Pelatih Juara Bertahan Liga Voli Korea Waspadai Megawati dan Hyundai Hillstate

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 06:30 WIB
JUARA BERTAHAN: Lee Young-taek dan Giselle Silva dalam satu pertandingan GS Caltex di Liga Voli Korea 2025-2026. (KOVO.CO.KR)
JUARA BERTAHAN: Lee Young-taek dan Giselle Silva dalam satu pertandingan GS Caltex di Liga Voli Korea 2025-2026. (KOVO.CO.KR)

RADAR BANYUWANGI – Status sebagai juara bertahan tak membuat GS Caltex Seoul KIXX bisa bermain nyaman menghadapi musim Liga Voli Korea 2026-2027. Pelatih Lee Young-taek justru sudah mengidentifikasi dua tim yang dinilainya paling patut diwaspadai, yakni Suwon Hyundai E&C Hillstate dan Hwaseong IBK Altos.

Peringatan itu disampaikan Lee saat menghadiri Media Day Liga Voli Korea, Selasa (1/9/2026), bersama para pemain GS Caltex.

Musim baru belum dimulai. Namun, persaingan sudah terasa sejak meja konferensi Media Day.

Lee melihat peta kekuatan kompetisi berubah setelah sejumlah klub melakukan perombakan besar dalam komposisi pemain. Perubahan tersebut membuat persaingan musim 2026-2027 diprediksi berlangsung lebih ketat.

Di antara klub-klub yang melakukan manuver, Hyundai E&C Hillstate menjadi perhatian khusus Lee.

Hyundai Hillstate Datangkan Megawati

Hyundai Hillstate melakukan perubahan signifikan, terutama pada sektor pemain asing.

Salah satu rekrutan yang paling menyita perhatian adalah Megawati Hangestri Pertiwi, pevoli Indonesia yang menjadi salah satu pemain penting dalam kompetisi voli Korea.

Selain Megawati, Hyundai Hillstate juga merekrut legiun asing Jordan Wilson.

Pergerakan mereka tidak berhenti di pemain asing. Klub tersebut turut memperkuat skuad lokal dengan mendatangkan middle blocker senior Bae Yoo-na serta outside hitter Lee Han-bi dari Gwangju AI Peppers.

Dengan komposisi baru tersebut, Lee Young-taek meminta GS Caltex tidak menganggap remeh Hyundai Hillstate.

"Jika Anda menganggapnya enteng, saya pikir Hyundai E&C akan terus tampil baik," kata Lee Young-taek, dilansir dari Sport Chosun.

Pernyataan itu menunjukkan satu hal: juara bertahan tidak ingin terlena dengan pencapaian musim sebelumnya.

IBK Juga Masuk Radar

Selain Hyundai Hillstate, Lee memasukkan IBK Industrial Bank atau Hwaseong IBK Altos sebagai tim lain yang berpotensi memberikan kejutan.

Lee mengingatkan bahwa IBK sempat mengalami kesulitan pada awal musim sebelumnya. Namun, performa mereka berubah drastis ketika kompetisi memasuki paruh kedua.

"IBK Industrial Bank juga kesulitan di awal musim lalu, tetapi mereka tampil kuat di paruh kedua. Sisanya berada dalam persaingan ketat."

Artinya, Lee tidak hanya melihat kekuatan berdasarkan performa awal musim. Perkembangan tim sepanjang kompetisi juga menjadi faktor yang diperhitungkan.

Bagi GS Caltex, mempertahankan gelar berarti harus mampu menghadapi perubahan kekuatan tersebut.

Persaingan Diprediksi Makin Ketat

Lee menyadari musim 2026-2027 akan menghadirkan tantangan berbeda. Banyak klub melakukan perubahan pemain, sehingga peta persaingan Liga Voli Korea sulit ditebak hanya berdasarkan hasil musim lalu.

Karena itu, GS Caltex harus kembali membangun konsistensi sejak awal kompetisi.

Lee bahkan melontarkan gambaran menarik mengenai tekanan yang bakal dihadapi para pelatih musim ini.

"Sepertinya ini akan menjadi musim di mana para pelatih akan lebih banyak beruban."

Kalimat tersebut menggambarkan betapa ketatnya persaingan yang diperkirakan terjadi.

Bagi sang juara bertahan, ancaman bukan hanya datang dari satu klub. Namun, kehadiran Megawati bersama Hyundai Hillstate serta kebangkitan IBK menjadi dua sinyal yang sudah dibaca Lee Young-taek sejak Media Day.

Musim baru Liga Voli Korea pun belum bergulir, tetapi GS Caltex sudah memasang kewaspadaan. (*)

Editor : Ali Sodiqin
Lee Young-taek Hyundai Hillstate Liga Voli Korea gs caltex Megawati Hangestri