Kimi Antonelli Start Terakhir di F1 GP Italia 2026, Bisakah Pemimpin Klasemen Bangkit?

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 17:42 WIB
Kimi Antonelli menghadapi tantangan berat pada F1 GP Italia 2026 setelah harus memulai balapan dari posisi paling belakang akibat penalti penggantian power unit. (F1)
Kimi Antonelli menghadapi tantangan berat pada F1 GP Italia 2026 setelah harus memulai balapan dari posisi paling belakang akibat penalti penggantian power unit. (F1)

RADAR BANYUWANGI - Kimi Antonelli menghadapi tantangan berat pada GP Italia 2026. Pemimpin klasemen sementara Formula 1 itu harus memulai balapan dari posisi paling belakang setelah Mercedes memasang power unit kelima pada mobil W17 miliknya.

Keputusan tersebut menjadi salah satu cerita utama menjelang balapan di Autodromo Nazionale Monza, Minggu (6/9). Antonelli memang masih memimpin klasemen dengan 242 poin, tetapi keunggulan tersebut harus diuji melalui situasi yang tidak biasa bagi pembalap yang sedang berada di puncak.

GP Italia merupakan seri ke-13 musim Formula 1 2026. Monza memiliki panjang 5,793 kilometer dengan 11 tikungan dan dikenal sebagai salah satu sirkuit tercepat dalam kalender. Karakter lintasannya menuntut mobil dengan hambatan aerodinamika rendah sekaligus kemampuan mengelola tenaga hibrida secara efisien.

Bagi Antonelli, karakter tersebut sekaligus menjadi alasan mengapa Mercedes berani mengambil risiko penalti di balapan kandangnya.

Mengapa Antonelli Harus Start dari Posisi Terakhir?

Mercedes telah menggunakan alokasi sejumlah komponen power unit sepanjang 12 seri pertama. Setelah kebutuhan komponen mesin meningkat, tim memutuskan untuk memasang power unit kelima pada mobil Antonelli.

Konsekuensinya, pembalap asal Italia tersebut terkena penalti dan harus memulai balapan dari posisi paling belakang.

Keputusan Mercedes bukan semata-mata mengorbankan hasil Antonelli di hadapan publik Italia. Monza memiliki sejumlah lintasan lurus panjang dan peluang menyalip yang relatif besar. Kondisi tersebut membuat sirkuit ini dinilai lebih memungkinkan untuk melakukan recovery drive dibandingkan dengan sejumlah sirkuit jalan raya pada seri berikutnya.

Dengan kata lain, Mercedes mengalami kerugian di satu balapan dengan harapan persoalan teknis dapat dikelola lebih baik pada bagian akhir musim.

Namun, ada satu persoalan yang membuat misi Antonelli semakin sulit.

Mesin kelima yang digunakan di Monza belum mendapatkan pengembangan dari token Additional Development and Upgrade Opportunities (ADUO) milik Mercedes. Pengembangan tersebut dijadwalkan untuk seri di Austin atau Meksiko pada Oktober.

Antonelli pun harus melakukan pengejaran menggunakan mesin baru yang belum mendapatkan peningkatan tersebut.

Ferrari Membawa Senjata Baru

Di tengah persoalan Mercedes, Ferrari justru datang ke balapan kandangnya dengan modal pembaruan teknis.

Ferrari membawa spesifikasi power unit kedua, ADUO-2, yang diproyeksikan memberikan tenaga tambahan. Selain itu, SF-26 disebut memiliki stabilitas pengereman yang menjadi salah satu kekuatannya, terutama ketika menghadapi zona pengereman keras di Monza.

Situasi itu membuat Charles Leclerc dan Lewis Hamilton menjadi dua pembalap yang patut diperhitungkan dalam perebutan posisi terdepan.

Ferrari juga memiliki faktor emosional di Monza. Tim tersebut memperingati 30 tahun bergabungnya Michael Schumacher dengan Ferrari melalui livery khusus pada mobil Leclerc dan Hamilton.

Momentum tersebut membuat balapan kandang Ferrari memiliki dimensi tambahan, meski hasil akhirnya tetap akan ditentukan oleh performa mobil dan strategi di lintasan.

Russell Jadi Tumpuan Mercedes

Dengan Antonelli yang harus memulai dari barisan belakang, George Russell menjadi tumpuan utama Mercedes untuk mengejar kemenangan.

Russell diperkirakan mendapat keuntungan dari konfigurasi aerodinamika low-downforce Mercedes yang mendukung kecepatan di trek lurus. Namun, karakter Monza juga menuntut pengelolaan energi baterai secara cermat karena kesempatan mengisi kembali energi relatif terbatas.

Jika Russell mampu mengamankan posisi start terbaik tanpa memberikan keuntungan slipstream kepada rival, ia diperkirakan memiliki peluang besar untuk mengendalikan jalannya balapan.

