Bahlil Mini Soccer Zona Madiun Raya Berakhir, Bibit Pemain Muda Bermunculan

Syaifuddin Mahmud • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 17:38 WIB
SENGIT: MAN 2 Kota Madiun saat menghadapi MAN 2 Ponorogo di babak semi final Bahlil Mini Soccer Zona Madiun di Gontor Mini Soccer, Jumat malam (4/9). (BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN)
SENGIT: MAN 2 Kota Madiun saat menghadapi MAN 2 Ponorogo di babak semi final Bahlil Mini Soccer Zona Madiun di Gontor Mini Soccer, Jumat malam (4/9). (BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN)

RADAR BANYUWANGI – Bahlil Mini Soccer Zona Madiun Raya menutup rangkaian pertandingan dengan duel sengit MAN 2 Kota Madiun kontra SMAN 1 Maospati, Jumat malam (4/9). Final di Gontor Mini Soccer, Ponorogo, itu menjadi penanda tingginya antusiasme pelajar U-17 sekaligus memperlihatkan bermunculannya talenta-talenta muda yang berpotensi dikembangkan lebih jauh.

Turnamen yang diinisiasi DPD Partai Golkar Jawa Timur tersebut berlangsung sejak Kamis (3/9). Selama dua hari, tim-tim peserta tidak sekadar mengejar kemenangan, tetapi juga menunjukkan semangat kompetisi dan sportivitas di lapangan.

Koordinator Wilayah sekaligus Narahubung Bahlil Mini Soccer Zona Madiun Raya Atika Banowati mengapresiasi respons peserta yang dinilainya luar biasa.

Antusiasme Pelajar U-17 Jadi Sorotan

Atika menyebut seluruh tim mampu bersaing secara kompetitif dengan tetap menjunjung sportivitas. Sambutan terhadap turnamen yang menyasar kelompok usia U-17 itu juga dinilai menunjukkan bahwa mini soccer semakin diminati kalangan pelajar.

’’Bukan hanya saya, tetapi seluruh pengurus DPD Golkar se-Madiun Raya sangat senang melihat respons dari adik-adik. Antusiasme mereka sangat luar biasa,’’ ujar Atika.

Menurut dia, tingginya minat peserta menjadi salah satu catatan penting dari penyelenggaraan perdana tersebut. Turnamen tidak hanya menghadirkan pertandingan, tetapi juga membuka ruang bagi pelajar untuk mengasah kemampuan sekaligus merasakan atmosfer kompetisi.

Talenta Baru Bermunculan di Lapangan

Dua hari pertandingan juga menjadi panggung bagi sejumlah pemain muda untuk menunjukkan kemampuan. Atika melihat ada potensi yang layak terus dikembangkan.

’’Potensi adik-adik ini luar biasa. Ada yang memang permainannya bagus. Mini soccer juga sedang menjadi tren di kalangan anak-anak usia mereka,’’ kata anggota DPRD Jawa Timur dari Fraksi Partai Golkar tersebut.

Fenomena itu dinilai menjadi peluang tersendiri. Kompetisi di level pelajar dapat menjadi salah satu sarana untuk menemukan pemain potensial sekaligus memberikan pengalaman bertanding sejak usia dini.

Bukan tidak mungkin, dari turnamen seperti inilah lahir pemain-pemain muda yang kelak mampu bersaing di level yang lebih tinggi.

Berpeluang Jadi Agenda Tahunan

Kesuksesan penyelenggaraan perdana juga membuka peluang Bahlil Mini Soccer kembali digelar tahun depan. Sebelumnya, Ketua DPD Partai Golkar Jatim Ali Mufthi menyampaikan bahwa turnamen serupa berpotensi menjadi agenda tahunan jika pelaksanaan awal berjalan sukses dan kondusif.

Atika bahkan membuka kemungkinan kegiatan tersebut diperluas.

’’Kalau perlu setiap DPD (provinsi) di seluruh Indonesia juga menggelar kegiatan semacam ini,’’ tuturnya.

Jika gagasan tersebut terealisasi, kompetisi mini soccer usia pelajar tidak hanya menjadi agenda olahraga sesaat. Ajang ini bisa berkembang menjadi wadah pembinaan sekaligus pencarian bibit pemain muda di berbagai daerah.

Menang Boleh, Jemawa Jangan

Di balik persaingan menuju podium juara, Atika mengingatkan seluruh peserta agar menerima hasil pertandingan dengan kepala dingin. Kekalahan, menurut dia, bukan alasan untuk berhenti berkembang.

’’Dalam permainan pasti ada yang menang dan kalah. Yang kalah jangan sampai putus asa atau merasa nelangsa. Sementara yang menang juga harus bersikap dewasa dan tidak merendahkan peserta lain,’’ terangnya.

Pesan tersebut menjadi penutup yang tak kalah penting dari hasil final. Sebab, esensi kompetisi pelajar bukan semata soal siapa yang membawa pulang kemenangan, melainkan bagaimana para pemain belajar bertanding, menghargai lawan, dan terus berkembang.

Bahlil Mini Soccer Zona Madiun Raya pun berakhir di lapangan. Namun, gairah kompetisi dan potensi pemain muda yang muncul selama turnamen diharapkan menjadi awal dari perjalanan yang lebih panjang. (err/her/aif)

Editor : Ali Sodiqin
Bahlil Mini Soccer Mini soccer Madiun Zona Madiun Raya Sepak bola U-17 Talenta Muda