7 Fakta Megawati Hangestri, dari Jember hingga Suwon Hyundai Hillstate

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 12:00 WIB
Megawati Hangestri Pertiwi. (instagram/hyundaihillstate.ina)
Megawati Hangestri Pertiwi. (instagram/hyundaihillstate.ina)

RADAR BANYUWANGI - Megawati Hangestri Pertiwi bukan lagi sekadar nama besar di bola voli Indonesia. Dari sosok yang awalnya lebih menyukai sepak bola, Megawati kini menjelma menjadi salah satu opposite spiker paling diperhitungkan di Asia dan melanjutkan kiprahnya di Korea bersama Suwon Hyundai Hillstate.

Julukan “Megatron” melekat kuat pada pemain kelahiran Jember, Jawa Timur, 20 September 1999 tersebut. Smash keras, jangkauan serangan tinggi, serta konsistensi mencetak poin menjadi senjata utama Megawati ketika menghadapi pertahanan lawan.

Perjalanan menuju level internasional itu tidak berlangsung singkat. Ada proses panjang yang dimulai sejak usia belia hingga akhirnya membawa Megawati tampil di berbagai kompetisi luar negeri.

1. Awalnya Lebih Suka Sepak Bola

Sulit membayangkan Megawati sebagai bintang voli jika melihat cerita masa kecilnya.

Saat masih duduk di bangku SMP di Jember, Megawati justru lebih menyukai sepak bola. Karakternya yang tomboi membuat olahraga tersebut terasa lebih dekat dengannya.

Namun, sang ayah melihat potensi berbeda pada diri Mega. Postur tubuhnya yang tinggi dianggap memiliki modal besar untuk menjadi atlet bola voli.

Saran sang ayah akhirnya mengubah jalan hidup Megawati. Ia mulai serius menekuni bola voli hingga olahraga tersebut menjadi profesi yang membawanya ke panggung internasional.

2. Sudah Terjun Profesional Sejak Usia 14 Tahun

Bakat besar Megawati berkembang sangat cepat.

Pada usia sekitar 14 tahun, ia sudah masuk ke lingkungan voli profesional dengan memperkuat Surabaya Bank Jatim di Livoli Divisi Utama 2015.

Setahun berselang, Megawati yang berusia 15 tahun mendapatkan kesempatan tampil di kompetisi kasta tertinggi Indonesia, Proliga, bersama Jakarta Pertamina Energi.

Berhadapan dengan pemain-pemain yang jauh lebih senior menjadi pengalaman penting bagi Megawati. Dari sinilah mental bertandingnya mulai terasah.

3. Lahirnya Julukan “Megatron”

Nama Megatron bukan sekadar julukan biasa.

Julukan tersebut muncul karena karakter serangan Megawati yang dianggap memiliki daya ledak luar biasa. Spike keras dan menukik menjadi ciri khas permainan opposite spiker dengan tinggi badan sekitar 185 sentimeter itu.

Jangkauan serangan Megawati juga menjadi salah satu keunggulannya. Reach jump yang disebut mampu menembus lebih dari 300 sentimeter membuat bola hasil pukulannya kerap sulit dibendung.

Nama Megatron pun akhirnya menjadi identitas yang melekat pada Megawati di lapangan.

4. Menorehkan Sejarah di Liga Voli Korea

Karier Megawati kemudian melangkah jauh keluar Indonesia.

Ia pernah memperkuat klub di Thailand dan Vietnam sebelum akhirnya mendapatkan panggung besar di Korea Selatan bersama Daejeon JungKwanJang Red Sparks.

Di V-League Korea, Megawati mencuri perhatian bukan hanya karena kemampuan bermainnya. Ia juga menjadi sorotan sebagai pemain berhijab yang tampil di kompetisi voli level tertinggi Korea Selatan.

Kehadirannya menjadi gambaran bahwa atlet muslimah mampu bersaing di panggung olahraga internasional tanpa meninggalkan identitasnya.

Kini, perjalanan Megawati di Korea berlanjut. Ia bergabung dengan Suwon Hyundai Hillstate untuk menghadapi tantangan baru di V-League.

5. Petualangan Internasional Mengasah Permainan

Sebelum menjadi pemain yang dikenal luas di Korea, Megawati telah mengumpulkan pengalaman dari sejumlah kompetisi luar negeri.

Ia pernah bermain di Thailand bersama Supreme Chonburi-E.Tech pada periode 2020–2021. Pada 2022, Megawati melanjutkan karier ke Vietnam bersama Hà Phú Thanh Hóa.

Setelah itu, Korea Selatan menjadi panggung penting dalam perkembangan kariernya.

Pengalaman berpindah kompetisi membuat Megawati harus beradaptasi dengan karakter permainan berbeda. Variasi serangan, tempo pertandingan, hingga pemahaman taktik terus berkembang.

6. Pernah Meraih MVP di V-League Korea

Performa Megawati di Korea bukan sekadar sensasi sesaat.

Ia tercatat menjadi pemain Asia Tenggara pertama yang meraih penghargaan MVP Putaran 1 V-League 2023/2024.

Megawati juga mencapai torehan 1.000 poin selama berkompetisi di Korea Selatan. Catatan tersebut memperkuat statusnya sebagai salah satu pemain asing yang mampu memberikan dampak besar di V-League.

Di Indonesia, namanya juga semakin berkibar setelah meraih penghargaan MVP Proliga 2024.

7. Tetap Menyelesaikan Pendidikan di Tengah Karier

Kesibukan sebagai atlet profesional tidak membuat Megawati meninggalkan pendidikan.

Di tengah jadwal latihan, pertandingan, perjalanan internasional, dan tuntutan sebagai atlet, ia berhasil menyelesaikan pendidikan S1 Manajemen di Universitas Kahuripan Kediri.

Megawati pun resmi menyandang gelar Sarjana Manajemen (S.M.).

Pencapaian tersebut menjadi sisi lain dari perjalanan Megatron. Di lapangan ia dikenal sebagai mesin pencetak poin, tetapi di luar lapangan ia tetap berusaha menyelesaikan tanggung jawab akademiknya.

Jejak Prestasi Megawati

Karier Megawati juga dihiasi sejumlah penghargaan individu dan prestasi bersama klub maupun tim nasional.

Penghargaan individu:

Prestasi bersama klub dan tim nasional:

Tantangan Baru Bersama Suwon Hyundai Hillstate

Kini, Megawati memasuki babak baru dalam perjalanan kariernya bersama Suwon Hyundai Hillstate.

Kepindahan tersebut membuat perhatian terhadap Megawati kembali meningkat. Pengalaman di V-League menjadi modal penting, tetapi tantangan di klub barunya tentu berbeda.

Megawati tidak hanya dituntut mempertahankan ketajaman smash. Konsistensi, kemampuan beradaptasi dengan rekan setim, serta kontribusi dalam sistem permainan akan menjadi bagian penting dari perjuangannya.

Bagi Megatron, perjalanan dari Jember hingga Korea menunjukkan satu hal: bintang besar tidak lahir hanya karena bakat, tetapi karena keberanian mengambil kesempatan dan konsisten berkembang.

Kini bersama Suwon Hyundai Hillstate, Megawati kembali memiliki panggung untuk membuktikan bahwa namanya memang pantas diperhitungkan di level tertinggi bola voli Asia. (*)

Editor : Ali Sodiqin
V-League Korea Suwon Hyundai Hillstate voli indonesia Megatron Megawati Hangestri