RADAR BANYUWANGI - Persaingan Bahlil Mini Soccer memasuki babak baru di Madiun Raya. Sebanyak 16 tim SMA/SMK dari wilayah Madiun, Magetan, Ngawi, Pacitan, dan Ponorogo bakal berebut gelar juara Zona 2 Madiun Raya di Gontor Mini Soccer, Ponorogo, mulai hari ini (3/9) hingga besok (4/9).
Turnamen tersebut menjadi kelanjutan persaingan antarpelajar setelah SMAN 1 Tumpang keluar sebagai juara Zona Malang Raya. Tim tersebut memastikan gelar setelah menundukkan SMK Brantas Karangkates dengan skor telak 5-1 pada partai final, Selasa (1/9) malam.
Di Madiun Raya, tensi persaingan diprediksi tak kalah sengit. Sejumlah daerah datang dengan ambisi masing-masing. Salah satunya Ngawi yang mengirim dua wakil, yakni SMK PGRI 1 Ngawi dan SMAN 1 Widodaren.
Ketua DPD Golkar Ngawi Imam Nasrulloh bahkan memasang target tinggi. Dua tim tersebut dinilai memiliki kemampuan untuk bersaing memperebutkan posisi teratas.
’’Kami membawa dua tim yang menurut kami cukup baik. Target kami tentunya juara,’’ tegas Imam.
Persiapan Dimatangkan
Penanggung Jawab Zona 2 Atika Banowati mengatakan, persiapan turnamen telah dimatangkan sejak technical meeting hingga pembekalan peserta. Antusiasme pelajar dari berbagai daerah juga disebut sangat tinggi.

’’Alhamdulillah, dari semua daerah respons anak-anak luar biasa. Mereka betul-betul merasa diwadahi dan diperhatikan,’’ ujar Atika, Rabu (2/9).
Menurut anggota DPRD Jatim tersebut, perhatian terhadap aspek sportivitas dan kondusivitas menjadi salah satu fokus penyelenggaraan. Sebab, kelancaran turnamen tahun ini bisa menjadi pijakan untuk menggelar ajang serupa secara rutin.
’’Kalau nanti berjalan lancar dan kondusif, insya Allah akan dijadikan agenda tahunan oleh Partai Golkar,’’ katanya.
Bagi Atika, Bahlil Mini Soccer tidak sekadar kompetisi untuk mengejar kemenangan. Turnamen tersebut juga menjadi cara mendekatkan kegiatan positif kepada generasi muda melalui olahraga.
Respons peserta selama persiapan, lanjut dia, menunjukkan bahwa pelajar menyambut baik ruang yang diberikan.
’’Begitu disentuh sedikit saja, ternyata mereka mengerti dan semangat. Ibaratnya, upaya kami ini tidak bertepuk sebelah tangan,’’ ungkapnya.
Bukan Sekadar Mengejar Trofi
Ketua DPD Golkar Kabupaten Madiun Mashudi berharap kompetisi tersebut dapat menjadi wadah bagi pelajar untuk mengembangkan bakat sekaligus memperkuat kebersamaan.
Dia mengingatkan peserta agar tidak menjadikan kemenangan sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan.
’’Menang kalah itu hal biasa. Lawan kita saat bertanding, tetapi setelah pertandingan selesai mereka adalah sahabat dan teman,’’ ujarnya.
Harapan serupa disampaikan Ketua DPD Golkar Pacitan Lancur Susanto. Dia melihat perkembangan mini soccer di kalangan pelajar semakin positif.
’’Bahlil Mini Soccer menjadi wadah silaturahmi antarpelajar sekaligus adu prestasi yang sangat positif di bidang olahraga,’’ katanya.
Ketua DPD Golkar Magetan Didik Haryono dan Ketua DPD Golkar Kota Madiun Rizki Bagus Dinarwan juga menilai turnamen tersebut memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan prestasi di luar bidang akademik.
Dengan format kompetisi yang mempertemukan pelajar dari sejumlah daerah, Zona 2 Madiun Raya sekaligus menjadi panggung untuk mengukur kemampuan tim-tim sekolah sebelum melangkah lebih jauh.
Dibuka Laga Ekshibisi
Rangkaian pertandingan Bahlil Mini Soccer Zona V Madiun Raya diawali laga ekshibisi antara DPD Golkar se-Madiun Raya melawan DPC PKB Ponorogo.
Setelah laga tersebut, persaingan antarpelajar langsung dimulai. SMAN 1 Ponorogo kontra SMAN 1 Dagangan menjadi pertandingan pembuka yang menandai dimulainya perebutan posisi terbaik di Zona 2.
Selama dua hari, 16 tim akan beradu kemampuan di lapangan. Bukan hanya soal siapa yang paling produktif mencetak gol, tetapi juga siapa yang mampu menjaga konsistensi, sportivitas, dan mental bertanding hingga akhir turnamen.
Bagi para pelajar, Bahlil Mini Soccer Zona 2 Madiun Raya menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa lapangan hijau bukan sekadar tempat bertanding. Di sana, bakat, prestasi, persahabatan, dan semangat kompetisi bertemu dalam satu panggung. (sae/odi/gen/her)
Editor : Ali Sodiqin