Panasnya Monza Jadi Ujian, George Russell Unggul Tipis di FP3 F1 GP Italia 2026

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Sabtu, 5 September 2026 | 19:55 WIB
George Russell memimpin sesi FP3 F1 GP Italia 2026 di Monza pada Sabtu (5/9) dengan catatan waktu 1 menit 22,219 detik, unggul 0,226 detik atas Lewis Hamilton. (F1)
George Russell memimpin sesi FP3 F1 GP Italia 2026 di Monza pada Sabtu (5/9) dengan catatan waktu 1 menit 22,219 detik, unggul 0,226 detik atas Lewis Hamilton. (F1)

RADAR BANYUWANGI - George Russell mengirim sinyal kuat menjelang kualifikasi Formula 1 Grand Prix Italia 2026. Pembalap Mercedes-AMG PETRONAS F1 Team itu menjadi yang tercepat pada sesi latihan bebas ketiga (FP3) di Autodromo Nazionale Monza, Sabtu (5/9), dengan waktu 1 menit 22,219 detik.

Russell hanya membutuhkan 13 lap untuk mencatat waktu tersebut. Keunggulannya atas Lewis Hamilton di posisi kedua mencapai 0,226 detik, sedangkan Max Verstappen berada di urutan ketiga dengan selisih 0,350 detik. Persaingan berlangsung sangat rapat karena delapan pembalap teratas hanya dipisahkan 0,554 detik.

Hasil tersebut membuat Russell menjadi salah satu kandidat yang patut diperhitungkan dalam perebutan posisi terdepan saat kualifikasi. Kecepatan Mercedes tidak hanya terlihat dari catatan satu putaran, tetapi juga dari kemampuannya menjaga keseimbangan mobil di lintasan lurus dan bagian teknis Monza.

Hamilton, yang membalap untuk Ferrari di hadapan pendukung tuan rumah, mencatat waktu 1 menit 22,445 detik setelah menyelesaikan 21 lap. Verstappen berada di belakangnya dengan 1 menit 22,569 detik, sementara Kimi Antonelli menempati posisi keempat dengan 1 menit 22,580 detik.

Lando Norris melengkapi lima besar dengan catatan 1 menit 22,625 detik. Charles Leclerc berada di posisi keenam, diikuti oleh pembalap debutan Racing Bulls Arvid Lindblad yang membuat kejutan dengan menempati urutan ketujuh dengan waktu 1 menit 22,724 detik.

Panas di Monza menjadi salah satu faktor yang membuat FP3 tidak mudah. Suhu udara selama sesi mencapai 32,3 derajat Celsius, sedangkan temperatur permukaan lintasan menyentuh 53,5 derajat Celsius. Kondisi lintasan kering tersebut memaksa tim memberi perhatian besar terhadap temperatur dan tekanan ban.

Temperatur lintasan yang tinggi berpengaruh terhadap cengkeraman mobil ketika keluar dari tikungan lambat. Analisis FIA mencatat adanya risiko peningkatan suhu permukaan ban serta penurunan traksi ketika pembalap berakselerasi setelah Variante del Rettifilo dan Variante della Roggia.

Kondisi seperti ini membuat persiapan kualifikasi bukan hanya soal mencari kecepatan maksimum. Tim juga harus menentukan kompromi antara hambatan udara yang rendah untuk mendapatkan kecepatan di lintasan lurus dan kestabilan mobil ketika memasuki zona pengereman keras.

Monza memang menuntut kompromi tersebut. Karakter sirkuit yang cepat membuat mobil membutuhkan kecepatan tinggi di lintasan lurus, tetapi tetap harus stabil ketika melewati zona pengereman dan tikungan seperti Variante del Rettifilo, Variante della Roggia, Lesmo, dan Curva Alboreto.

Verstappen Paling Efisien dalam Menyatukan Sektor

Data sektor memberikan gambaran menarik mengenai kekuatan masing-masing mobil. Verstappen mencatat waktu ideal teoretis yang sama persis dengan lap aktual terbaiknya, yakni 1 menit 22,569 detik. Selisihnya 0,000 detik, menunjukkan bahwa pembalap Red Bull tersebut mampu menggabungkan catatan terbaik dari ketiga sektor dalam satu putaran.

Russell memiliki waktu ideal 1 menit 22,142 detik dan lap aktual 1 menit 22,219 detik. Hamilton mencatat 1 menit 22,378 detik untuk lap ideal dan 1 menit 22,445 detik pada lap terbaik aktualnya. Antonelli memiliki selisih 0,098 detik, sementara Norris kehilangan 0,154 detik dibandingkan dengan potensi waktu idealnya.

