George Russell Tercepat di FP2 F1 GP Italia, Leclerc dan Antonelli Tempel Ketat

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Sabtu, 5 September 2026 | 06:56 WIB
George Russell menjadi pembalap tercepat pada sesi FP2 Grand Prix Italia di Sirkuit Monza, Jumat (4/9) setelah mencatat waktu 1 menit 22,559 detik. (F1)
George Russell menjadi pembalap tercepat pada sesi FP2 Grand Prix Italia di Sirkuit Monza, Jumat (4/9) setelah mencatat waktu 1 menit 22,559 detik. (F1)

RADAR BANYUWANGI - George Russell tampil sebagai pembalap tercepat pada sesi latihan bebas kedua (FP2) Grand Prix Italia di Sirkuit Monza, Jumat (4/9). Pembalap Mercedes itu mencatat waktu 1 menit 22,559 detik dan mengungguli Charles Leclerc serta rekan setimnya, Kimi Antonelli.

Russell hanya unggul 0,120 detik dari Leclerc yang membawa Ferrari finis di posisi kedua. Antonelli berada tepat di belakangnya dengan selisih 0,021 detik dari pembalap Ferrari tersebut.

Hasil ini menunjukkan persaingan Mercedes dan Ferrari masih berlangsung ketat di Monza. Russell bahkan sempat harus membatalkan percobaan pertamanya menggunakan ban soft sebelum akhirnya menemukan ritme terbaik dan mengamankan posisi teratas hingga bendera finis dikibarkan.

Russell dan Leclerc Beradu Cepat

Sesi FP2 dimulai pukul 16.00 waktu setempat (21.00 WIB) dengan seluruh pembalap reguler kembali turun ke lintasan. Sebelumnya, empat pembalap utama tidak tampil pada FP1 karena mobil mereka digunakan oleh rookie dalam program kesempatan bagi pembalap pendatang baru.

Pada fase awal FP2, Antonelli langsung menunjukkan kecepatan. Ia sempat memimpin dengan catatan 1 menit 23,417 detik. Jarak antara Antonelli, Russell, dan Leclerc ketika itu hanya 0,055 detik.

Leclerc sempat mengalami momen kurang ideal ketika roda mobil Ferrari terkunci saat pengereman di chicane pertama. Mobilnya melebar hingga area run-off, tetapi ia dapat melanjutkan sesi tanpa masalah berarti.

Persaingan semakin menarik ketika para pembalap mulai beralih menggunakan ban soft untuk simulasi kualifikasi.

Antonelli menjadi salah satu yang pertama mencatat waktu kompetitif dengan ban tersebut. Setelah percobaan awalnya terganggu lalu lintas di sekitar Parabolica, ia berhasil menembus batas 1 menit 23 detik dengan catatan 1 menit 22,700 detik.

Russell kemudian memperbaiki catatannya menjadi 1 menit 22,686 detik setelah sebelumnya masuk pit untuk melakukan penyesuaian pada sayap depan.

Leclerc sempat kembali mengambil alih posisi pertama dengan waktu 1 menit 22,679 detik. Namun, Russell merespons dengan lebih cepat. Catatan 1 menit 22,559 detik miliknya menjadi waktu terbaik sepanjang FP2.

Selisih yang tipis di antara tiga pembalap teratas menjadi salah satu gambaran penting dari sesi tersebut. Russell hanya unggul 0,120 detik atas Leclerc dan 0,141 detik atas Antonelli.

Antonelli Cepat, tetapi Akan Start dari Belakang

Performa Antonelli menjadi salah satu sorotan di Monza. Pembalap Italia itu mampu membawa Mercedes ke posisi ketiga meski sempat mengeluhkan gejala understeer pada mobilnya.

Namun, hasil latihan tersebut tidak serta-merta mencerminkan posisi startnya pada balapan. Antonelli dijadwalkan memulai Grand Prix Italia dari bagian belakang grid setelah menerima penalti akibat pergantian mesin.

Karena itu, kecepatan yang ditunjukkannya pada FP2 menjadi sinyal positif bagi Mercedes. Tantangan berikutnya adalah bagaimana Antonelli memaksimalkan performa tersebut ketika harus melakukan banyak pekerjaan untuk memperbaiki posisinya saat balapan.

