RADAR BANYUWANGI – Jalan Suwon Hyundai E&C Hillstate bersama Megawati Hangestri Pertiwi menuju gelar KOVO Cup 2026 tidak akan dimulai dengan laga ringan. Hillstate langsung menghadapi Korea Expressway Corporation Hi-Pass pada 14 Oktober 2026, dengan sejumlah pemain berpengalaman seperti Laetitia Moma Bassoko, Park Jung-ah, dan Kang So-hwi yang siap menjadi ujian pertama Megawati Cs.
Pertandingan tersebut menjadi laga perdana Hillstate di KOVO Cup 2026. Hanya berselang dua hari, Megawati dan rekan-rekannya kembali menghadapi tantangan dengan melawan GS Caltex Seoul KIXX.
Dua laga awal itu sekaligus menjadi kesempatan bagi Hillstate untuk mengukur kesiapan tim sebelum menghadapi persaingan musim 2026/2027.
Moma Bassoko Jadi Ancaman Utama
Hi-Pass bukan lawan yang bisa dipandang sebelah mata.
Klub asal Gimcheon tersebut memiliki komposisi pemain yang cukup komplet. Salah satu ancaman terbesar datang dari opposite Kamerun, Laetitia Moma Bassoko.
Moma bukan nama baru dalam kompetisi voli putri Korea Selatan. Pengalaman panjangnya di V-League membuat pemain tersebut menjadi salah satu senjata yang harus diantisipasi Hillstate.
Lebih dari itu, Moma memiliki pengalaman merasakan atmosfer perebutan gelar. Ia pernah membantu Hi-Pass menjadi juara V-League pada musim 2017/2018.
Produktivitas dan pengalaman Moma membuat pertarungan di sektor pertahanan menjadi salah satu kunci laga.
Hillstate tidak cukup hanya mengandalkan kualitas serangan Megawati. Mereka juga harus mampu meredam sumber poin utama Hi-Pass.
Park Jung-ah Kembali Jadi Tumpuan
Ancaman Hi-Pass tidak berhenti pada Moma.
Ada Park Jung-ah yang kembali menjadi bagian penting skuad Hi-Pass untuk musim 2026/2027.
Outside hitter berpengalaman tersebut memiliki peran penting dalam membangun serangan sekaligus menjadi salah satu figur senior di dalam tim.
Kehadiran Park membuat Hillstate harus memperhitungkan lebih dari satu jalur serangan.
Jika fokus pertahanan terlalu terkonsentrasi kepada Moma, pemain-pemain sayap Hi-Pass dapat memperoleh ruang untuk mencetak angka.
Kang So-hwi Bawa Kekuatan Timnas
Nama lain yang tak kalah menarik adalah Kang So-hwi.
Outside hitter tersebut merupakan salah satu pemain domestik penting Hi-Pass dan masuk dalam skuad tim nasional Korea Selatan 2026.
Status tersebut menunjukkan kualitas Kang sebagai salah satu opsi serangan domestik yang harus diperhitungkan.
Dengan Moma sebagai pemain asing, Park Jung-ah sebagai pemain berpengalaman, dan Kang So-hwi yang memiliki pengalaman di level tim nasional, Hi-Pass mempunyai beberapa sumber ancaman sekaligus.
Situasi itu membuat pertahanan Hillstate dituntut tidak hanya fokus kepada satu pemain.
Lee Yoon-jung Pegang Kendali Serangan
Kekuatan Hi-Pass juga didukung sektor pengatur permainan.
Lee Yoon-jung menjadi sosok yang bertugas menghubungkan para pemain utama dalam skema serangan Hi-Pass.
Sebagai setter, keputusan Lee dalam mendistribusikan bola akan sangat menentukan ritme permainan.
Moma, Park Jung-ah, dan Kang So-hwi memiliki karakter serta posisi yang berbeda. Jika distribusi bola berjalan efektif, Hi-Pass dapat menghadirkan tekanan dari berbagai sisi lapangan.
Karena itu, Hillstate membutuhkan servis dan blok yang disiplin untuk mengganggu aliran bola lawan sejak awal reli.
Megawati Punya Misi Berbeda
Di kubu Hillstate, sorotan tentu tertuju kepada Megawati Hangestri Pertiwi.
Opposite asal Indonesia tersebut menjadi salah satu tumpuan serangan Hillstate. KOVO Cup 2026 sekaligus menjadi panggung penting untuk melihat bagaimana Megawati menghadapi pertahanan lawan yang memiliki banyak pemain berpengalaman.
Tantangannya bukan sekadar mencetak poin.
Megawati juga harus mampu mempertahankan efektivitas serangan ketika Hi-Pass memberikan perhatian khusus kepadanya.
Hillstate pun membutuhkan kontribusi pemain lain agar permainan tidak mudah terbaca. Ketika pertahanan Hi-Pass terlalu fokus kepada Megawati, pemain sayap dan opsi serangan lain harus mampu memanfaatkan celah.
Dua Hari Kemudian Hadapi GS Caltex
Ujian Hillstate juga belum selesai setelah menghadapi Hi-Pass.
Pada 16 Oktober 2026, Megawati Cs dijadwalkan bertemu GS Caltex Seoul KIXX.
Artinya, Hillstate hanya memiliki waktu satu hari di antara dua pertandingan.
Kondisi tersebut membuat rotasi pemain, pemulihan fisik, dan konsistensi permainan menjadi faktor penting.
Laga melawan Hi-Pass akan menjadi pembuka. Pertandingan berikutnya melawan GS Caltex menjadi ujian lanjutan.
Bagi Megawati, rangkaian tersebut bisa menjadi momentum untuk menunjukkan konsistensi sekaligus memperkuat perannya sebagai salah satu senjata utama Hillstate.
Pertarungan Bukan Cuma Megawati vs Moma
Jika dilihat dari komposisi pemain, pertandingan Hillstate kontra Hi-Pass berpotensi menjadi pertarungan dua kekuatan serangan.
Megawati menjadi salah satu pusat perhatian di kubu Hillstate. Sementara Hi-Pass memiliki Moma sebagai ancaman utama, didukung Park Jung-ah dan Kang So-hwi.
Namun, pertandingan kemungkinan ditentukan oleh lebih dari sekadar duel pemain bintang.
Kualitas penerimaan servis, distribusi setter, efektivitas blok, serta kemampuan masing-masing tim menjaga konsistensi dalam reli panjang akan menjadi pembeda.
Hillstate membutuhkan strategi yang mampu membatasi Moma sekaligus menjaga agar Megawati tetap mendapatkan suplai bola yang efektif.
Kesimpulannya, laga 14 Oktober 2026 menghadirkan ujian berat sejak awal KOVO Cup 2026. Megawati harus menghadapi Hi-Pass yang memiliki Moma Bassoko, Park Jung-ah, dan Kang So-hwi, sementara Hillstate dituntut menjaga serangan tetap tajam dan pertahanan tetap disiplin jika ingin membuka turnamen dengan kemenangan. (*)
Editor : Ali Sodiqin