Ferrari Menggila di Monza, Charles Leclerc Tercepat di FP1 F1 GP Italia

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 19:18 WIB
Charles Leclerc menjadi pembalap tercepat pada FP1 GP Italia di Monza dan membawa Ferrari finis satu-dua bersama Lewis Hamilton. (F1)
Charles Leclerc menjadi pembalap tercepat pada FP1 GP Italia di Monza dan membawa Ferrari finis satu-dua bersama Lewis Hamilton. (F1)

RADAR BANYUWANGI - Ferrari langsung menunjukkan kecepatannya di kandang sendiri, Jumat (4/9). Charles Leclerc menjadi pembalap tercepat pada latihan bebas pertama (FP1) Grand Prix Italia di Sirkuit Monza, sekaligus membawa Ferrari mengamankan posisi satu-dua melalui Lewis Hamilton.

Leclerc mencatat waktu terbaik 1 menit 23,008 detik. Menariknya, catatan tersebut dibuat menggunakan ban medium ketika sejumlah pembalap lain mulai beralih ke ban soft untuk mengejar waktu tercepat.

Catatan Leclerc bertahan hingga sesi berakhir. Hamilton kemudian memperbaiki waktunya dan menempati posisi kedua, dengan jarak kurang dari dua persepuluh detik dari rekan setimnya.

George Russell dari Mercedes harus puas di urutan ketiga. Pembalap Inggris itu sempat menjadi yang tercepat pada bagian awal sesi setelah membukukan waktu 1 menit 23,802 detik.

Hasil tersebut menjadi sinyal awal yang menarik bagi Ferrari. Monza merupakan salah satu balapan kandang bagi tim asal Italia tersebut, sehingga performa kedua mobil Ferrari tentu menjadi perhatian besar para penggemar yang hadir di sirkuit.

Namun, hasil FP1 belum bisa dijadikan gambaran mutlak mengenai kekuatan setiap tim. Pada latihan pertama, masing-masing pembalap menjalankan program yang berbeda, termasuk penggunaan kompon ban dan simulasi yang tidak selalu sama.

Leclerc muncul saat persaingan mulai memanas

FP1 berlangsung dalam cuaca panas dan cerah. Sejumlah pembalap langsung turun ke lintasan menggunakan ban hard, sementara lainnya memilih ban medium atau soft untuk menyesuaikan program masing-masing.

George Russell menjadi pembalap yang sempat memimpin pada fase awal. Ia unggul hampir empat persepuluh detik dari Lando Norris ketika seperempat sesi pertama berakhir.

Persaingan kemudian berubah setelah para pembalap mulai melakukan putaran cepat. Norris sempat mengambil alih posisi teratas dengan waktu 1 menit 23,719 detik setelah sesi dilanjutkan.

Russell kemudian menggunakan ban soft dan kembali menempatkan Mercedes di puncak. Namun, keunggulan itu tidak bertahan lama.

Leclerc menjawab dengan catatan 1 menit 23,008 detik menggunakan ban medium. Waktu tersebut sekaligus menjadi putaran terbaik sepanjang FP1.

Keunggulan Leclerc atas Russell mencapai sekitar tiga persepuluh detik. Hamilton kemudian naik ke posisi kedua sehingga Ferrari menutup sesi dengan hasil satu-dua.

Bagi Leclerc dan Ferrari, performa tersebut menjadi pembuka yang menjanjikan. Akan tetapi, perbandingan waktu dengan rival tetap perlu dibaca secara hati-hati karena penggunaan ban dan program pengujian setiap tim berbeda.

FP1 diwarnai masalah Cadillac

Selain persaingan di barisan depan, sesi latihan pertama di Monza juga diwarnai insiden teknis.

Colton Herta harus menghentikan mobil Cadillac setelah tim mendeteksi dugaan masalah hidraulis. Pembalap Amerika Serikat itu baru menyelesaikan lima putaran sebelum diminta menghentikan mobilnya di lintasan.