Verstappen Terkendala Downforce

Max Verstappen belum mampu menyamai kecepatan tiga pembalap teratas. Pembalap Red Bull itu mengeluhkan kurangnya downforce pada mobilnya sehingga harus kembali ke pit untuk menjalani penggantian sayap depan.

Setelah kembali ke lintasan, Verstappen mencatat waktu yang menempatkannya di posisi kesembilan pada akhir sesi.

Hasil tersebut membuat Red Bull masih memiliki pekerjaan rumah sebelum memasuki sesi berikutnya. Perbaikan keseimbangan dan performa mobil akan menjadi perhatian penting, terutama di sirkuit seperti Monza yang menuntut efisiensi aerodinamika sekaligus kecepatan tinggi.

Norris Nyaris Terlibat Insiden

Situasi di lintasan juga sempat memanas ketika sejumlah pembalap berusaha mendapatkan keuntungan dari aliran udara dengan berada dekat satu sama lain.

Lando Norris mengalami momen menegangkan di chicane pertama setelah Lance Stroll bergerak ke jalur balap. Norris harus melewati area rumput pada zona pengereman untuk menghindari situasi yang lebih buruk.

Melalui radio tim, Norris memperingatkan bahwa situasi tersebut berbahaya.

Insiden itu menjadi pengingat bahwa lalu lintas di Monza dapat menjadi persoalan tersendiri, terutama ketika pembalap menjalankan simulasi kualifikasi dengan ban soft dan membutuhkan ruang untuk mendapatkan putaran tercepat.

Leclerc Sempat Spin

Leclerc sebenarnya mampu mempertahankan performa kompetitif sepanjang sesi. Namun, pembalap Ferrari itu sempat mengalami spin di chicane kedua ketika FP2 memasuki 10 menit terakhir.

Mobil Ferrari tersebut berhasil kembali ke lintasan dan Leclerc dapat menyelesaikan sesi tanpa kerusakan yang berarti.

Di belakang tiga besar, Norris finis keempat, disusul Lewis Hamilton dan Oscar Piastri. Arvid Lindblad menempati posisi ketujuh, sedangkan Ollie Bearman berada di urutan kedelapan.

Yuki Tsunoda melengkapi 10 besar bersama Verstappen.

Franco Colapinto finis di posisi ke-11 setelah mengalami insiden keluar lintasan dengan kecepatan tinggi di area Ascari Chicane. Sementara itu, Bortoleto tidak dapat menjalani sesi secara penuh setelah Audi yang dikendarainya mengalami masalah mesin.

Dua pembalap Williams, Alex Albon dan Carlos Sainz, masing-masing berada di posisi ke-16 dan ke-17. Esteban Ocon, Fernando Alonso, Sergio Perez, Valtteri Bottas, dan Lance Stroll melengkapi urutan akhir FP2.

Mercedes dan Ferrari Masih Berimbang

FP2 GP Italia belum memberikan gambaran mutlak mengenai siapa yang akan menjadi favorit utama. Namun, catatan waktu Russell, Leclerc, dan Antonelli menunjukkan Mercedes serta Ferrari memiliki kecepatan yang sangat berdekatan.

Keunggulan Russell yang hanya 0,120 detik atas Leclerc juga membuat persaingan menuju sesi kualifikasi tetap terbuka. Ferrari masih memiliki peluang untuk membalas, sementara Mercedes dapat membawa momentum positif setelah menempatkan dua mobil di tiga besar.

Bagi Verstappen, pekerjaan rumah Red Bull lebih besar. Persoalan downforce dan posisi kesembilan menunjukkan bahwa tim masih perlu menemukan pengaturan yang lebih sesuai dengan karakter Monza.

Dengan perbedaan waktu yang tipis di papan atas, sesi berikutnya berpotensi menjadi penentu penting untuk melihat siapa yang benar-benar memiliki kecepatan terbaik sebelum persaingan menuju grid start dan balapan utama.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : F1
Grand Prix Italia Sirkuit Monza formula 1 charles leclerc George Russell