McLaren menunjukkan kekuatan berbeda melalui Oscar Piastri. Ia menjadi pembalap tercepat di Sektor 1 dengan waktu 26,981 detik sekaligus mencatat kecepatan tertinggi di Speed Trap, yakni 337,5 kilometer per jam. Namun, keunggulan tersebut tidak sepenuhnya dikonversi menjadi posisi lebih tinggi karena Piastri kehilangan waktu di sektor terakhir.

Lando Norris justru menjadi yang tercepat di Sektor 2 dengan waktu 27,704 detik, hanya sedikit di depan Russell dengan 27,709 detik. Kekuatan tersebut belum cukup mengangkat Norris ke posisi empat besar karena catatannya di Sektor 3 masih kalah dari beberapa rival.

Lindblad Jadi Kejutan

Penampilan Arvid Lindblad menjadi salah satu kejutan pada FP3. Pembalap Racing Bulls tersebut menempati posisi ketujuh dan mengungguli rekan setimnya, Yuki Tsunoda, yang berada di posisi ke-15.

Lindblad mencatat waktu 1 menit 22,724 detik, sedangkan Tsunoda membukukan 1 menit 23,817 detik. Perbedaan 1,093 detik di antara keduanya menjadi salah satu kesenjangan terbesar di antara rekan setim dalam kelompok papan tengah. Analisis FIA mengaitkannya dengan efisiensi pemanfaatan pemetaan daya ERS pada mobil Lindblad.

Di sisi lain, Carlos Sainz menunjukkan bahwa kecepatan lurus saja belum cukup untuk menghasilkan posisi tinggi. Ia mencatat 330,7 kilometer per jam di Speed Trap dan menjadi salah satu mobil tercepat di titik pengukuran kecepatan tertentu. Namun, posisi akhirnya berada di urutan ke-16.

Aston Martin menghadapi situasi lebih sulit. Fernando Alonso dan Lance Stroll mencatat kecepatan Speed Trap masing-masing 315,4 kilometer per jam dan 313,9 kilometer per jam. Keduanya berada di posisi terbawah klasifikasi FP3, yakni P19 dan P22.

Banyak Waktu Lap Dibatalkan

FP3 juga berlangsung di bawah pengawasan ketat Race Control dan FIA Stewards. Pelanggaran track limits paling banyak terjadi di Turn 1 atau Variante del Rettifilo, salah satu titik pengereman paling berat di Monza.

Sebanyak 11 pembalap mengalami pembatalan waktu lap karena pelanggaran batas lintasan di Turn 1, termasuk Russell, Hamilton, Verstappen, Antonelli, Leclerc, dan sejumlah pembalap lainnya.

Charles Leclerc bahkan sempat kehilangan catatan waktu 1 menit 23,250 detik pada lap ketiga karena dugaan pelanggaran di Turn 7. Setelah peninjauan bukti video dan telemetri, Race Control memulihkan catatan tersebut.

Insiden bendera kuning ganda juga memengaruhi beberapa catatan waktu. Bendera kuning ganda di Turn 1 membatalkan waktu milik Antonelli, Leclerc, dan Hamilton. Kejadian serupa di Turn 11 kemudian memengaruhi sejumlah pembalap lain, termasuk Sainz, Ocon, Albon, Perez, dan Bortoleto.

Russell Mengincar Pole Position

Dengan hasil FP3 tersebut, Mercedes memasuki kualifikasi dengan modal yang menjanjikan. Mercedes memiliki paket yang paling seimbang di antara kelompok teratas, terutama karena mampu mempertahankan kecepatan di lintasan lurus tanpa kehilangan stabilitas di sektor teknis.

Russell menjadi kandidat kuat untuk perebutan pole position, tetapi keunggulan tersebut masih jauh dari kata aman. Hamilton hanya tertinggal 0,226 detik dan Verstappen 0,350 detik. Dalam persaingan setipis itu, satu kesalahan pengereman atau kehilangan traksi dapat mengubah posisi di baris terdepan.

Ferrari memiliki peluang melalui Hamilton, sedangkan Verstappen tetap menjadi ancaman berkat kemampuannya mengeksekusi lap secara sangat presisi. McLaren juga masih memiliki modal kecepatan, terutama melalui Piastri di lintasan lurus dan Norris di Sektor 2.

Kualifikasi akan menjadi ujian sesungguhnya. Russell sudah menunjukkan kecepatan terbaik dalam satu sesi latihan, tetapi dengan jarak antarpembalap yang sangat rapat dan kondisi Monza yang panas, perebutan pole position GP Italia 2026 masih terbuka lebar.

Editor : Lugas Rumpakaadi
GP Italia 2026 FP3 F1 monza formula 1 George Russell