Ferrari tetap menjadi ancaman. Pembaruan ADUO-2 dapat meningkatkan daya saing di trek lurus, sementara kemampuan SF-26 ketika melakukan pengereman keras memberi Leclerc dan Hamilton peluang melakukan serangan.

McLaren Mengintai lewat Lando Norris

McLaren juga tidak datang ke Monza tanpa modal.

Lando Norris memasuki seri ini setelah mencatat dua kemenangan beruntun di Hungaria dan Belanda. McLaren mengandalkan pengembangan aerodinamika H-Wing untuk mengurangi hambatan angin di lintasan lurus tanpa mengurangi kebutuhan aerodinamika ketika memasuki tikungan berkecepatan tinggi.

Efisiensi tersebut dapat menjadi faktor penting ketika balapan memasuki fase akhir dan kondisi ban mulai berubah.

Persaingan posisi terdepan diperkirakan mengarah pada Russell, Leclerc, Hamilton, dan Norris. Masing-masing membawa keunggulan teknis yang berbeda.

Bisakah Antonelli Menembus 10 Besar?

Pertanyaan terbesar di Monza bukan hanya siapa yang merebut kemenangan, tetapi seberapa jauh Antonelli mampu bangkit dari posisi terakhir.

Dalam skenario terbaik yang dianalisis, Antonelli diperkirakan mampu masuk 10 besar dalam 15 lap pertama. Jika Safety Car muncul pada pertengahan balapan dan Mercedes mampu memilih strategi pit stop yang tepat, peluang Antonelli untuk mengejar podium juga terbuka.

Namun, itu merupakan skenario optimistis, bukan hasil yang sudah pasti.

Dalam skenario yang lebih moderat, Antonelli berisiko terjebak dalam DRS Train, yakni rombongan mobil yang saling berada dalam jangkauan sistem DRS. Kondisi tersebut dapat membuat proses menyalip menjadi lebih sulit dan membatasi peluang finisnya di kisaran posisi kelima hingga ketujuh.

Lap pembuka juga menjadi titik yang harus diwaspadai. Kepadatan mobil ketika memasuki Variante del Rettifilo berpotensi memicu kontak dan mengakhiri peluang recovery sebelum balapan berkembang lebih jauh.

Towing Bisa Jadi Penentu Sejak Kualifikasi

Drama bahkan berpotensi muncul sebelum balapan utama.

Pada sesi kualifikasi, strategi towing atau pemberian slipstream dapat menentukan selisih waktu yang sangat kecil. Mercedes harus mempertimbangkan apakah Antonelli akan digunakan untuk membantu Russell mendapatkan keuntungan aerodinamika atau dibiarkan fokus mempersiapkan mobilnya sendiri untuk balapan.

Ferrari juga menghadapi potensi persoalan serupa antara Leclerc dan Hamilton. Selisih waktu yang sangat kecil dapat menentukan siapa yang menjadi pembalap terdepan Ferrari di hadapan Tifosi.

Situasi tersebut memperlihatkan bahwa pertarungan di Monza bukan hanya soal tenaga mesin. Posisi di trek, slipstream, penggunaan energi, kondisi ban, dan keputusan strategi dapat menentukan hasil akhir.

Jadwal GP Italia 2026

Bagi penonton di Indonesia, sesi utama GP Italia 2026 berlangsung pada malam hari.

Jumat, 4 September:

Sabtu, 5 September:

Minggu, 6 September:

Monza Menjadi Ujian Besar Pemimpin Klasemen

GP Italia 2026 berpotensi menjadi ujian strategis bagi Mercedes dan Antonelli. Tim tersebut memilih menerima penalti mesin di Monza dengan pertimbangan bahwa karakter sirkuit masih memberi peluang untuk mengejar posisi yang hilang.

Ferrari memiliki momentum teknis melalui ADUO-2, sedangkan Russell menjadi tumpuan Mercedes di barisan depan. McLaren melalui Norris juga berpeluang mengganggu persaingan tersebut.

Antonelli sendiri menghadapi misi yang berbeda. Ia tidak sekadar mengejar kemenangan, tetapi harus memulihkan posisi sebanyak mungkin dari barisan paling belakang.

Jika strategi Mercedes berjalan sesuai skenario terbaik, penalti tersebut masih dapat diubah menjadi hasil yang cukup berharga. Sebaliknya, jika Antonelli tertahan dalam lalu lintas atau terlibat insiden pada lap awal, keputusan Mercedes dapat terlihat jauh lebih mahal.

Monza akan menguji satu hal penting. Apakah kecepatan mobil Mercedes cukup untuk membawa pemimpin klasemen kembali ke barisan depan, atau justru Ferrari dan McLaren memanfaatkan situasi tersebut untuk memangkas keunggulan Antonelli?

Editor : Lugas Rumpakaadi
Formula 1 2026 GP Italia 2026 kimi antonelli ferrari