tersebut dinilai tidak akan menghambat Megawati menjalani kompetisi sepanjang musim.
“Saya mengirimkan file MRI tersebut dan pihak Hyundai untuk melakukan pembacaan medis,” jelas Kim.
Ia kemudian menyampaikan hasil evaluasi tersebut.
“Hasilnya adalah lutut Megawati tidak dalam kondisi serius. Jika kau memberikan perawatan dan manajemen yang sistematis, dia tidak akan mengalami kesulitan menjalani satu musim penuh,” imbuhnya.
Dengan jawaban medis tersebut, kekhawatiran Hyundai Hillstate perlahan mereda.
Kang Sung-hyung Tak Cukup Percaya Dokumen
Hyundai Hillstate tidak berhenti pada pemeriksaan dokumen medis.
Kang Sung-hyung mengambil langkah lebih jauh dengan datang langsung ke Indonesia bersama Kim untuk menyaksikan Megawati tampil pada Grand Final Proliga 2026.
Kunjungan itu memungkinkan pelatih Hillstate melihat langsung kondisi Megawati ketika bertanding, bukan hanya berdasarkan hasil pemeriksaan medis.
Setelah menyaksikan penampilan Megawati, Kang tidak melihat adanya persoalan fisik yang signifikan.
“Saya tidak merasakan masalah signifikan dengan kondisi fisiknya,” kata Kang Sung-hyung, dikutip dari JoongAng.
Bagi Hillstate, penilaian langsung tersebut menjadi tambahan keyakinan sebelum klub mengambil keputusan.
Kang juga melihat adanya motivasi kuat dari Megawati untuk kembali berkompetisi di Korea Selatan.
Megawati Akhirnya Pilih Hillstate
Setelah melewati proses tersebut, Megawati resmi diperkenalkan sebagai pemain Hyundai Hillstate pada 11 Mei 2026.
Ia mengisi slot pemain Asia setelah meninggalkan Red Sparks, klub yang dibelanya selama dua musim.
Menariknya, kedatangan langsung Kang Sung-hyung ke Indonesia ternyata ikut memengaruhi keputusan Megawati.
Megawati mengaku mendapat banyak tawaran dari berbagai klub. Namun, pendekatan personal yang dilakukan pelatih Hillstate memberikan kesan tersendiri.
“Saya bersyukur atas tawaran dari begitu banyak tim. Selain itu, pelatih Kang Sung-hyung dari Hyundai Hillstate secara pribadi datang ke Indonesia untuk menonton pertandingan dan memeriksa kondisi fisik saya,” kata Megawati, dikutip dari majalah The Volleyball.
Menurut Megawati, tindakan tersebut memberikan pengaruh positif terhadap keputusannya.
“Sehingga hal itu berpengaruh positif pada keputusan saya untuk gabung Hyundai Hillstate,” tegasnya.
Bukan Sekadar Transfer Pemain
Proses perekrutan Megawati menunjukkan bahwa perpindahan pemain ke liga profesional Korea Selatan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menyerang atau catatan statistik.
Kondisi fisik menjadi faktor krusial, terutama untuk menghadapi kompetisi panjang dengan tuntutan pertandingan yang tinggi.
Bagi Hyundai Hillstate, pemeriksaan MRI, pemantauan langsung di lapangan, dan komunikasi dengan pihak Megawati menjadi rangkaian untuk memastikan risiko tersebut bisa dikelola.
Bagi Megawati, kepercayaan yang akhirnya diberikan Hillstate juga membawa tanggung jawab baru.
Ia tidak hanya dituntut mempertahankan performa seperti ketika membela Red Sparks, tetapi juga membuktikan bahwa kondisi fisiknya mampu menopang perjalanan satu musim penuh.
Keraguan yang sempat muncul soal lutut akhirnya terjawab. Kini, Megawati memasuki era baru bersama Hyundai Hillstate dengan satu modal penting: kepercayaan yang dibangun melalui pemeriksaan medis dan pembuktian langsung di lapangan. (*)
Editor : Ali Sodiqin