16 Tim Pelajar Berebut Tiket Grand Final Bahlil Mini Soccer Asyik di Tulungagung

Syaifuddin Mahmud • Dipublikasikan Minggu, 6 September 2026 | 16:29 WIB
SMAN 1 Maospati akhirnya menahbiskan diri sebagai juara Bahlil Mini Soccer Asyik Menuju Puncak 2026 Zona Madiun Raya setelah mengandaskan perlawanan MAN 2 Kota Madiun di partai final pada Jumat malam (4/9). (Bagas Bimantara/Radar Madiun)
SMAN 1 Maospati akhirnya menahbiskan diri sebagai juara Bahlil Mini Soccer Asyik Menuju Puncak 2026 Zona Madiun Raya setelah mengandaskan perlawanan MAN 2 Kota Madiun di partai final pada Jumat malam (4/9). (Bagas Bimantara/Radar Madiun)

RADAR BANYUWANGI – Perebutan tiket menuju grand final Bahlil Mini Soccer Asyik Menuju Puncak 2026 resmi dimulai di Zona 3 Tulungagung, Senin (7/9). Sebanyak 16 tim pelajar dari Tulungagung, Blitar, dan Trenggalek bakal saling sikut di lapangan Pulerejo Sport Park, bukan sekadar mengejar kemenangan, tetapi juga menguji hasil latihan sekaligus menunjukkan kemampuan di panggung kompetitif.

Turnamen tersebut menjadi ruang bagi pelajar untuk menyalurkan minat dan bakat di olahraga mini soccer. Persaingan diprediksi berlangsung ketat sejak pertandingan pertama karena seluruh tim telah menjalani persiapan dan memahami aturan pertandingan melalui delegate meeting.

Ketua Panitia Andrian Sunaryo mengatakan, kesiapan teknis dan venue telah dipastikan sebelum turnamen dimulai.

“Persiapan sudah dilakukan dengan matang. Delegate meeting juga sudah digelar dan 16 tim sudah memahami aturan main serta regulasi pertandingan,” ujarnya.

logo minisoccer

16 Tim, Satu Tiket ke Grand Final

Zona 3 Tulungagung merupakan bagian dari rangkaian Bahlil Mini Soccer Asyik Menuju Puncak 2026. Turnamen ini sebelumnya telah bergulir di dua zona lain.

Zona 1 di Malang melahirkan SMAN 1 Tumpang sebagai juara setelah mengalahkan SMK Brantas Karangkates dengan skor telak 5-1.

Sementara itu, persaingan Zona 2 di Ponorogo dimenangi SMAN 1 Maospati. Mereka mengamankan gelar setelah menundukkan MAN 2 Kota Madiun dengan skor 2-0.

Kini giliran 16 tim dari tiga wilayah bertarung di Zona 3. Tulungagung, Kota/Kabupaten Blitar, dan Trenggalek mengirimkan wakil terbaiknya untuk memperebutkan peluang melaju ke panggung puncak.

Dengan status sebagai kompetisi antarpelajar, setiap pertandingan bukan hanya menjadi pertarungan skor. Ada pengalaman, mental bertanding, dan kemampuan menerapkan strategi yang selama ini diasah dalam latihan.

Setelah Latihan, Saatnya Membuktikan

Ketua DPD Partai Golkar Tulungagung Jairi Irawan mengatakan, keberadaan turnamen menjadi penting bagi pelajar yang selama ini rutin berlatih.

Menurut dia, latihan harus dilengkapi pertandingan agar pemain memiliki kesempatan menguji kemampuan dalam situasi kompetitif.

“Mereka setiap hari berlatih. Setidaknya harus ada event-event tertentu yang bisa mengasah kemampuan mereka. Setelah latihan, tentu harus ada pertandingan,” ujarnya.

Dari sudut pandang pembinaan, pertandingan memberikan pengalaman berbeda dibanding latihan. Pemain dituntut mengambil keputusan cepat, menjaga konsentrasi, sekaligus beradaptasi dengan tekanan pertandingan.

Karena itu, kompetisi seperti Bahlil Mini Soccer Asyik diharapkan tidak berhenti pada persoalan siapa yang menjadi juara. Pengalaman bertanding menjadi bagian penting dalam proses pembentukan atlet muda.

Energi Anak Muda Jangan Hanya di Gawai

Dukungan terhadap penyelenggaraan turnamen juga disampaikan Ketua DPD Golkar Trenggalek Arik Sriwahyuni.

Menurut dia, kegiatan olahraga dapat menjadi ruang positif bagi generasi muda untuk menyalurkan energi sekaligus mengembangkan potensi.

“Anak muda harus diarahkan ke kegiatan positif, sehingga tidak hanya berkutat dengan gawainya. Selamat bertanding dan jaga sportivitas,” pesannya.

Pesan serupa datang dari Ketua DPD Golkar Kabupaten Blitar Anik Wahjuningsih. Dia menilai pertandingan bukan sekadar persoalan menang atau kalah.

Lebih dari itu, turnamen tersebut disebut menjadi salah satu bentuk upaya Partai Golkar membersamai generasi Z melalui kegiatan yang dekat dengan minat mereka.

“Kami berharap semua bertanding dengan baik. Kami pun tidak segan memberi apresiasi tersendiri bagi tim asal Kabupaten Blitar jika masuk 3 besar,” tuturnya.

Mini Soccer Jadi Pintu Mengenalkan Politik

Sementara itu, Ketua DPD Golkar Kota Blitar RM Hardi Usodo berharap turnamen mini soccer juga dapat menjadi ruang untuk mendekatkan generasi muda dengan dunia politik.

Menurut dia, kegiatan yang dikemas melalui olahraga bisa menjadi cara untuk menunjukkan bahwa politik tidak selalu identik dengan sesuatu yang kaku.

“Semoga dari turnamen mini soccer ini membuat generasi muda tidak apatis terhadap politik dan berpolitik itu ternyata mengasyikkan,” ujarnya.

Dia juga mengingatkan seluruh peserta untuk menjaga sportivitas sepanjang pertandingan.

“Selamat bertanding. Tetap jaga sportivitas selama turnamen berlangsung,” tegasnya.

Pada akhirnya, Zona 3 Tulungagung membawa misi ganda. Di lapangan, 16 tim harus berebut kemenangan demi tiket grand final. Di luar lapangan, turnamen menjadi panggung untuk membangun pengalaman, sportivitas, dan ruang aktivitas positif bagi generasi muda. (bac/rka)

Editor : Ali Sodiqin
Bahlil Mini Soccer turnamen pelajar Mini soccer Tulungagung Zona 3 Tulungagung grand final