Insiden tersebut memicu Virtual Safety Car sebelum sesi akhirnya dihentikan dengan bendera merah. Petugas lintasan kemudian bekerja untuk mengevakuasi mobil Herta.

Kegagalan menyelesaikan program FP1 tentu menjadi kerugian bagi Herta karena waktu latihan yang tersedia menjadi sangat terbatas. Cadillac kehilangan kesempatan mengumpulkan data sebanyak tim-tim lain pada sesi pembuka.

Empat rookie mendapat kesempatan

FP1 GP Italia juga menjadi panggung bagi sejumlah pembalap muda. Empat rookie mendapat kesempatan mengemudikan mobil Formula 1 dalam sesi tersebut.

Ayumu Iwasa tampil bersama Red Bull, sementara Luke Browning menggantikan Alex Albon di Williams. Paul Aron kembali mendapatkan kesempatan di Alpine, sedangkan Colton Herta menjalani penampilan ketiganya musim ini bersama Cadillac.

Situasi tersebut membuat daftar pembalap pada FP1 sedikit berbeda dibandingkan susunan reguler. Liam Lawson juga kembali memperkuat Red Bull untuk menggantikan Isack Hadjar yang masih mengalami cedera.

Yuki Tsunoda kembali mendapatkan kesempatan mengemudikan mobil Racing Bulls yang sebelumnya digunakan Lawson. Sementara itu, Arvid Lindblad juga tampil kompetitif dengan mengakhiri sesi di posisi ketujuh.

Lawson masuk empat besar

Di belakang trio teratas, Liam Lawson membawa Red Bull finis di posisi keempat. Kimi Antonelli berada di urutan kelima, diikuti Lando Norris.

Arvid Lindblad menempatkan Racing Bulls di posisi ketujuh, sedangkan Gabriel Bortoleto menjadi pembalap Audi terbaik di urutan kedelapan.

Franco Colapinto menempati posisi kesembilan bersama Alpine dan Paul Aron melengkapi 10 besar.

Oscar Piastri, yang menjadi salah satu kandidat kuat dari McLaren, berada di posisi ke-11. Ia diikuti Yuki Tsunoda dan Nico Hulkenberg.

Ollie Bearman finis ke-14 dengan Haas yang menggunakan sejumlah peningkatan pada mobilnya. Luke Browning berada di urutan ke-15, disusul Carlos Sainz.

Ayumu Iwasa berada di posisi ke-17, sementara Fernando Alonso, Esteban Ocon, Valtteri Bottas, dan Lance Stroll melengkapi posisi berikutnya.

Herta menjadi pembalap terakhir dalam klasifikasi karena hanya menyelesaikan lima putaran sebelum masalah teknis memaksanya berhenti.

Ferrari masih harus menunggu FP2

Selain persoalan teknis, lalu lintas di lintasan juga menjadi salah satu tantangan selama FP1. Padatnya aktivitas membuat beberapa pembalap mengeluhkan posisi mobil lain saat menjalani putaran.

Ayumu Iwasa sempat mengeluhkan Paul Aron melalui radio tim setelah menemukan mobil Alpine tersebut berada di jalurnya. Yuki Tsunoda juga menyampaikan keluhan mengenai lalu lintas ketika menjalani putaran.

Setelah FP1 berakhir, seluruh tim memiliki waktu untuk memeriksa data dan mengevaluasi performa mobil sebelum kembali ke lintasan.

Sesi latihan bebas kedua dijadwalkan berlangsung pada pukul 16.00 waktu setempat (21.00 WIB). Sesi tersebut akan memberikan gambaran tambahan mengenai apakah kecepatan Ferrari benar-benar konsisten atau keunggulan Leclerc pada FP1 dipengaruhi oleh program latihan masing-masing tim.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : F1
Sirkuit Monza formula 1 charles leclerc ferrari gp italia